
Begitu pintu lift itu terbuka Frans pun keluar.
"Hei.. kau mau kemana?" tanya Stephanie bingung kenapa Frans malah keluar. "Bukankah kau ingin ke Lobi?" Seru Stephanie sambil tergopoh-gopoh berlari mengikuti Frans.
"Aah.. gaun ini membuat ku sulit berjalan atau pun berlari." Seru nya kesal.
Stephanie pun merobek sambungan gaunnya bagian bawah hingga akhirnya gaun itu kini tidak dapat dikatakan sebagai gaun lagi sebab hanya menyisakan rok span di atas lutut.
"Nah begini lebih baik." Gumamnya senang melihat keadaan gaun mahal yang di modifikasi nya itu.
"Hei....!! tunggu!!" Panggil Stephanie sambil berteriak ke arah Frans.
"Aku bilang tunggu ya tunggu!!" Sebutnya kesal sambil menahan tangan Frans.
Karena tangan nya tertahan, Frans pun mau tidak mau berhenti.
Frans melirik kesal pada Stephanie kemudian beralih melihat tangan nya yang dipegang oleh Stephanie seenaknya.
"wanita ini benar gila. Dan benar-benar sudah membuat ku gila!" Seru Frans dalam hati.
"Hei ... kenapa kau melihat ku dengan tatapan seperti itu?" Ketus Stephanie tidak suka melihat cara Frans menatapnya tapi tidak sadar kalau dia memegang tangan Frans.
"lepaskan tangan ku!" Ujar Frans dengan suara beratnya. Ibarat gunung merapi, saat ini adalah detik-detik gunung itu akan menyemburkan larva nya ke bumi.
"tangan?" Tanya Stephanie bingung. Baru setelah Frans mengangkat tangan nya yang dipegang oleh Stephanie, wanita itu tersenyum kaku dan melepaskan tangan Frans. Dan sekali lagi itu tanpa mengucapkan kata maaf
Frans yang tangan nya kini tidak tertahan lagi oleh Stephanie, langsung ngeloyor pergi tanpa menghiraukan gadis yang masih melihat ke arahnya itu.
"Hei!! kau mau kemana??" Panggil Stephanie sekali lagi melihat Frans yang mengacuhkan nya.
"Hei..hei .hei ..!!! aku ini punya nama!" gerutu Frans yang sudah sangat kesal pada Stephanie.
"Ya.. mana ku tahu nama mu!" Jawab Stephanie seenak udelnya. "Kau kan tidak menyebutkan nama mu pada ku dari tadi. Jadi ya aku panggil ny hei..hei.. saja! Itu bukan salah ku kan? Kecuali kalau kau sudah menyebutkan nama mu. Dan aku masih memanggil mu hei .hei...hei.. juga, nah itu baru adalah salah ku. " celoteh Stephanie.
__ADS_1
"Sedangkan faktanya, kan tidak begitu!!" Stephanie masih lanjut bicara membuat kepala dan kuping Frans sakit.
"Aku pasti tidak akan memanggil mu -" Ucapan Stephanie terputus sebab Frans membungkam mulut Stephanie dengan tangan nya karena sudah benar-benar membuat Frans stress.
"Hei gadis gila!!!! dengarkan aku! aku tidak ingin ada urusan apapun dengan mu. JADI KAU PERGI KE ARAH SANA DAN AKU AKAN PERGI KE ARAH TANGGA. KAU DENGAR! TANGGA! SEBAB AKU LEBIH NAIK TURUN KE LOBI DENGAN TANGGA DARI PADA HARUS SATU LIFT LAGI DENGAN ORANG GILA SEPERTI MU!" sebut Frans penuh penekanan setiap katanya. Dan Frans pun melepaskan tangan nya dengan kasar dari mulut Stephanie.
"Dasar laki-laki gila!! siapa juga yang mau mengikuti mu!!" seru Stephanie lalu pergi ke arah yang Frans tunjukkan tadi.
Sambil ngedumel Stephanie melangkah menjauh dari Frans. Demikian juga Frans setelah melihat Stephanie pergi ke arah yang berlawanan dengan arah yang ingin Frans tuju.
"Aku bisa benar-benar gila jika sedetik saja aku masih tetap bersama orang gila itu." Sungut Frans sambil menuruni tangga darurat menuju lobi.
