Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#21


__ADS_3

“Ibu apa yang sedang kau rencana kan? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan wajah mu?” Tanya Agnes hati-hati. Agnes ingin tahu apa yang direncanakan oleh sang ibu. Setelah Agnes tahu maka Agnes akan mengatakannya pada Marcus agar Alesya selamat dari rencana jahat sang ibu.


“Wajah ku?” Seru Jenny sambil memegang wajahnya dengan hati-hati.


“Ini adalah bagian dari rencana ku.” Terang Jenny. Jenny sama sekali tidak menaruh curiga pada Agnes. Jadi menurut Jenny tidak akan masalah jika dia menceritakan semua rencana pada putrinya itu.


“Aku akan menggunakan wajah baru ku ini untuk membalas dendam ku pada Alesya.” Lanjut Jenny.


“Maksud ibu, aku sungguh tidak mengerti.” Agnes sengaja pura-pura tidak paham agar Jenny menceritakan rencananya lebih detail lagi.


“Aku akan mengatur pertemuan ku dengan putra Alesya setelah wajah ku pulih total. Aku yakin putra nya itu akan melihat kemiripan ku dengan ibu. Lalu sang putra akan mengatakan hal ini pada Alesya. Dengan begitu Alesya lah yang akan mencari ku.” Ucap Jenny tersenyum membayangkan betapa perfect nya rencananya.


“Setelah itu aku akan berpura-pura tidak mengenali Alesya dan mengatakan aku ini bukan lah orang yang Alesya maksud. Aku hanya lah seorang wanita miskin yang hidup dengan penghasilan ku yang seadanya.” Lanjut Jenny.


“Dan seperti yang kita tahu sayang, hati Alesya itu sangat lemah. Dia mudah kasihan melihat orang -orang yang dalam kesusahan. Aku yakin nanti dia pasti akan menawari ku pekerjaan di rumah nya dengan begitu aku dapat masuk ke dalam kediaman Kenzo Dayson. Jika sudah berada di dalam maka akan ku buat rumah tangga Kenzo dan Alesya bagaikan di dalam neraka. Dan putra nya akan ku didik menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab.” Terang Jenny yang terus tersenyum sepanjang dia bercerita pada Agnes.


Agnes yang mendengar rencana sang ibu bergidik ngeri. Kini sang ibu tidak lagi akan menggunakan kekerasan. Ternyata rencana nya lebih keji, dia ingin menghancurkan keluarga Alesya dari dalam. Merusak setiap kebahagiaan yang kali ini ada di tangan Alesya.


“Rencana yang sempurna bukan sayang?” Tanya Jenny pada Agnes.


“Heem... ya bu. Rencana yang sempurna.” Jawab Agnes yang tidak ingin Jenny menaruh curiga pada nya.

__ADS_1


Agnes sangat mengenal sang ibu. Kata-kata nasehat tidak akan pernah mempan pada diri Jenny, sehingga Agnes membuang jauh niatnya untuk menasehati sang ibu. Hati Jenny sudah berubah menjadi sangat hitam dan kelam. Tidak ada rasa iba terhadap orang lain di dalam sana. Yang tersisa hanya kebencian yang mempuni untuk Alesya.


“ Dan kau sendiri mengapa kau berada di sini Agnes?” Tanya Jenny akhirnya.


“Aku- “ Agnes diam sesaat lalu melanjutkan lagi perkataannya. “Aku dicelakai oleh Jasmin bu. Dia menyiksa ku lalu dia juga memberikan semacam ramuan beracun untuk membuat ku tidak memiliki keturunan. Sayangnya, dosis yang dia berikan pada ku terlalu tinggi sehingga merusak rahim ku dan membuat semacam tukak di dalam sini.” Jelas Agnes.


“Wanita itu benar-benar jahat!!” Gumam Jenny geram sebab ada orang yang menyakiti putrinya.


“Kau juga jahat ibu, sadar lah.” Rintih Agnes dalam hati.


“Dasar wanita tidak memiliki perasaan!!!” aum Jenny yang merasa kan kalau darah mendidih mengingat cerita Agnes tadi.


“Kau tenang saja Agnes, aku pasti akan membalas Jasmin yang telah menyakiti mu.” Tukas Jenny.


“Kau – kau baik-baik saja Agnes?” Tanya Jenny yang melihat ragu pada putrinya.


“Aku baik-baik saja ibu.” Jawab Agnes yang tidak sadar telah mengundang kecurigaan sang ibu.


“Agnes kenapa? Mengapa dia terlihat berbeda?” Tanya Jenny dalam hati.


“Lalu siapa yang membawa mu kemari? Dan semua fasilitas ini siapa yang membiayai? Apakah tuan Puji?” Tanya Jenny penuh selidik.

__ADS_1


“Tidak ibu, seorang dokter yang memeriksa ku sewaktu aku jatuh sakit di rumah tuan Puji lah yang telah memberikan semua kebaikan ini pada ku. Aku sungguh berhutang budi padanya.” Jawab Agnes.


“Benarkah?” Tanya Jenny, terlihat sangat ragu.


“Bagaimana bisa ada orang yang begitu baik dengan orang asing yang baru saja di kenalnya.” Ujar Jenny dalam hati sambil memperhatikan seluruh sudut ruangan VVIP itu.


“Siapa nama orang itu?” Lanjut Jenny bertanya.


“ Aku tidak tahu nama nya bu.” Bohong Agnes. Dia takut nanti ibunya akan mencari tahu tentang Marcus dan akhirnya akan tahu hubungan Marcus dan Kenzo. Itu bukan lah hal yang baik, pikir Agnes.


“Dia hanya membawa ku ke rumah sakit ini. Menyediakan semua pengobatan dan fasilitas ini tapi tidak pernah kembali lagi sejak saat dia mengantar ku kemari.” Lanjut Agnes berbohong.


“Benarkah.” Tanya Jenny yang tidak percaya begitu saja.


“ Tentu saja bu,” Jawab Agnes mencoba senatural mungkin.


Jenny mengitari tempat tidur Agnes, memeriksa setiap benda di ruangan itu dengan matanya.


“Apa ibu mencurigai sesuatu?” seru Agnes mulai gusar melihat gelagat sang ibu.


“Ibu sedang mencari apa?”

__ADS_1


**bersambung...


maaf ya kengkawan...🤧🤧🤧🤧.. akhir tahun sungguh sibuk!


__ADS_2