Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 43#satu Frekuensi#1


__ADS_3

Kini hanya tinggal Jack yang sedang merenung. Bukan perkataan Monica tadi yang menjadi beban pikirannya saat ini. Tapi bagaimana dia akan menghadapi Kenzo setelah dua kali membuat penangkapan Jenny gagal. “tamatlah riwayat ku kali ini” Gumam Jack sambil mengacak-acak kasar rambutnya.


Jack pun keluar dari kantor polisi itu. Dia awalnya berniat untuk menelpon Kenzo tapi dari pada dimarahi dua kali oleh Kenzo maka lebih baik dia mengakui kesalahannya secara langsung pada Kenzo. Walaupun Jack tidak tahu apa yang akan Kenzo lakukan pada nya.


Jack berjalan ke arah mobilnya dengan tidak bersemangat. Hari ini entah mengapa dia benar-benar bodoh. “apa aku terlalu capek ya?”gumam Jack pelan. Memang menjadi asisten seorang Kenzo Dayson bukanlah sebuah pekerjaan yang ringan. Mulai harus mengurusi urusan kantor hingga urusan pribadi Kenzo dan bahkan keluarga.


“hem!! Aku harus tetap bersemangat!!!” Jack menyemangati dirinya sendiri karena menjadi asistennya Kenzo adalah jalan kehidupan yang sudah Jack pilih. Apalah jadi nya Jack dan keluarganya saat ini jika dahulu Kenzo tidak hadir dalam hidup mereka dan membantu mereka keluar dari lubang neraka. Bahkan jika harus memberikan nyawanya untuk melindungi Kenzo maka Jack akan dengan suka rela memberikannya.


Selama bekerja dengan Kenzo, Jack hampir dapat dikatakan tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun. Entah kesialan apa yang telah dituliskan di dalam takdir hidup nya hari ini sehingga dia benar-benar bukan seperti dirinya.


Jack langsung masuk ke mobil milik nya yang diantarkan oleh anak buahnya. Lalu dia menghidupkan mobil itu. Dia ingin segera sampai ke tempat Kenzo. Jika harus menerima amarah Kenzo, dalam pikiran Jack, lebih cepat lebih baik.


Tanpa melihat ke kiri dan ke kanan, Jack langsung memajukan mobilnya untuk keluar dari tempat ia parkir dan..


“Bugh!!!” Mobil Jack menghantam mobil yang sedang melintas di depannya.


“Shh**iitt! apa lagi ini...!” ujar jack memegang kepala nya yang terhempas ke stir mobil akibat tubrukan dengan mobil di depannya.


Terlihat si pemilik mobil itu keluar dengan wajah kesal.. tapi yang membuat Jack lebih terkejut ialah ketika ia melihat siapa pemilik mobil itu..


“hah? Kenapa harus dia lagi?” Ujar Jack jengah karena ternyata si pemilik mobil yang baru saja di tabrak oleh Jack adalah Monica.


Monica berjalan ke arah mobil Jack dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Begitu sampai di pintu supir, Monica langsung menggedor kaca mobil itu dengan kerasnya.


“lo bisa nyetir gak sih!!!! Cepatan keluar!!!!” teriak Monica dari luar. Dia tidak terima mobil yang baru ia beli dari cacat seperti itu.

__ADS_1


Jack sebenarnya benar-benar malas jika harus berurusan dengan Monica lagi. “kenapa aku selalu sial jika bertemu dengan wanita ini.” Ucap Jack dalam hati. Mau tidak mau, Jack menurunkan kaca mobilnya dan melihat Monica dengan tampang awut-awutannya.


“kau!!” Tunjuk Monica dengan jari telunjuknya.


“harusnya aku yang berkata begitu.” Gumam Jack pelan.


“cepat keluar dari mobil! Atau aku akan memanggil polisi!!!”ancam Monica yang mengira Jack takut untuk keluar dan menghadapi nya.


“kau tidak perlu berteriak seperti itu! Aku dengar semua yang kau katakan!! lagi pula kita masih dalam kawasan kantor polisi” Seru Jack malas.


“Kalau begitu cepat keluar!!!” Ucap Monica sambil setengah berteriak.