Baru satu lantai Frans turun, Frans bisa melihat beberapa laki-laki seperti sedang tergesa-gesa menaiki tangga darurat itu. Karena tangga darurat itu berbetuk spiral maka Frans dapat melihat mereka serta mendengar apa yang mereka katakan.
"Cepat temukan nona muda!! jika tidak maka. nyawa kita akan melayang!!" Seru salah satu pria berjas hitam itu.
"Benar!! Walaupun kita sayang sama nona muda tadi nyawa kita dan keluarga kita juga adalah hal yang harus kita jaga."Sebut pria yang lainnya.
"Tapi aku sebenarnya kasihan melihat nasib nona muda, harus menikah dengan bandar narkoba seperti tuan James. Seperti apalah nasib nona Stephanie nanti setelah menikah. Hidupnya pasti sengsara." Seru yang lainnya
"Dimana wanita gila itu!" Gumam Frans dalam hati sambil mencari-cari keberadaan Stephanie.
Frans terus menelusuri lorong di lantai itu dengan berlari sambil membuka satu persatu pintu ruangan di lantai itu.
Kini Frans berada di persimpangan jalan. Dia harus memutuskan harus ke kiri atau ke kanan. Frans melihat ke dalam lorong sebelah kanan. Lalu dia juga melihat ke lorong sebelah kiri.
"Cepat!!cepat!! nona muda pasti ada di lantai ini!!"
Terdengar suara para pria berjas hitam yang Frans lihat di tangga darurat tadi.
"Sial!! mereka sudah sampai di lantai ini." Umpat Frans, lalu belok ke kanan.
Frans berlari dan berlari hingga sekilas dia melihat seorang wanita sedang berjalan sambil menjinjing sepatu high heelnya.
__ADS_1
"itu dia!!" gumam Frans melihat sekilas ke belakang untuk memastikan para pria berjas hitam itu belum sampai ke tempat dia berada. Setelah itu Frans buru-buru berlari ke arah Stephanie.
"Aaa...." Stephanie sempat berteriak sebentar ketika sebuah tangan membekap mulutnya dari belakang dan menyeret tubuh nya untuk masuk ke salah satu ruangan.
Stephanie meronta-ronta dan menarik-narik tangan Frans yang membekapnya.
"Diam lah!!!" seru Frans dari belakang.
Stephanie pun menjadi hening. Dia tidak meronta-ronta lagi.
Frans berpindah ke depan bermaksud agar Stephanie tidak perlu takut setelah melihat siapa orang yang membekapnya.
"selain pria gila ... ternyata dia juga seorang psikopat." Gumam Stephanie dalam hati. "Aku harus bisa lolos dari nya."
"Kalau kau bisa diam maka aku akan melepaskan tangan ku dari mulut mu!" ucap Frans pelan, khawatir kalau para pria berjas hitam itu sudah ada di dekat mereka dan bisa mendengar suaranya.
Seakan akan menuruti perintah Frans, Stephanie pun mengangguk.
"Baiklah. Akan aku lepas kan." Ujar Frans.
Perlahan Frans melepaskan tangannya, dan tiba-tiba...
" aaaaa......." Stephanie yang telah setuju untuk diam itu malah berteriak keras. Suara Stephanie yang melengking itu berbarengan dengan suara ribut-ribut di luar. Hal ini membuat Frans terkejut dan panik..Hingga dia membungkam mulut Stephanie yang sedang semangat-semangatnya berteriak itu dengan mulut nya. Lalu Frans mendorong tubuh Stephanie yang kaku terkejut itu ke dalam lemari penyimpanan bahan pakaian yang ada di dalam gudang itu.
Stephanie benar-benar kaku di tempat. Matanya berkedip berkali-kali melihat wajah pria yang mencuri ciuman pertama nya itu.
Kini hanya suara sahutan jantung merekalah yang terdengar di dalam lemari itu.
Frans sama sekali terlihat seperti tidak akan melepaskan ciumannya pada Stephanie sedangkan Stephanie terlalu terkejut untuk melakukan sesuatu.
**bersambung..
waduh ... cara Frans eskrim eh ekstrim sekali ya teman-teman...hahahaπ
__ADS_1
πππ
*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.