Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 28#Frans- Dyana-Marcus#3


__ADS_3

“non!! Non mau kemana?” tanya si pelayan sambil membawa seorang dokter ke kamar Frans. Rupanya dokter yang ditunggu-tunggu dari tadi sudah sampai.


“Pak dokter silahkan masuk saja ke dalam.” Ujar si pelayan pada dokter muda itu.


“Kamu temani pak dokter ke dalam ya.” Ucap nya pada rekan kerja nya. “aku mau kejar nona Dyana dulu.” Si pelayan pun langsung pergi sementara dokter dan pelayan yang satu lagi masuk ke kamar Frans.


“Nona Dyana?”Panggil si pelayan di depan pintu kamar tamu yang ditinggali oleh Dyana. Saat si pelayan sampai terlihat Dyana sedang mengemas barang-barangnya.


“nona mau kemana?” tanya si pelayan.


“saya mau pulang bik.” Jawab Dyana sambil berusaha menutupi raut wajah sedihnya.


“lho kok pulang sih non?” tanya si bibik. “tuan muda kan masih sakit.” Lanjutnya.


“kan udah ada dokter bik. Lagian kan kalian rame di sini. Jadi aku sebaiknya pulang saja. Frans juga sepertinya tidak suka aku ada di sini.” Ujar Dyana sambil duduk di tempat tidur. Semua barangnya sudah dia kemasi. Tidak perlu waktu lama sebab sebenarnya tadi Dyana belum mengeluarkan barang-barang seluruhnya. Hanya beberapa novel yang akan dibacanya hari ini yang sudah ia susun di atas meja, lalu kabel cas hape dan perlengkapan make up dan perlengkapan mandi.


“Tapi kan pak dokter gak akan ada disini sepanjang hari non. Paling bentar lagi pak dokter akan pulang.” bujuk si bibik.


“kalau gitu bibik tahan saja dokter itu malam ini.” Ujar Dyana masih dengan wajah kesalnya.


“sebenarnya apa yang terjadi ketika nona di kamar tuan Frans? Apa tuan Frans sudah bangun?” Tanya si bibik hati-hati.

__ADS_1


“tidak terjadi apa-apa bik. Aku hanya ingin pulang saja.” Kini raut wajah kesal Dyana sudah mulai memudar.


“kalau begitu saya mohon nona Dyana, paling tidak malam ini tidurlah disini. Kalau terjadi sesuatu yang buruk dengan tuan Frans paling tidak ada nona disini.” Si bibik kembali mencoba membujuk Dyana.


“Bik.. Frans itu hanya alergy obat. Dan dia akan segera sembuh. Lagi pula dia sudah mengusirku tadi pagi, aku saja yang entah mengapa masih bertahan hingga jam segini di rumah ini.” Jelas Dyana.


Setelah Dyana pikir-pikir untuk alasan apa dia masuh bertahan di rumah Frans. Bukankah memang benar Frans sudah menyuruh nya pulang tadi pagi? Dyana menarik nafas dalam. Kini dia bersiap untuk mengangkat tas nya keluar dari kediaman keluarga Aksena.


“Kalau nona memaksa untuk pergi maka saya terpaksa menelpon nyonya Aksena dan mengabarkan bahwa nona pergi meninggalkan rumah ini padahal tuan muda masih dalam keadaan yang buruk.” Ancam si pelayan.


Dyana menghembuskan nafasnya dengan berat. “bik! Ayo lah!! Biarkan aku pulang!!” seru Dyana menatap si bibik sambil memelas.


“terserah bibik mau menelpon tante atau siapa pun! Aku tetap ingin pulang!” Dyana pun kembali bangun dan berjalan meninggalkan si pelayan yang sepertinya sedang menelpon seseorang.


“nona Dyana tunggu!!!!” panggil si bibik sambil berlari ke arah Dyana begitu ia selesai beebicara dengan seseorang di ujung sana.


“Bik, apa lagi!!” Ujar Dyana tanpa membalikan badannya.


“ada yang mau bicara dengan non.” Ucap si bibik sambil menyerahkan ponsel nya pada Dyana.


Dyana dengan pasrah menerima telpon dari tangan si bibik.

__ADS_1


“ya hallo tante...” sapa Dyana pada orang yang ada di ujung sana.


“Jangan pergi. Tinggallah disini malam ini.” Terdengar suara pria dari ujung panggilan itu. Dan Dyana sangat mengenali suara itu sebab beberapa waktu ini dia selalu mendengar suara itu melalui ponselnya.


“Frans??” ...........


***Bersambung...


Nah cukup dulu untuk hari ini ya..dan dont go anywhere cos otor akan up di waktu-waktu yang tidak akan kamu sangka-sangka.... hehehe..


Dan jangan lupa untuk LIKE, KOMEN dan yang paling penting VOTE nya untuk karya otor ini.


Dan untuk kamu otor sangat rekomendasiin karya otor yang dua lagi nih...



Bukan Betty la fea (Sumpah gokil abis.. ngeselin abis dan yang paling seru kamu gak perlu nunggu otor update tiap hari cos karya otor yang satu ini udah end..alias tamat)


Help me, Mr.ceo (ini juga gak kalau serunya dengan karya otor yang lain, dan kamu mesti baca agar kamu tahu seberapa tipis keberanian otor dalam menulis cerita hantu.. )


__ADS_1


__ADS_2