Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#50


__ADS_3

“Bu.. tunggu! Apakah tadi ibu menyebutkan nama putra dan putri ibu Stephan dan Stephanie?” Tanya Frans yang tiba-tiba merasa ibunya menyebutkan nama anak kembarnya Stephan dan Stephanie, nama itu terdengar sama dengan nama kakak beradik gila yang di jumpainya beberapa waktu lalu.


“Ya, aku menamai mereka dengan Stephan dan Stephanie. Tapi aku tidak yakin apakah mantan suami ku menggunakan nama itu pada kedua anak kami atau tidak. Bisa saja karena rasa benci nya dia menukar nama pemberian ku.” Jelas Nania.


“memangnya ada apa Frans?” Tanya Nania kemudian.


“Haaah.. tidak ada bu,. Aku punya kenalan kakak beradik yang memiliki nama sama dengan putra dan putri ibu. Tapi setelah aku pikir-pikir tidak mungkin kakak beradik sableng itu adalah putra dan putri ibu. Mereka sangat jauh berbeda. APalagi adik nya yang gila itu, tidak mungkin adalah putri ibu! Lihat lah ibu ku sangat cantik, baik, lemah lembut dan luar biasa pintarnya. Berbeda dengan wanita yang ku kenal itu, kasar, bodoh, ya walapun memang sangat cantik.. tapi sayangnya kebodohannya menutupi kecantikannya.” Ucap Frans yang tanpa sadar tersenyum sendiri Ketika menceritakan tentang Stephanie pada sang ibu.


“kau ini.. ! Mulut mudah sekali menghina orang! Pada hal aku dan ayah mu tidak pernah seperti itu!” Cubit Nania pasa sang putra.


“Jadi inti nya besok pagi yang akan menikah itu adalah Dyana dan Marcus?” Tanya Nania untuk memastikan.

__ADS_1


“Benar bu!” Jawab Frans yakin.


“Dan Kenzo telah menyiapkan semuanya.” Ujar Frans.


“Kau benar-benar pria sejati Frans. Pertama kau kehilangan Aleysa, tapi kau kini malah dekat dengan suaminya. Lalu kau kehilangan Dyana, tapi lihatlah malah tangan mu sendiri yang mengantarkan nya ke pelaminan. Putra ku pasti kelak akan mendapatkan jodoh yang sangat luar biasa dari tuhan sebagi imbalan semua kebaikannya selama ini. Aku sangat Yakini itu.” Tukas Nania sambil menepuk-nepuk Pundak Frans.


“Aamiin,. Semoga tuhan mendengar doa ibu dan mengantarkan jodoh ku besok pagi.” Kekeh Frans yang sebenarnya ingin mengguraukan perkataan sang ibu.


“Besok? Memang nya bisa Malaikat menurunkan wanita dadakan begitu!” Ejek Frans.


“Eeh.. kau Ifrans AKsena! Berani sekali kau meragukan kekuasaan tuhan!!!” Nania menjewer kuping putranya yang tengil itu.

__ADS_1


“Bu,, bu…Ampun!!” teriak Frans sambil memegang kupingnya. Jeweran ini benar-benar terasa sakit di kuping Frans.


“jangan-jangan ini bukan jeweran ibu nya melainkan jeweran malaikat karena pernyataannya yang nyeleneh.” Batin Frans.


“Bu.. ini sakit!!” Ujar Frans. “Iya!! Iya!! Aku percaya kalau tuhan akan mengirimkan jodoh ku besok pagi dan besok pagi juga aku akan menikah!!” Teriak Frans.


“Nah!! Itu baru putra ku!!” Ujar Nania sambil menepuk-nempuk tangannya puas.


“Sekarang kau tidur lah! Siapa tahu kau juga akan menikah besok pagi!” Goda Nania.


Mulut Frans sebenarnya gatal ingin menimpali perkataan sang ibu, tapi apalah daya, sakit di kuping nya tadi saja belum hilang, Frans sungguh tidak berniat untuk merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Seumur-umur seingat Frans, dia tidak pernah di jewer oleh Nania, dan lihat lah sekali nya mendapatkan jeweran dari sang ibu, telingan rasa mau putus.


__ADS_2