
"Apa kau berencana tidur di sofa?” tanya Kenzo sambil menaiki tempat tidurnya. “Sepertinya wanita itu seperti sedang asik membaca sesuatu.”Batin Kenzo. Walaupun sebetulnya Kenzo ragu apakah Alesya benar-benar sedang membaca atau hanya sedang mencari cara untuk menghindarinya.
“kalau kau mengantuk, Kau bisa tidur duluan tuan Dayson” Seru Alesya Pelan dari balik buku nya.
“Apa kau takut tidur seranjang dengan ku?”Selidik Kenzo.
“kau terlalu banyak berpikir tuan Dayson.”Sahut Alesya seakan-akan ia memang tidak peduli. Padahal sedari tadi dia berencana baru akan naik ke tempat tidur itu kalau Kenzo sudah terbang ke alam mimpi nya. “Apa dia berpikir aku ini wanita bodoh! Setelah kejadian tadi masih mau berbagi ranjang dengannya dengan mata terbuka dan tangan yang tak terikat itu.”Batin Alesya.
“Aku hanya ingin memastikan saja, mengingat kita masih harus sekamar selama kurang lebih 364 hari lagi.”Seru Kenzo dengan datarnya.
“hah..hah..hah!!! ternyata dia mengingat dengan benar berapa lama lagi dia dan aku harus bertahan dalam kontrak gila ini!! Seharusnya dia memikirkan itu juga ketika dia berani bersikap tidak sopan seperti itu pada ku!!!”Dengus Alesya dalam hati.
“Kau tenang saja tuan Dayson. Aku sama sekali tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi tadi. Bagi ku itu bukanlah sesuatu yang penting” Jawab Alesya, berusaha untuk bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan apa yang telah Kenzo lakukan tadi.
“Cih..! berani nya dia mengatakan ciuman ku adalah sesuatu yang tidak penting!!Apa dia tidak tahu ada jutaan wanita di luar sana yang rela melakukan apapun demi mendapatkan ciuman dari ku” Ujar Kenzo kesal dalam hati.
“Kalau begitu kenapa kau masih bertahan di sofa itu? Kau sungguh membuat ku berpikir bahwa perkataan mu dan nyali mu tidak sejalan nona Alesya Diningrat oh bukan seharusnya aku memanggil mu nyonya Dayson. Kalau benar hal tersebut tidak berpengaruh pada mu maka cepat lah tidur di ranjang ini.” Pancing Kenzo.
“Mari kita lihat apakah semua perkataan yang keluar dari mulut mu tadi benar adanya!”Ujar Kenzo dalam hati sambil tersenyum tipis.
“Dasar pria licik!! Kau sengaja memprovokasi ku!!” batin Alesya.
Mau tidak mau akhirnya Alesya bangkit dan berkata, “Huft! Berhubung sudah malam dan aku pun sudah mengantuk, aku pikir aku akan segera tidur.” Alesa meletakan buku yang dibacanya di atas meja.
“Aku akan mengganti baju ku dulu baru tidur. Hemm.. kau tidak perlu menunggu ku karna tujuan alam mimpi kita berbeda!!” Ujar Alesya sambil berjalan ke ruang ganti pakaian.
Belum sampai Alesya ke pintu ruang ganti itu tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berhenti.
“Oo iya tuan Dayson sebelum aku lupa,bagaimana dengan pekerjaan ku. Bukankah kau mengatakan kalau pernikahan kontrak ini tidak akan menganggu kehidupan ku.”Ujar Alesya.
“Apa kau serius ingin kembali bekerja sebagai sekretaris ku?”Tanya Kenzo sambil menyandarkan punggung nya ke sandaran tempat tidur.
“Tentu saja.” Jawab Alesya yakin.
__ADS_1
“Tapi untuk apa? Aku akan memenuhi semua keperluan mu dan Skala selama pernikahan kita. Bahkan kalau kau tidak keberatan setelah kita berpisah aku akan tetap membiayai semua keperluan kalian.” Ujar kenzo sombong.
“Kau pikir kau saja yang punya uang di dunia ini Kenzo Dayson!!” Gumam Alesya geram namun tetap berusaha untuk tersenyum.
“Terima kasih tuan Dayson tapi aku tidak hidup dalam belas kasihan orang lain.” Ucap Alesya dengan sebuah senyum yang dipaksakan.
“Dasar keras kepala!” pikir Kenzo dalam hati.
“Baiklah kalau kau memang menolak kemurahan hati ku. Kau bisa kembali bekerja di perusahaan mulai besok pagi tapi ingat kau harus dapat menjadi segala tingkah laku mu selama di perusahaan karena bagaimana pun juga kau bukan hanya sekedar sekretaris ku tapi kau adalah nyonya perusahaan itu. Kalau dengan datang bekerja sebagai sekretaris ku membuat mu merasa senang maka lakukanlah.” Kenzo melipat tangan nya di dada.
“Tentu akan sangat menyenangkan dapat kembali bekerja di perusahaan mu tuan Dayson. Apalagi ini adalah pekerjaan pertama ku setelah aku kembali ke kota kelahiran ku ini.”
“Benarkah semenyenangkan itu?” Kenzo menatap tajam pada Laesya. “Atau kau sengaja ngotot untuk kembali bekerja sebagai sekretaris ku karena alasan lain?” sebuah senyum smirk muncul disudut bibir Kenzo.
