Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 16#Marcus#3


__ADS_3

Alesya menuju parkiran khusus direktur. Ya sebagai istri direktur dari perusahaan itu tentu saja Alesya tidak bisa bergabung dengan karyawan lainnya sembarangan. Setelah selesai memarkirkan mobilnya ia langsung naik ke lantai atas. Alesya sadar dia sudah sangat terlambat. Berangkat dari rumah jam 10 pagi, berurusan dengan pria gila hampir satu jam dan lihatlah kini sudah hampir sampai jam istirahat makan siang.


Alesya mempercepat langkahnya. Dia tidak mau ada bisikan-bisikan gaib yang tersebar di seluruh perusahaan jika ia bisa datang kapan saja karena ia adalah istri sang direktur.


Alesya terus melangkah dan ketika ia akan memencet tombol lift disaat bersamaan Marcus juga memencet tombol yang sama.


“Kau..” Ujar mereka serentak.


“Jangan sampai aku berurusan lagi dengan pria gila ini.” Gumam Alesya dalam hati dan langsung masuk ke dalam lift begitu pintu lift terbuka.


Marcus yang senang dapat melihat Alesya lagi tanpa harus mencari-cari alasan untuk dapat berjumpa dengan Alesya, berinisiatif membuka pembicaraan.


“Apa yang kau lakukan disini?” Marcus mencoba bertanya pada Alesya. Walau pun Marcus tahu Alesya seperti menghindari pembicaraan dengan nya.


Namun Alesya tetap diam, seakan-akan tidak ada Marcus sama sekali di lift itu.


Marcus melihat ke kiri dan ke kanan. Lalu dia tersenyum. “apa Cuma aku yang melihat kalau di dalam lift ini hanya kita berdua?” Ujar Marcus kemudian.


Alesya menghembuskan nafas dengan kesal. Dia sudah muak berurusan dengan pria gila ini. “Aku-“ baru saja Alesya akan menjawab Marcus segera memotong perkataannya.


“hah.. aku tahu, kau bekerja disini ya nona Alesya?” tebak Marcus. “Wah sudah jam berapa ini? Kau pasti akan dimarahi oleh bos mu?” celoteh Marcus, sambil tersenyum.


“Kalau sampai aku dimarahi maka itu semua karena ulah mu tuan Marcus.” Karena tidak tahan akhirnya Alesya buka suara.


“Bagaimana bisa itu menjadi salah ku, kaulah yang menabrak mobil ku nona Alesya.” Marcus terus memancing emosi Alesya sebab Marcus tahu dengan begitu Alesya akan terus berbicara dengan nya.


“Terserah lah.” Pintu lift terbuka dan Alesya pun keluar dari lift.


“apa yang kau lakukan?” Seru Alesya marah karena Marcus juga ikut turun di lantai yang sama dengan nya.


“Aku-heem.. aku memang ada urusan di lantai ini.” Jawab Marcus dengan enteng.


“Oh my god.!! Gerutu Alesya dalam hati. Bagaimana ia lupa kalau Marcus kesini untuk bertemu Kenzo.


“Apa kau kesini untuk bertemu tuan Kenzo?” Ujar Alesya, menghentikan langkah Marcus. “Kalau benar sebaiknya kau pulang saja sebab-“ Alesya tidak jadi meneruskan ucapannya karena dihadapannya kini Kenzo sedang berdiri bersama Jack.


“Sebab apa?” tanya Marcus tanpa melihat Kenzo sudah ada di hadapannya.


“Lupakan.” Alesya mendahului Marcus dan duduk di mejanya kerja.


Marcus melihat ke depan, awalnya ia mau meneruskan pembicaraannya dengan Alesya namun karena melihat Kenzo ada dihadapannya Marcus kembali ke niatannya semula datang ke perusahaan ini.


Kenzo pun demikian. Ia sengaja berdiri di depan meja Alesya bersama Jack sebab ia ingin menunggu Alesya datang. Pagi itu ketika bangun tidur, Kenzo tidak melihat Alesya ada di kamar. Ia pun sudah mencari Alesya ke seluruh ruangan di rumah sampai akhirnya ia tidak melihat mobil Alesya di garasi dan memutuskan untuk menelpon Dyana yang sedang bersama Skala di rumah kenalan ibunya. Karena merasa tidak ada yang janggal tentang Alesya dari keterangan Dyana maka Kenzo berpikir Alesya mungkin saja pergi ke perusahaan untuk bekerja. Maka Kenzo pun akhirnya pergi ke perusahaan.


