
Hari pernikahan yang dinantikan oleh keluarga Aksena dan Volkov pun tiba. Semua orang terlihat gembira, kecuali kedua mempelai pasti nya.
Stephanie dengan wajah putus asanya sedangkan Frans dengan wajah tanpa ekspresi nya, sungguh sangat tergambar bahwa mereka sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini.
"Mengapa aku harus menikah dengan pria ini!!" ketus Stephanie dalam hati, menatap Frans dengan jengah.
"Apa wajah mu tidak punya tombol setting otomatis Stephanie? Kalau ada tolong ubah ke mode bahagia. Paling tidak hingga jam 3 sore ini. Sebab kita masih harus berdiri disini dengan senyum penuh kebahagiaan hingga semua undangan pulang." ucap Frans pelan di dekat kuping Stephanie.
"Jadi yang terpampang kini di wajah mu itu di adalah senyum kebahagiaan yang kau punya. Mengapa bisa jelek begitu!!" ejek Stephanie sambil tersenyum ke arah kamera yang sedang membidiknya dan Frans.
"Tersenyum yang benar Frans! Kalau tidak album foto pernikahan kita akan berisi dengan semua foto jelek mu." Stephanie menyenggol tangan Frans.
Frans pun tersenyum dan menarik pinggang Stephanie dengan sangat kuat, hingga tubuh Stephanie bergeser dan bahkan kini berdempet dengan Frans.
"Jika kau memang ingin hasil foto untuk album pernikahan kita ini bagus, maka bersikap profesional lah." ujar Frans sambil tersenyum.
Kedua pengantin itu pun terlihat sesaat setelah negosiasi mengenai album foto itu berakhir.
"Aki senang akhirnya Frans dan Stephanie bisa menikah." ujar Nania, pada Mary saat mereka duduk bersama-sama dengan keluarga Romano dan Dayson.
"Semoga Pernikahan mereka langgeng dan segera di karuniai anak." Doa Mary, tulus.
__ADS_1
"Terima kasih Mary."
"Dan bagaimana keadaan mu sayang? Kandungan mu bagaimana?" Tanya Nania pada Alesya.
"Aku sehat bibi dan kandungan pun sehat." jawab sambil tersenyum.
"Dan kalian berdua, bagaimana keadaan kalian? " Kini Nania beralih menanyai pasangan pengantin baru.
"Kami sehat bi..."Jawab Dyana yang tangannya di pegang erat oleh Marcus.
"Aku sangat senang akhirnya anak-anak kita sudah menemukan belahan jiwa mereka masing-masing." Tukas Albert Dayson lalu menghisap cerutu nya.
"Kau benar Albert..." timpal Mary sambil melihat anak dan menantunya. Hampir saja Mary jadi penghalang kebahagiaan Dyana dan Marcus.
Semua kemajuan ini berkat ketelatenan Monica menjaga dan merawat Jack dengan sangat baik.
"Heem ... lakukan seperti yang telah kita rencanakan Jack."Ujar Kenzo, berbisik pada Jack.
"Baik tuan." ucap Jack, yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu sambil menelpon seseorang.
"Ada apa sayang?" Tanya Alesya yang merasa ada hal penting yang di sampaikan oleh Jack.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa..Kau tenang saja sayang "jawab Kenzo kemudian menggenggam erat tangan Alesya dan meletakkan nya diatas paha nya.
"Tenang lah sayang.. orang-orang ku telah menangkap Jenny saat ini." Seru Kenzo dalam hati.
Kenzo sungguh berharap Jack berserta orang -orang nya Kenzo dan pihak kepolisian akan berhasil meringkus Jenny. Dan demikian, Kenzo dan Alesya dapat hidup dengan aman karena manusia yang selalu ingin menyakiti Alesya di tahan di penjara.
Meskipun memiliki firasat ada hal penting yang sedang terjadi tapi karena sang suami mengatakan tidak ada apa-apa maka Alesya pun ingin bertanya lebih banyak.
"Tapi dimana Skala? mengapa aku tidak melihat Skala?" tanya Nania pada Kenzo dan Alesya.
"Skala sedang bersama temannya Daffa, mereka sedang melakukan kunjungan ke rumah salah satu teman mereka yang sering bolos sekolah." jawab Alesya.
Pagi tadi sewaktu Alesya mengajak Skala untuk ikut ke pesta pernikahan Frans dan Stephanie, Skala menolak sebab Skala sudah terlebih dahulu berjanji bersama Dafa untuk mengunjungi Rama, teman sekelas kedua bocah itu.
"Sayang sekali. Padahal aku sangat rindu ingin berjumpa dengan bocah pintar itu." Seru Nania.
"Nanti, aku akan mengajak Skala untuk mengunjungi mu bi..." Ujar Alesya sambil tersenyum.
💥Sekilat Info.
Terima kasih masih nungguin Up dari Otor, dah hampir beberapa minggu ini otor dan keluarga sakit bergantian sehingga tidak sempat untuk up. Otor tahu banyak pembaca yang nungguin up dari otor. Tapi apalah daya, sebagai satu-satunya wanita di rumah mau tidak mau terpaksa harus memilih.
__ADS_1
Nah sebagai permintaan maaf otor mulai besok kita mulai up secara teratur lagi.
Kalian selalu jaga kesehatan ya .. 😉