
"Nyonya... seperti nya tempat ini telah di kepung oleh orang -orang nya tuan Kenzo Dayson."ujar Dion, salah seorang anak buah nya Jenny.
"Semua nya jadi berantakan begini!!!" Berang Jenny sambil melempar gelas yang dia pegang.
Beberapa saat yang lalu, Jenny telah meminta anak buah nya yang sedang menjadi warga di lingkungan itu untuk mengadakan semacam pesta atau perayaan atau apa lah itu, yang penting bisa menciptakan keramaian di tempat itu.
Tapi hal itu tidak dapat terlaksana karena beberapa hari ini lingkungan mereka akan ada penilaian untuk kebersihan lingkungan jadi untuk sementara warga di larang membuat acara yang membuat keadaan lingkungan kotor kecuali pesta pernikahan.
Jenny terlihat resah hingga sebuah ketukan pintu terdengar di tempat Jenny sedang bersembunyi saat itu.
☘️☘️☘️☘️
"Kalian tunggu di sini." Ujar Daffa pada pengawal pribadi yang ditugaskan oleh ayah ya Aldian Reza Kusuma untuk menjaganya.
"Kalian juga tunggu saja disini. Aku dan Daffa akan masuk ke perumahan itu." Ujar Skala pada pengawal nya
Sebagai tuan muda dari keluarga yang sangat kaya raya, Daffa dan Skala memang selalu di dampingi oleh beberapa orang pengawal.
Bahkan belakangan ini penjaga untuk mereka berdua nya semakin ketat oleh kedua orang tuan mereka, sungguh membuat mereka risih dan malu karena kemana-mana pasti selalu ada yang mengikuti. Persis seperti saat ini.
__ADS_1
Daffa dan skala yang ingin mengunjungi salah seorang teman sekelasnya pun ke dalam sebuah komplek, tetap saja datang seperti layaknya pejabat mau pergi kampanye ke desa-desa, banyak penjagaan nya.
Jadi wajar jika berdua merasa tidak nyaman.
Para pengawal itu saling pandang. Mereka sungguh tidak bisa membiarkan kedua tuan muda ini untuk masuk sendirian tapi kedua tuan muda ini bersikeras untuk melarang mereka ikut.
"Paman!!" seru Ska pada salah seorang pengawal, "Lihat lah, tempat ini hanya sebuah komplek perumahan. Menurut mu, apa mungkin ada penjahat besar yang akan bersembunyi di sebuah komplek perumahan?" Tanya Skala dengan mempertajam pandangan nya pada para pengawal itu bergantian.
"benar sekali! Lagi pula kalian masih bisa mengawasi kami dari jauh!" Daffa pun ikut meyakinkan para pengawal itu untuk tinggal
Walaupun ragu tapi akhirnya mereka pun setuju untuk tetap berada di pintu masuk komplek.
"Naah...gitu dong!" sorak Skala yang kemudian tersenyum dan pergi ke dalam kompleks bersama Daffa.
"Aku memang belum pernah kemari, tapi berdasarkan share location yang dikirim oleh Rama tadi seharusnya rumah nya ada di komplek ini."Jawab Skala.
Daffa dan Skala dalam perjalanan menuju rumah salah satu teman sekelas mereka yang bernama Rama.
Rama ini adalah anak baru,yang pindah ke sekolah mereka. Baru sekali, bahkan sepuluh hari pun belum sampai semenjak Rama menjadi teman kelas Daffa dan Skala.
__ADS_1
Tapi aneh nya Daffa dan Skala langsung bisa akrab dengan Rama yang notabene baru saja mereka kenal.
Ini adalah hari kedua Rama tidak masuk sekolah sehingga tanpa keterangan.
"Bagaimana kalau ternyata dia tidak sakit?" tanya Daffa.
"Ya, kalau begitu aku akan menjitak kepala nya karena telah membuat kita jauh-jauh datang ke sini." Jawab Ska marah.
"Apa masih jauh?"Daffa kembali bertanya.
Skala terlihat melihat ke kiri dan ke kanan.
"Seperti nya itu rumah nya." tunjuk Ska pada rumah berwarna putih dengan genteng merah.
Daffa dan Skala pun berjalan ke arah rumah itu dan mengetuk pelan pintu rumah itu
Dari dalam sebuah rumah Jack melihat tuan muda nya masuk ke dalam rumah yang menjadi tempat persembunyian Jenny..
"Astaga! apa yang tuan muda perbuat disini?" Seingat Jack, saat ini Skala sedang bersama Daffa, putra dari tuan Aldian Reza Kusuma.
__ADS_1
"Tuan Kenzo pasti akan sangat marah begitu tahu tuan muda Skala ada di tempat ini."
Jack yang baru saja tiba di tempat itu langsung menelepon Kenzo untuk melaporkan hal ini