Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#7


__ADS_3

“Stephanie minggir!!” Stephan mendorong kasar saudari kembarnya hingga Stephanie terjatuh ke samping.


“Aaa..” pekik Stephanie ketika tubuhnya terhempas ke lantai akibat dorongan dari saudara kembarnya.


“Kau itu manusia atau tidak, ha??” Seru Frans yang merasa kasihan Stephanie diperlakukan kasar oleh Stephan.


Meskipun Stephanie sedari tadi membuat Frans kesal, tapi Frans tetap tidak bisa membiarkan Stephanie diperlakukan seperti itu. Terlebih lagi yang melakukan hal ini pada Stephanie adalah saudara nya sendiri. Yang sekilas Frans lihat wajah mereka sangat mirip.


“Kau pasti adalah kekasih Stephanie kan?! Berani sekali kau membawa Stephanie kabur!!” Bentak James yang sedari tadi berdiri di belakang Stephan.


James melangkah ke arah Frans. James terlihat hendak melayangkan tinjunya pada Frans, tapi kali ini berbeda dengan serangan mendadak dari Stephan tadi. Kali ini Frans dengan sigap menghindar lalu dengan cepat meyalangkan sebuah tinju ke wajah James.


“Siapa lagi pria ini?!!!” Ujar Frans sambil meludah ke samping.


“mengapa ada banyak sekali laki-laki yang mengejar wanita gila ini?” Gumam Frans dalam hati yang heran mengapa ada banyak sekali pria yang mengejar-ngejar Stephanie . Walaupun wajah wanita ini memang cantik tapi otaknya sangat miniatur. Benar-benar wanita yang payah.


“Aku ini tunangan wanita yang kau bawa kabur itu!!” James bangkit dan ingin membalas Frans. Kali ini James mengeluarkan sebilah pisau kecil dari saku nya dan mengarahkan pisau itu kepada Frans. “Ini adalah harga yang harus kau bayar karena telah berani membawa kabur pengantin ku di hari pernikahan kami.” Seru James sambil mengarahkan pisau itu ke arah Frans.


Tapi Stephanie melihat hal tersebut dan dengan cepat menghalangi pisau itu menembus perut Frans. Hanya saja sebagai gantinya kini pisau itu malah bersarang di perut nya.


Stephanie tersenyum dan berkata kepada Frans,”Ternyata sakit sekali.. aku kira tidak akan sesakit ini.” Stephanie pun pingsan dan jatuh dalam pelukan Frans.


Stephan yang melihat saudari kembarnya tertusuk pisau milik James, otomatis menarik James dan menghajarnya.

__ADS_1


“Dasar pria brengsek!! Apa yang telah kau lakukan pada adik ku!!!” Seru Stephan marah dan terus melayangkan tinju nya pada James hingga pria itu berkali-kali tersungkur ke lantai.


“Berani sekali kau menyakitinya!!!!!” Amuk Stephan dan memukuli wajah James tanpa ampun.


Frans yang melihat Stephan tidak akan berhenti memukuli James sebenarnya tidak keberatan bahkan jika Stephan memukuli pria itu sampai mati hanya saja Stephanie saat ini sedang dalam keadaan darurat. Darah yang mengalir dari bekas tusukan itu sangat banyak mengalir.Kalau Frans menunggu Stephan berhenti takutnya nyawa Stephanie pun ikut berhenti, maka Frans berinisiatif untuk membawa Stephanie ke rumah sakit dengan cara menggendong wanita itu. Semoga jika sang kakak melihat hal ini tidak melayangkan tinju nya juga pada Frans.


“Aku akan membawa adik mu ke rumah sakit. Kau bisa memukulinya sebanyak yang kau mau.” Ujar Frans ketika melewati Stephan yang sedang memukuli James dengan menggendong Stephanie ala bridal style.


Stephan yang melihat Frans lewat langsung menghentikan aksi nya. Dia berdiri dengan elegan dan melihat tajam pada James, “ mulai detik ini, pernikahan mu dan Stephanie aku batalkan. Dan kau jangan pernah lagi tunjukan dirimu di depan mata ku. Atau kau tanggung sendiri akibatnya.” Ujar Stephan sambil mengangkat kakinya dari pipi James. James terlihat sungguh mengenaskan.