Namun begitu sampai di perusahaan Kenzo melihat meja Alesya masih kosong. Kenzo ingin menelpon Alesya namun nomor istrinya itu sedang sibuk. Mungkin Alesya sedang menelpon seseorang pikir Kenzo. Itulah sebab nya ia kini berdiri di depan meja kerja Alesya bersama Jack untuk menunggu kedatangan Alesya.


Hanya saja niatannya untuk berbicara dengan Alesya terpaksa ia tunda sebab kini mata dan pikirannya terfokus pada pria yang menjadi musuh bebuyutannya selama ini.


“hallo tuan Marcus..” Jack berinisiatif menyapa Marcus terlebih dahulu. Sebab kalau situasi ini tidak segera di kondisikan maka dua orang anggota keluarga Dayson ini bisa saling baku hantam. “Lama tidak bertemu dengan mu.”


“heh.. kalian pasti senang tidak bertemu dengan ku.” Ujar Marcus. Aura permusuhan langsung terasa jelas antara Marcus dan Kenzo.

__ADS_1


“Sebaiknya kita bicara di dalam.” Jack mengingatkan Kenzo, karena Alesya yang tidak tahu apa-apa sedari tadi melihat ke arah mereka.


Kenzo menarik nafas dalam dan langsung pergi untuk masuk ke ruangannya. Marcus dan Jack mengikuti Kenzo.


Jack langsung menutup pintu. Ia tidak mau Alesya masuk ke dalam. “Silahkan duduk tuan Marcus.” Ujar Jack berusaha bersikap sesopan mungkin.


“Ada urusan apa kau kemari?” Kenzo langsung menanyakan maksud kedatangan Marcus ke tempatnya.


“Ada urusan yang mesti aku selesaikan dengan mu.” Jawab Marcus dengan aura dingin yang terpancar.


“Cepat katakan setelah itu kau bisa segera pergi,” jawab Kenzo, singkat. Kenzo selalu merasa tidak tahan bila berada satu ruangan dengan Marcus. Perasaannya selalu campur aduk. Bagi Kenzo dulu Marcus seperti bayang-bayang nya sendiri. Semua ia lakukan bersama Marcus. Tapi kini Marcus tidak lebih dari seorang musuh yang harus di patahkan sayap nya. Hanya saja hal itu tidak mudah, sebab apa yang Kenzo tahu saat ini ia pelajari dari Marcus. Marcus Lah yang mengajari nya segala hal lebih dari pada ayah nya sendiri.


“Kau tidak perlu khawatir aku kesini tidak untuk menghabiskan waktu mu yang berharga tuan Kenzo Dayson. Aku datang anya untuk memperingati mu. Delapan tahun lalu kau sudah mengambil segalanya dari ku. Membuat ku harus meninggalkan semua yang sudah aku bangun di kota ini. Kini aku sudah kembali. Aku akan melakukan hal yang sama. Bahkan jika ayah melarang ku untuk menyakiti mu, aku tidak akan menuruti nya. Jadi mulai sekarang perhatikan kemana kaki mu melangkah sebab aku akan mengambil apapun ada pada diri mu.” Marcus pun berdiri dan meninggalkan ruang Kenzo.


Marcus melewati Alesya begitu saja. “Mengapa aku seperti merasakan aura mereka sama?” Batin Alesya ketika melihat Marcus berjalan tanpa menoleh pada nya.


Sedangkan di dalam ruangan Kenzo, Kenzo hanya terdiam. Dia tahu dan sadar dia bukanlah tandingan Marcus sebab Marcus adalah gurunya, panutannya dalam dunia bisnis.


“Tenanglah tuan. Kita pasti bisa menghadapi tuan Marcus.” Ujar Jack yang tahu kondisi Kenzo yang tertekan.


“Kita harus lebih hati-hati mulai dari sekarang Jack.” kenzo berdiri dan melepaskan jasnya. “Jack tolong panggilkan Alesya.” Ya... benar. Disaat seperti ini Kenzo memerlukan ketenangan dan itu hanya bisa ia dapatkan dengan adanya Alesya di sampingnya.


“baik tuan.” Jack pun keluar untuk memanggilkan Alesya.


“Nyonya, tuan meminta mu ke ruangannya.”