“Alasan lain? Memangnya alasan apalagi yang aku miliki?”
“ya.. mungkin saja kau ingin berada di samping ku dua puluh empat jam dengan begitu kau bisa mengawasi ku seharian penuh.”Kenzo tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Alesya. Dia yakin Alesya punya alasan tersendiri mengapa dia ingin tetap berada di perusahaan itu walapun sebenarnya dia tidak perlu melakukan hal tersebut. “Apa sebenarnya yang ingin kau lakukan Alesya?”Pikir Kenzo. “Atau informasi dari Jack itu benar?”Kenzo tidak sabar mendengar alasan yang akan ALesya berikan.
“Kau pasti terlalu banyak minum ketika makan malam bersama Frans tadi tuan Dayson!!” jawab Alesya kesal dan ingin kabur dari pembicaraan itu.
Alesya terkejut mendengar perkataan Kenzo.”Apa dia menyelidiki tentang alasan ku pergi dari kota ini?”batin Alesya, dia mulai resah. Takut kalau laki-laki ini ikut campur terlalu banyak dalam urusan pribadinya.
“Aku tidak mengerti dengan ucapan mu tuan Dayson.Kepergian ku delapan tahun silam murni karena perjodohan ku dengan tua bangka itu. Tidak ada hubungannya dengan Agnes.”Jelas Alesya.
“benarkah? Tapi mengapa aku mencium kepergian mu delapan tahun lalu ada hubungannya dengan Agnes dan tuan Aksena.” Ucap Kenzo.
Alesya tidak menjawab perkataan Kenzo. Dia segera masuk ke ruang ganti pakaian.
“Sudah ku duga!!” Batin Kenzo.
Kenzo mengambil ponselnya dan memeriksa beberapa email masuk dari asistennya.
“kau ingin berbohong dengan ku Alesya. Lihatlah satu persatu semua hal tentang diri mu akan aku temukan.”Ujar Kenzo sambil tersenyum melihat email di ponselnya.
__ADS_1
###
Alesya yang telah berganti baju tidur terkejut melihat Kenzo yang malah sedang sibuk dengan ponselnya.
“Tahan mulut mu Alesya.”Pikiran waras Alesya mengingatkannya untuk tidak mencari gara-gara dengan Kenzo malam ini karena siapa yang tahu,apa yang bisa pria ini lakukan.
Langsung naik ke tempat tidur dan segera memasuki dunia mimpi mungkin adalah keputusan terbaik yang bisa Alesya pilih saat ini.
“Ingat!! jangan sampai tuan muda ini merusak rencana besar mu kembali ke kota ini.”Gumam pikiran waras Alesya.
“Benar!! Jangan sampai aku terlibat masalah dengan tuan muda ini atau jangan sampai dia ikut campur dalam urusan pribadi ku!”batin Alesya.
Dengan tenang Alesya menaiki ranjang besar itu. Diambilnya dua buah guling, berharap itu dapat menjadi pertahanan ganda nya malam ini.
Kenzo yang sebenarnya sedari tadi mengawasi tingkah laku Alesya hanya tersenyum tipis. “Kau bilang tidak takut pada ku tapi lihatlah bantal yang semalam hanya ada satu diantara kita malam ini sudah bertambah satu lagi.” Ujar Kenzo dengan suara berat nya. “Jangankan bantal, andaikan tembok Berlin masih ada dan kau pindahkan kesini, itu tidak akan dapat menghalangi ku kalau aku memang berniat melakukan sesuatu pada mu.”Sambung Kenzo membuat darah Alesya berdesir.
“paling tidak aku sudah berusaha sebisa ku.”jawab Alesya berusaha setenang mungkin dan tidak memprovokasi Kenzo. Alesya kemudian mematikan lampu yang ada di sebelahnya. Tak lupa ia juga menarik selimut hingga menutupi hidungnya.
Malam pun semakin larut namun Kenzo belum juga tertidur. Ada banyak hal yang harus dia periksa malam itu. Mulai dari email kantor hingga email dari Jack yang berisi informasi tentang Alesya.
Ketika Kenzo sudah selesai dengan segala email-email yang sedari tadi tidak berhenti masuk ke ponsel nya, dilihatnya Alesya sudah tertidur pulas dengan selimut yang benar-benar hampir menutupi seluruh kepalanya.
“Sebegitu takutnya kah kau pada ku?” ujar Kenzo pelan kemudian tersenyum dan menarik selimut Alesya hingga ke bawah lehernya.
Tiba-tiba Kenzo ingin tertawa melihat betapa pulasnya Alesya saat ini. “Anehnya kau masih bisa tidur pulas dalam rasa takut mu pada ku!!” Kenzo ingin mencubit hidung Alesya namun diurungkannya. Dia takut Alesya terbangun dan besok benar-benar akan tidur di sofa.
“ibu dan anak sama keras kepalanya.”Kenzo pun membaringkan diri nya ke arah Alesya.
Sejak semalam Kenzo merasa nyaman dengan posisi tidur seperti ini. Tidur sambil menatap wajah Alesya hingga peri mimpi menariknya jatuh ke alam mimpi.
####
terima kasih sudah mampir ke sini ya cinto.. 😌😌
__ADS_1
Otor masih mohon dukungannya untuk selalu like dan komen di karya otor.. biar otor tambah semangat!!!!
lope lope pada kalian semua pokok ke... 😘😘😘😘