“Kalian urus dia. Potong tangannya yang telah berani menusukkan pisau pada saudari ku.” Perintah Stephan pada anak buahnya.


Stephan meninggalkan James untuk di urus oleh anak buahnya dan mempercepat langkahnya mengikuti Frans yang sedang membawa Stephanie bersamanya.


“Si Frans benar-benar laki-laki tidak berguna?!!!!” Seru Marcus yang masih merasa kesal pada Frans. Bisa-bisa nya laki-laki brengsek itu berbuat seperti ini pada Dyana. Apa yang akan Dyana katakan ketika tidak melihat Frans dan malah diri Marcus nanti.


“Sudah selesai tuan! Silahkan keluar. Calon pengantin wanita mu sudah menunggu di luar.” Ujar salah seorang staff yang memang sengaja diminta untuk mengatakan hal itu pada Marcus.


Hati Marcus langsung bergetar ketika mendengar perkataan staf tersebut yang dikira oleh Marcus hanya karena si staf tidak tahu bahwa calon pengantin sebenarnya sedang duduk di luar sana.


“Mari tuan..” Si staf pun mempersilahkan Marcus untuk keluar.


Sesampainya di luar...

__ADS_1


Mata Marcus langsung terpaku melihat penampilan Dyana dalam balutan gaun pengantin serba putih dengan potongan lever V yang memperlihatkan bahu putih dan mulus milik Dyana serta leher Dyana yang jenjang. Marcus sangat mengagumi penampilan wanita yang dicintai nya ini. Meskipun Dyana dibantu berdiri oleh dua orang Staff butik, sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.


Dyana sama sekali tidak menyadari kalau Marcus tengah berdiri di belakangnya hingga staff butik yang membantunya berdiri mengatakan, “ Wah nyonya.. pengantin pria mu sungguh tampan dan mempesona.”


Mendengar perkataan si Staff itu sebenarnya Dyana malas untuk berbalik.


“Kau tidak perlu malu-malu untuk melihat pengantin pria mu nona!!” Goda Si staff yang satu nya. “Pria seperti ini sungguh langka.” Sambung si staff.


“Kau benar sekali. Sebanyak ini aku bertemu dengan pengantin pria selama aku bekerja disini, ini adalah pengantin pria pertama yang berhasil membuatku ikut merasa deg-degan melihat tatapannya. Walaupun aku tahu tatapan itu pasti dia arahkan nya ke nona cantik ini.” Lanjut si staf masih tetap menggoda Dyana.


“Ayo lah nona.. lihat sebentar pengantin pria mu.” Desak staff butik yang satunya.


“benar nona..atau begini saja, jika kau masih malu melihatnya, kau lihat saja cermin yang ada di depan mu maka kau akan dapat melihat bahwa calon pengantin pria mu itu sama sekali tidak berkedip satu kali pun dari tadi. Dia terus memandangi diri mu.” Bujuk Staf butik yang satunya lagi.


Hanya sekedar untuk membuat kedua wanita yang berada di samping kiri dan kanannya berhenti bicara, maka Dyana pun mengangkat kepalanya. Dan disaat itu lah dia melihat pantulan diri seorang pria yang sangat tampan yang selama ini telah berhasil mencuri hati nya.


“Marcus...” Ucapnya hampir tidak terdengar bahkan mungkin oleh kedua staff yang berdiri sambil memegangi Dyana.


Dyana yang melihat pantulan diri Marcus yang ada di belakangnya dan bukan Frans, langsung terpana. Dan untuk sesaat Dyana bahkan tidak mengalihkan pandanganya dari cermin besar di depannya itu. Kini matanya dan mata Marcus saling melihat satu dengan lainnya melalui cermin itu. Dimana kedua nya saling menatap penuh cinta hingga tidak menyadari kalau Frans sudah tidak ada lagi di ruangan itu.


😎😎😎


*ingat jangan lupa komen yo cintooo😘 *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2