Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#7


__ADS_3

“Sewaktu aku di rawat di rumah sakit, Kakek Albert datang. Kau pasti mengenal kakek dari daddy kan kek? Tuan Albert Dayson. Beliau sangat marah sebab mendapati aku terluka. Saking marahnya dia membawa ku pergi ke rumah nya di kota B. Disanalah aku mengetahui bahwa Kenzo Dayson adalah ayah ku.”


“apakah Albert Dayson yang memberitahu mu?” Tanya Aldion penasaran.


“Tidak. Karena dalam pemikiran kakek Albert aku memang adalah putra Kenzo Dayson. Dan dari awal dia tidak pernah meragukan hal itu walaupun sebenarnya awal ceritanya itu semua hanya karangan daddy dan mommy saja. Tapi setelah aku tinggal di rumah itu akhirnya aku tahu mengapa kakek Albert dengan begitu mudahnya percaya dengan semua kebohongan daddy dan mommy waktu itu, itu semua sebab wajah ku sangat mirip dengan wajah daddy sewaktu kecil. Daddy saja yang mungkin tidak pernah berkaca sewaktu kecil hingga dia tidak sadar betapa miripnya aku dengan dia.”


“Pantas saja aku merasa tidak asing ketika aku melihat foto Kenzo yang dibawakan oleh Damian waktu itu. Ternyata sekilas aku seakan-akan melihat wajah diri mu pada wajah Kenzo.” Gumam Aldion pelan.


“kek, kalau aku saja tidak dendam pada daddy karena semua hal yang terjadi di masa lalu. Aku pun berharap kakek juga akan merasakan hal yang sama dengan ku.” Skala menggenggam erat tangan Aldion.


“Coba kakek bayangkan, seandainya ketika kakek dan mommy ku pertama kali bertemu dan mommy memberikan respon yang tidak sama saat itu? Apakah kakek tidak akan bersedih mengetahui putri kakek satu-satunya membenci kakek karena kakek tidak menyadari keberadaannya dan bahkan tidak mencoba untuk mencarinya?” Suara Skala terdengar sangat dalam.


“Maafkan lah daddy kek. Semua yang ia lakukan untuk ku dan mommy menunjukan dia tulus mencintai kami walaupun dia tidak mengenali siapa kami pada saat itu.” Skala kembali meyakinkan kakeknya.

__ADS_1


“kalau kakek menerima Kenzo Dayson sebagai menantu kakek maka permasalahan yang kami hadapi pun akan sedikit berkurang.” Ujar Skala.


“Permasalahan? Permasalahan apa maksud mu Skala?”


“Aku dan daddy belum memberitahu mommy mengenai kebenaran ini. Entah apa respon yang mommy akan berikan ketika ia tahu kalau Kenzo Dayson adalah...” Skala tidak melanjutkan perkataannya.


“Ayoo..kemari. Duduklah di sini.” Perintah Aldion sambil menepuk-nepuk pahanya agar Skala duduk disana.


“Kau tidak perlu khawatir lagi. Sebab mommy mu sudah mengetahui hal itu.” Ujar Aldion, pelan.


“Mommy sudah tahu?” Tanya Skala tidak percaya. Sebab tadi pagi kelihatannya mommy dan daddy nya baik-baik saja. Ya, paling tidak kalau mommynya tahu Skala yakin akan ada sedikit petir yang ia dengar.


“Ya.. mommy mu sudah tahu. Dan kau harus berterima kasih pada ku untuk hal itu.” Ucap Aldion pasrah. Karena semua yang ia rencana untuk menyingkirkan Kenzo malah bagaikan sebuah puzzle yang terakhir yang harus diletakkan agar papan puzzle itu sempurna.

__ADS_1


“maksud kakek. Aku masih tidak mengerti.” Ujar Skala.


“Heeem.. awalnya setelah mengetahui kebenaran itu aku ingin menjadikan itu sebagai senjata pamungkas ku untuk menyingkirkan daddy mu. Tapi aku lupa banyak hal. Yang pertama, mommy mu adalah sosok wanita dengan hati yang sangat baik. Seperti dia memaafkan kesalahan ku dulu yang tidak mengetahui kehadirannya di dunia ini, dia pun pasti akan memaafkan Kenzo Dayson apalagi alasan yang diberikan oleh Kenzo sangat masuk akal. Dan kedua, mommy mu sudah sangat mencintai Kenzo Dayson sehingga otomatis dia juga akan memaafkan kekhilafan Kenzo di masa lalu. Dan yang terakhir, ikatan darah antara kau dan daddy mu yang tidak akan pernah mungkin dapat aku putuskan hingga kapan pun.” Aldion memegang tangan mungil cucunya.


“berjanjilah untuk selalu mengunjungi ku setiap akhir pekan. Jika daddy dan mommy mu tidak sempat mengantarkan mu maka kau cukup menelpon ku. Kalau perlu aku sendiri yang akan datang menjemput mu ke kota A.” Ujar Aldion sambil terisak.


Skala merasa sedih melihat kakeknya. Seumur hidup baru sekali ini Skala melihat Aldion menangis. Pria tua yang selalu menghabiskan waktu bersamanya siang dan malam sewaktu ia masih tinggal di kota J kini terlihat sangat rapuh. Padahal dalam bayangan Skala tidak ada yang dapat membuat pria berkumis ini menjadi melankolis seperti ini.


“Kek, aku sangat menyayangi ku. Sangat!!” Skala memeluk kakek nya itu.


***bersambung


jangan lupa.. like, komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2