
Frans berjalan meninggalkan ruangan atas butik itu. Kini kaki Frans menuju Lift sebab ia ingin keluar dari gedung itu secepatnya mungkin. Makin lama Frans disana maka akan semakin sulit dia menutupi luka hatinya. Frans takut Plaster hati yang dimiliki nya tidak cukup untuk menutupi luka yang ada didalam sana.
Frans melangkahkan ke dalam lift lalu menekan tombol L. Sambil menunggu lift itu berhenti, mata Frans hanya fokus melihat ke arah angka yang silih berganti, hingga...
"Ting..." Bel tanda pintu lift itu terbuka pun berbunyi.
Melihat pintu lift terbuka Frans pun segera ingin keluar. Dengan beban hati yang cukup menyiksa kali ini Frans pun ingin pergi ke suatu tempat yang dapat menenangkan nya.
Frans pun melangkahkan kakinya menuju keluar lift tapi tiba-tiba...
"BrukK.." Seseorang menabrak tubuh Frans dengan sangat tiba-tiba dan sangat keras hingga Frans yang tidak ada pertahanan sama sekali itu jadi terhoyong ke belakang dan mendarat dengan sempurna di lantai lift yang kebetulan isinya hanyalah dirinya sendiri.
Frans merasa sakit di pantat nya sebab dirinya yang terduduk dengan kasar ke lantai lift tapi yang membuat hal itu semakin menyakitkan karena ada seorang wanita yang ikut jatuh tersungkur di atas tubuh Frans. seorang wanita yang lengkap dengan pakaian pengantin. Kini wanita itu tengah menatap Frans dengan bingung.
"Cepat tangkap nona muda!!!" Terdengar suara beberapa pria berteriak dari luar. Derap kaki mereka pun dapat Frans dengar dengan jelas oleh Frans.
"Mati aku!! Mereka datang!" Seru Stephanie, segera bangkit tanpa berkata maaf pada Frans yang masih terduduk di lantai lift itu.
Stephanie langsung menekan tombol lift paling atas. Kemudian langsung bersandar di salah satu dinding lift sambil bernafas lega. Saking leganya tubuh Stephanie merosot ke bawah. Kini posisi Stephanie sama -sama duduk dengan Frans., membenamkan kepalanya ke kedua lututnya.
Stephanie benar-benar lupa bahwa dirinya tadi menabrak seseorang ketika kabur dari para bodyguard kakaknya.
"Dasar wanita gila!!" Ketus Frans sambil berdiri dan merapikan bajunya. Frans sungguh berpikir hari-hari nya belakang ini sungguh sial. Pertama cintanya yang tak terbalaskan. Sekarang harus terjebak satu lift sama wanita gila yang membuat nya gagal untuk keluar dari lift dan terpaksa harus ikut lagi ke lantai atas.
Stephanie langsung menoleh ke arah Frans mendengar gumaman Frans yang tidak bisa dikatakan kecil itu.
"Apa yang barusan kau katakan? wanita gila? aku?" tanya Stephanie dengan wajah marah. Selama hidup nya tidak ada yang berani memakinya. Tapi laki-laki yang baru ia jumpai ini baru saja mengatakan kata-kata makian yang pertama kali Stephanie terima.
"Memang nya ada wanita lain di lift ini." jawab Frans sinis. Sama sekali tidak memandang ke arah Stephanie. Dia tidak mau berurusan dengan wanita yang terlihat tidak waras.
"Memakai pakaian pengantin lengkap, palingan nih cewek sedang kabur dari pengantin nya." batin Frans, yang benar-benar tidak mau ikut campur.
"Hei!! jaga mulut mu!!! seenaknya saja kau bicara!"Balas Stephanie yang tidak suka mendengar ucapan Frans.
Frans tidak ingin menggubris perkataan Stephanie. Dalam pikiran Frans cuma orang gila yang mau meladeni orang gila pula. Dan dirinya bukan lah orang gila. Jadi Frans hanya diam setelah memencet tombol lobi sekali lagi.
__ADS_1
"Kenapa kau diam!!Kau sudah menyadari kesalahannya mu? TERLAMBAT!! aku sudah keburu kesal!" ucap Stephanie sambil menghentakkan kakinya.