“Hei nona!! Bagaimana aku bisa keluar kalau kau menghambat aku untuk membuka pintu ku!!” Jack menatap kesal pada Monica yang sedari tadi berteriak menyuruhnya keluar tapi malah berdiri bagai model di depan pintunya.


“Bagaimana aku bisa buka pintu kalau dia berdiri disitu!!” gerutu Jack.


Jack yang melihat Monica sudah tidak lagi berdiri di dekat pintu mobilnya, akhirnya dapat membuka pintu itu dan keluar dari mobil.


“serahkan saja nomor rekening mu! Aku akan mentransfer semua biaya yang kau habis kan untuk memperbaiki mobil ini.”Ujar Jack begitu sampai di dekat Monica.


“sok kaya!!!” Gumam Monica dalam hati.


“bagus kalau kau masih punya otak untuk mengganti semua kerusakan mobil ku ini!!” Ucap Monica, jutek.


“hei nona!! Perhatikan kata-kata yang keluar dari mulut!! Percuma wajah mu cantik tapi lidah mu beracun!” ungkap Jack yang tersinggung dengan kata-kata kasar Monica barusan.

__ADS_1


“memangnya apa yang salah dengan perkataan ku?” Ucap Monica nyolot. ”kalau benar kau punya otak dan otak mu masih berfungsi dengan baik maka kita pasti tidak akan kehilangan Jenny. Itu saja sudah membuktikan kalau otak mu hanya sebatas aksesoris.” Monica terus memuntahkan semua rasa kesal yang ia rasakan hari ini pada Jack.


“heh! Kalau bukan karena kau yang memprovokasi keadaan tadi, aku dan Kapten Dio pasti tidak akan terbawa suasana dan bisa berpikir lebih objektif tadi.” Tegas Jack, dia tidak terima terus-terusan di maki dan disalahkan oleh Monica.


“Cih!! Sudah tahu salah, masih saja berkilah!!”


“Kau!!” Tunjuk Jack pada Monica. Suasana antara Jack dan Monica semakin memanas..Jack bahkan hampir tidak bisa menahan dirinya. Untung saja Kenzo dan Alesya datang tepat waktu.


“Jack, cukup!!!” seru Kenzo sambil berjalan ke arah Jack dan Monica.


“tuan Kenzo?” Jack terkejut mendapati kedatangan Kenzo yang secara tiba-tiba itu.”kenapa tuan kembali?” tanya Jack gugup. Dia berpikir Kenzo pasti akan langsung memarahinya saat itu juga di depan Alesya dan Monica. Jack pun hanya pasrah seandainya benar Kenzo melakukan hal tersebut.


“Kapten Dio menelpon ku dan menceritakan semuanya pada ku. Itulah mengapa aku dan Alesya kembali kemari.” Jawab Kenzo dengan wajah datar, membuat Jack semakin takut jangan-jangan akan ada gelombang amarah yang besar di baliknya.


“tuan, saya-“ Jack ingin meminta maaf pada Kenzo tapi ucapan nya langsung di potong oleh Alesya yang sudah melihat raut wajah Jack yang penuh dengan bersalah.


“sudah-sudah!! Ceritanya nanti saja.” Ujar Alesya cepat-cepat memotong ucapan Jack.


“ini mobil kalian berdua kenapa?” Alesya memperhatikan mobil Jack dan Monica bergantian. Terlihat kedua mobil itu penyok. Jack penyok di bagian depan sedangkan Monica penyok di bagian samping.


Kalau Alesya melihat mobil Jack dan Monica, beda hal dengan Kenzo. Dia malah sibuk memperhatikan wajah Jack dan Monica yang memancarkan aura kebencian satu dengan lainnya.


“Alesya!! Minta mereka berdua untuk ikut mobil kita saja.” Ucap Kenzo pada Alesya.


“dan kau Jack, segera telpon bengkel mobil untuk membawa kedua mobil ini.” Perintah Kenzo pada Jack.

__ADS_1


Jack pun langsung menelpon pihak bengkel. Sambil menelpon Jack masih melihat sinis ke arah Monica yang terlihat juga melihat sinis padanya.


***bersambung....


__ADS_2