Walaupun tadi pagi Alesya kesal setelah mendengar cerita Dyana tentang wanita yang ada di hati Kenzo, Alesya kembali berpikir sebelum ini juga ada pria lain di hatinya yakni ayahnya Skala. Bukankah posisinya dan Kenzo saat ini kurang lebih sama. pernah One Night Stand dengan orang lain dan menyimpan orang itu dalam lubuk hati mereka. Jadi sebaiknya Alesya memberikan Kenzo kesempatan untuk menceritakan semuanya pada nya sebab Alesya ingat dia sudah pernah menceritakan hal itu pada Kenzo sebelumnya. Bukankah yang terpenting dalam sebuah hubungan itu adalah kejujuran dan saling terbuka.


“Tuan Kenzo?” Alesya sengaja memanggil Kenzo demikian sebab beberapa hari yang lalu Kenzo sendiri yang memintanya untuk memanggil nya demikian.


Kenzo berjalan ke pintu dan mengunci ruangannya dari dalam. “kau sengaja menggoda ku nyonya Dayson?” Ujar Kenzo setelah selesai mengunci pintu ruangannya.


“Bukankah kau sendiri yang meminta ku untuk memanggil mu demikian jika kita sedang ada di kantor.” Terang Alesya.


“Benarkah?” Kenzo mendekati Alesya dan memeluk istrinya itu dari belakang.


“Tentu saja benar. Aku masih sangat ingat semua ucapan mu saat itu.” Jawab Alesya.


“Heeemmm aku tahu kau pasti ingat semua ucapan ku. Sebab pikiran mu kan selalu terfokus pad aku.” Ucap Kenzo sombong. “Tapi yang aku tanyakan, benarkah kau tidak tahu kalau aku mengatakan itu karena aku sedang sebal pada mu karena kau sudah menolak ku?” Kenzo meletakan dagunya di bahu Alesya. Tubuh Alesya yang lebih pendek dari nya membuat Kenzo sangat suka menopangkan dagu nya di bahu wanita itu.


“Heemm.. aku tahu kau marah pada ku karena hal itu. Yaah..mana tau kau masih ingin dipanggil seperti itu.” Alesya menggenggam tangan Kenzo.


“Aku malah ingin memanggil mu dengan sebutan istri ku di depan semua orang. Apakah aku boleh seperti itu nyonya Dayson?”


“kau memang seorang perayu ulung tuan Dayson.” Seru Alesya. “pasti sudah banyak wanita yang kena gombalan mu di luar sana.” Alesya mulai mencari celah untuk bertanya mengenai wanita yang diceritakan oleh Dyana pagi tadi.


“Sepertinya kau salah besar dalam menilai ku nyonya Dayson. Kau masih harus lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan ku. Oleh sebab itu kau tidak ku izinkan untuk meninggalkan ku seperti tadi pagi. Aku sangat kehilangan mu.’


“ kau mulai menggombal lagi tuan Dayson.” Alesya merasakan hatinya berbunga-bunga. Dia tahu Kenzo sedang merayu nya tapi katakan saja dia memang membiarkan dirinya masukan dalam semua rayuan manis suami nya itu.


Kenzo melepaskan pelukannya dan berjalan ke depan Alesya. “jadi apa yang akan kau lakukan untuk mengenal diri ku lebih dalam.” Seru Kenzo sambil mengambil tangan mungil Alesya dan menciumnya.

__ADS_1


Alesya jadi malu sendiri. Bagaimana setua ini dia baru bisa merasakan semua perasaan ini. Kemana saja ia selama ini. “ Mungkin mulai mendengarkan semua kisah cinta mu. Biar aku tahu siapa saja yang mencoba mencuri mu dari ku. Lalu aku bisa membuat kategorinya yang mana harus aku waspadai dan mana yang harus aku tidak waspadai.” Alesya menarik tangan Kenzo ke arah sofa. ‘Duduk lah, aku akan mulai menginterogasi mu.” Alesya memberikan Kenzo isyarat untuk duduk dengan matanya.


Kenzo tersenyum lalu ia pun menuruti Alesya untuk duduk di sofa itu. “Baik aku akan duduk dan mengikuti sesi interogasi mu dengan baik nyonya Dayson tapi...” Kenzo menarik tubuh Alesya sehingga dan menempatkannya di atas pangkuannya.”Kau harus duduk disini.” Kini Kenzo melingkarkan tangannya di pinggang Alesya.


“Kenzo, aku ini berat.” Seru Alesya.


“Ya.. aku tahu itu. Aku bisa merasakan kau sangat berat semalam.” Ujar Kenzo tanpa Filter.


Alesya menghela nafas sambil tersenyum malu.”tenanglah Alesya. Ini adalah momen yang tepat untuk kau bertanya soal gadis itu.” Batin Alesya.


