Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44 #Ujian Cinta#24


__ADS_3

Semua orang menunggu operasi Dyana dan Jack sambil terus berdoa supaya mereka dapat melewati operasi ini dengan lancar.


Cukup lama Kenzo dan Alesya duduk terpisah. Kenzo menunggu di depan ruang operasi Jack sedangkan Alesya menunggu di depan ruang operasi Dyana bersama Romano dan Mai.


"Sayang, pakai ini." Ujar Kenzo yang baru saja datang ke depan ruang operasi Dyana. memakaikan jasnya pada Alesya.


"terima kasih sayang."Balas Alesya. " Bagaimana kabar Jack? Apakah operasi nya sudah selesai?"


"Ya, baru saja. Sekarang dia sudah berada di kamar perawatan. Kaki kiri dan tangan kanan nya patah" jawab Kenzo sambil memeluk istrinya. "Kau pasti kedinginan kan sayang?" ujar Kenzo pada Alesya ketika merasakan tubuh istri nya sangat dingin karena memang suhu ruangan di rumah sakit itu cukup dingin. Apalagi di malam hari makin terasa semakin dingin ditambah lagi Alesya menggunakan gaun yang tidak berlengan malam ini.


"heem.. sedikit." Ujar Alesya bohong, padahal dia merasakan sangat kedinginan sedari tadi.


Mai terus melihat interaksi antara Kenzo dan Alesya yang ada tepat di depannya. Hatinya terasa sakit karena selalu menyaksikan cinta antara dua sejoli ini.


Romano tahu kalau putrinya saat ini sedang merasa sakit hati melihat bagaimana Kenzo memperlakukan Alesya. Tapi benar kata Kenzo, kalau sudah saat nya Romano berhenti memanjakan Mai. Sudah saatnya bisa berpikir dewasa. Mungkin rasa sedih dan kecewa dapat membuat nya berpikir dewasa di akhir-akhir masa hidupnya. Itulah mengapa Romano hanya dia saja tanpa berkata apapun. Hanya membiarkan Mai hanyut dalam rasa sedih dan cemburu.


Kenzo benar-benar tidak memperdulikan baik Romano ataupun Mai yang ada disana. Bagi Kenzo yang ada di tempat itu saat itu hanya lah diri nya dan Alesya.

__ADS_1


"Kalau kau di sini, siapa yang menjaga Jack di sana?" tiba-tiba Alesya teringat kalau Jack akan sendirian di kamar nya.


"Aku sudah meminta perawat khusus untuk menjaga nya." jawab Kenzo.


"Heemm... bagaimana kalau aku meminta Monica untuk datang dan menjaga Jack." Sebuah ide brilian muncul di kepala Alesya. mengapa tidak meminta Monica saja untuk menjaga Jack. itung-itung mempercepat proses perjodohan mereka.


"kau ini bisa saja nyonya Dayson!! sempat-sempatnya kau berpikir untuk melanjutkan misi perjodohan mereka disaat-saat seperti ini." Kenzo menyentil hidup mancung istrinya itu.


"Sambil menyelam minum air. ."jawab Alesya sambil tersenyum.


"ih!! jorok!! mana ada orang nyelam sambil minum air.. apalagi kalau nyelam nya di laut."Jawab Kenzo sengaja memplesetkan kata-kata Alesya.


Sejak mendengar kalau Dyana dan Jack mengalami kecelakaan ini karena ulah Mai, rasa simpati Alesya kepada Mai pun langsung Buyat saat itu juga. Dia kini benar-benar kehilangan rasa simpati yang sempat ada di hatinya untuk Mai. Itu lah mengapa Alesya tidak segan-segan untuk menunjukkan cinta nya dan Kenzo di depan Mai.


"Apa kau sudah mengabari Skala?" tanya Kenzo pada Alesya. Kenzo yakin Skala pasti akan sangat marah kalau sampai Kenzo dan Alesya tidak mengabari nya tentang kecelakaan yang menimpa Dyana.


"Aku sudah menelpon ayah, nanti ayah yang akan mengatakan hal ini pelan-pelan pada Skala." Jawab Alesya sambil memegang erat tangan Kenzo. "Apa operasi nya belum selesai?" tanya Alesya sambil terus menatap pintu ruang operasi.

__ADS_1


"seperti nya belum." jawab Kenzo. Matanya sedari tadi fokus pada tulisan di depan ruang operasi itu 'operasi sedang berlangsung' menunggu kapan tulisan itu akan segera berganti.


"Apa kau ingat sayang, dulu kita juga pernah duduk menunggu persis seperti ini ketika menunggu Skala keluar dari ruang operasi waktu itu." Ujar Kenzo yang tiba-tiba teringat pada operasi Skala pasca penculikan beberapa waktu yang lalu dimana dia dan Alesya juga duduk untuk jangka waktu yang sangat lama yang mereka sendiri tidak tahu kapan operasi itu akan selesai.


"tentu saja aku ingat saat itu. Aku tidak akan pernah bisa melupakan saat-saat itu sayang" Alesya menyandarkan kembali kepala nya pada pundak Kenzo. "Aku benar-benar tidak menyangka kita akan kembali mengalami hal ini." Ujar Alesya, terdengar sedih.


"Semoga ini adalah terakhir kalinya kita duduk menunggu di depan ruang operasi seperti ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi orang yang kita sayangi yang mengalami hal serupa." Ucap Kenzo, lalu mengecup pucuk kepala istrinya itu.


" Aamiin.." Ujar Alesya pelan.


Mai yang sedari tadi tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kenzo dan Alesya, terus memegang dada nya yang terasa sakit. Entah karena penyakitnya yang mulai kembali terasa karena dia tidak ada meminum obat nya sejak siang atau karena hati nya yang mulai hancur lebur di dalam sana...


Kesadaran Mai pun perlahan menghilangkan seiring dengan rasa sakit yang kian terasa di dadanya...


"Mai!! kau kenapa nak!!!!!..."


***bersambung...

__ADS_1


(kira-kira Mai kenapa ya kengkawan??)


__ADS_2