"Akan aku laporkan pada Stephan. Saudara kembar ku itu tidak akan mengampuni mu!" Seru Stephanie berapi-api.
Sekali lagi Frans hanya diam mendengarkan ocehan Stephanie.
"Tapi bagaimana aku bisa melaporkan mu pada Stephan, dia pasti akan menyeret ku pulang dan memaksa ku menikah dengan James. Hemm ... bagaimana ini? Apa kau ada ide?" Tanya Stephanie sambil menarik celana Frans beberapa kali.
Frans yang mencoba mengacuhkan wanita aneh yang baru dia jumpai ini, jadi semakin kesal. Kerutan-kerutan kecil pun muncul di keningnya kini.
"Menyebalkan sekali wanita ini!" Teriak Frans frustasi.
"Hei!! aku bertanya pada mu!! kenapa kau diam saja? Kau bisu ya?" Ucap Stephanie asal.
"Wah tidak mungkin dia bisu? bukan kah tadi dia mengatai ku wanita gila?" ucap Stephanie pada dirinya sendiri di depan Frans. Membuat kerut di wajah Frans semakin banyak.
"Hei ..hei!! apa kau jadi mendadak bisu?" Tanya Stephanie sekali lagi, masih sambil menarik-narik celana Frans.
"Hei!!" Teriak Stephanie.
Frans yang tahu kalau si wanita gila tidak menyadari bahwasanya dia sudah sampai di lantai atas, sengaja dia sebagai bentuk balasan karena wanita ini sedari tadi mengganggu nya.
"Rasakan itu .."gumam Frans dalam hati.
Ketika pintu lift itu tertutup kembali Stephanie baru menyadari kalau dia sudah terlambat untuk keluar.
"heei!! kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kita sudah sampai??" sebut Stephanie dengan wajah manyun ke Frans.
Tapi sama seperti tadi, Frans tidak menghiraukan nya.
"Kau!!!" Tunjuk Stephanie sambil berdiri. "Dasar laki-laki gila!!" Serunya marah. Dan kembali mencet tombol ke lift lantas paling atas.
"Akan ku balas kau nanti." Gumam Stephanie dalam hati.
Stephanie dan Frans pun hanya diam tidak bicara apapun lagi hingga lift itu sampai lantai dasar.
__ADS_1
"Ting..." terdengar bunyi pintu lift yang terbuka untuk ketiga kalinya.
Stephanie pun langsung tersenyum smirk.
Dengan sengaja Stephanie menekan tombol tutup lalu berjalan ke samping guna menghalangi Frans untuk dapat keluar dari lift.. dan ya, Stephanie berhasil. Kini pintu lift itu tertutup dan membawa mereka berdua kembali ke lantai atas.
"Kau!!!" sebut Frans yang kesal dengan perbuatan Stephanie. "Kau sengaja membuat ku tidak bisa keluar!" Berang frans.
"Kau pun tadi berbuat hal yang sama." ucap Stephanie tanpa rasa bersalah. Sungguh kekanak-kanakan.
"Kapan aku membuat mu tidak bisa keluar dari lifft???!!" protes Frans frustasi.
"tadi.." jawab Stephanie yakin.
"tadi? hei nona gila dengar kan aku. Aku tidak melakukan apa-apa tadi jadi mana mungkin aku yang menyebabkan mu TIDAK KELUAR DARI LIFT!!!" bentak Frans yang benar-benar marah karena Stephanie membuat nya harus turun naik lift berkali-kali.
"Ya benar! Karena kau tidak berbuat apa-apa itu yang menyebabkan aku tidak keluar dari lift ini ketika lift ini sudah sampai ke atas!" Stephanie seenak nya saja memarahi Frans.
"Kau??!! Dasar wanita gila!!!" Maki Frans.
"kau yang laki-laki gila!" Seolah tidak mau kalah, Stephanie pun balik memaki Frans.
Kini mereka berdua terpaksa naik lagi ke lantai atas untuk kedua kalinya di lift yang sama bersama.
**bersambung..
"shopee 1212??"...
"Pakeeet??"...
"Ashiaaap...."😂
paket Frans kayaknya datang tuh.., melalui paket gratis ongkir di promo shopee 1212...
bakalan di terima Frans.. atau Frans akan komplain balik ke pengirim nya sebab kayak paket Frans rada eror otaknya😂
__ADS_1
*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.