“Ingat, kau harus menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur.” Alesya mengingatkan Kenzo sekali lagi.


“Heeemmm...” jawab Kenzo sambil menempelkan wajah nya di punggung Alesya. Saat ini dia merasa sangat tenang dan bisa melupakan masalahnya dengan Marcus untuk sesaat.


“Sepertinya kau ini terbuat dari obat penenang nyonya Dayson.” Gumam Kenzo tanpa sadar.


“Kau bilang apa Kenz...” Alesya tidak mendengar dengan jelas ucapan Kenzo.


Kenzo tersenyum dan mengatakan, “cepatlah, kau hanya punya waktu 5 menit untuk menginterogasi ku. Sebab sebentar lagi jam makan siang. Kecuali jika kau ingin menjadi menu untuk makan siang ku hari ini mungkin aku tidak keberatan untuk berlama-lama diinterogasi oleh mu nyonya Dayson.”


Alesya bergidik mendengar ucapan Kenzo. Dia tidak ingin hal yang terjadi di rumah juga terjadi di sini.


“ baiklah. Pertanyaan pertama.” Ucap Alesya was-was. “Apakah kau pernah mencintai wanita lain selain diri ku?” tanya Alesya pelan.


Alesya tidak mendengar Kenzo mengatakan apapun tapi ia dapat merasakan Kenzo menggeleng di belakangnya.


“Kenzo, aku tidak akan paham jawaban mu jika kau menjawabnya dengan isyarat seperti itu.”


“Tidak.Aku tidak pernah mencintai wanita lain selain diri mu. Kau yang pertama dan terakhir bagi ku.” Jawab Kenzo dengan suara beratnya.


Alesya mencoba untuk tidak merasa puas dulu dengan pernyataan Kenzo. Alesya kembali menarik nafas dan menghembuskan nya pelan. “Pertanyaan kedua,” Lanjut Alesya. “Apakah kau pernah tidur dengan wanita selain diri ku? Kalau ia apa arti wanita itu bagi mu.” Alesya menanyakan itu dengan hati-hati. Ia ingin melihat seterbuka apa Kenzo pada dirinya. Akankah Kenzo berkata jujur pada nya.


“Aku tidak pernah tidur dengan wanita mana pun selain diri mu. Kau yang pertama dan kau juga untuk selama nya.” Jawab Kenzo masih sambil menghirup wangi tubuh Alesya.


Alesya sedikit kecewa dengan jawaban Kenzo yang menurut Alesya tidak berkata jujur pada nya. Sementara Alesya tahu bahwa Kenzo pernah melakukan one night stand dengan seorang wanita dari Dyana. Tapi mengapa Kenzo menutupi hal itu? Apakah hubungannya dengan wanita begitu tidak berarti hingga Kenzo sama sekali tidak ingat pernah melakukan nya atau jangan-jangan hubungan dengan wanita itu sangat istimewa hingga Kenzo tidak ingin Alesya tahu ada wanita lain hatinya selain Alesya.


“Kau yakin dengan jawaban mu Kenzo?” Alesya memberikan kesempatan sekali lagi bagi Kenzo untuk berkata jujur.


“Percaya lah pada ku nyonya Dayson. Aku bersumpah demi-“


Alesya langsung memutar tubuh nya dan menutup mulut Kenzo dengan tangannya. Dia tidak ingin Kenzo bersumpah demi nama tuhan hanya untuk meyakinkannya. Apalagi Alesya berfikir Kenzo sedang tidak berkata jujur pada nya. Apa jadinya ia mengambil sumpah palsu untuk itu.


“Sudahlah Alesya.. itu semua masa lalu. Wanita itu adalah masa lalu Kenzo. Sedangkan kau adalah masa depannya. Bahkan jika wanita itu ada jauh di dalam hati Kenzo maka tugas mu lah untuk menendangnya keluar dari hati dan pikiran Kenzo.” Alesya mencoba menyemangati diri nya sendiri. Dia tidak ingin diri nya dibayangi oleh masa lalu nya atau masa lalu Kenzo.


********** bersambung...................


Aduuuh mereka mulai bucin.. bagaimana ini??


yang mengharapkan konflik.. sabar ya.. otor nanam bunga cinta dulu. besok-besok aja ya konfliknya.. hehe


Jangan lupa untuk like dan komen. Khusus untuk besok pagi jangan lupa VOTE di lapak otor ya.. biar karya otor juga bisa nangkring di beranda.. semakin banyak yang menunggu karya otor maka otor akan semakin semangat untuk menulis... hehehe..

__ADS_1


__ADS_2