Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 48# kabar Gembira#7


__ADS_3

Setelah mengemudi dengan sangat cepat, Frans pun sampai di kediaman Kenzo.


Frans senang Kenzo mendukung rencananya menikahi Dyana. Karena itu berarti posisi Marcus saat ini tidak lah begitu kuat. Restu orang tua dan keponakan kesayangan Dyana telah dikantongi oleh Frans. Memangnya apa yang bisa Marcus perbuat dengan hanya mengandalkan cinta nya pada Dyana dan cinta Dyana pada nya.


Tekad Frans yang tadi nya sempat melemah setelah berbicara dengan Dyana kini kembali mengakar. Frans putuskan tidak jadi mundur dalam peperangan cinta ini.


Frans pun masuk ke dalam kediaman Kenzo setelah mengatakan pada penjaga di depan Kenzo lah yang meminta nya untuk datang. Bukan


Penjaga yang memang sudah dikabari oleh Kenzo bahwa tuan Muda keluarga Aksena akan datang, langsung memberikan izin masuk pada Frans.


Akses penjagaan di kediaman Kenzo memang Kenzo perketat. Kenzo khawatir Jenny ataupun sindikat yang mendukung Jenny menyusup ke kediaman nya.


Jadi meskipun Frans sudah sering ada di kediaman Kenzo untuk merawat Dyana, bukan berarti dia dapat dengan mudah bolak balik masuk ke mansion utama.


***


"Frans?" Sapa Alesya begitu melihat Frans datang ke kediaman nya.


"Apa ada yang tertinggal?" tanya Alesya pada Frans. Seingat Alesya, Frans sudah pergi bersama sang bibi tadi. Tapi kenapa pria ini malah kembali lagi kemari?


"Tidak ada yang tertinggal Alesya. . Aku datang karena suami mu yang meminta ku untuk datang." jawab Frans.


"Kenzo meminta mu untuk datang kemari?" Ulang Alesya.


"Benar.." jawab Frans.


"Heem.. sebentar Frans aku akan mengecek apakah Kenzo masih ada di ruang kerjanya. Duduk lah dulu." Alesya mempersilahkan Frans untuk duduk sambil menunggu sementara dia pergi melihat apakah Kenzo masih di ruang Keja atau tidak.


"tok...Tok.."


"Masuk..." ujar Kenzo yang sedang bersama Marcus di dalam ruangan itu


"Kau mencari ku sayang?" Tanya Kenzo begitu melihat istrinya datang.


"Bukan aku! Tapi Frans yang datang mencari mu." Alesya mengalihkan pandangannya ke Marcus. " katanya kau yang meminta nya untuk datang." lanjut Alesya. " Tapi kalau kau masih ada keperluan dengan paman, aku akan meminta nya untuk menunggu sebentar."


"Tidak. Suruh saja di kemari." Ucap Kenzo.


"Sekarang?" Tanya Alesya ragu. Apa suami nya ini tidak salah. Bukankah saat ini Marcus juga berada disini.

__ADS_1


"Iya sekarang." Ulang Kenzo dengan yakin.


"ehm.. baiklah kalau begitu "Alesya pun keluar dan menuju ke tempat Frans menunggu tadi.


**


"Frans, ayo ikuti aku. . Kenzo sudah menunggu mu." Ucap Alesya pada Frans. Alesya sengaja tidak memberitahu Frans kalau Marcus juga ada disana.


"Terima kasih Alesya, maaf merepotkan mu " Frans merapikan jas nya dan mengikuti Alesya yang berjalan lebih dulu di depannya.


"Masuklah Frans. Kenzo ada di dalam." Alesya pun mempersilahkan Frans untuk masuk.


"Terima kasih." ucap Frans sopan dan membuka pintu ruang kerja Kenzo itu


"Semoga kau tidak salah dengan mempertemukan mereka Kenz!" Seru Alesya dalam hati dan memilih meninggalkan urusan para lelaki itu. Alesya tahu kalau Kenzo pasti akan membicarakan tentang Dyana.


"Ku serahkan masalah ini pada mu Kenzo.." Seru Alesya.


***


Semenjak Frans memasuki ruangan itu, aura ketegangan langsung terasa. Tiga pria yang sebenarnya tidak bisa di tempatkan dalam ruangan yang sama, saat malah saling berpandangan.


"Mau sampai kapan kau berdiri disitu Frans?" Ujar Kenzo pada Frans bermaksud mempersilahkan Frans untuk duduk.


"Terima kasih." jawab Frans dan memilih sofa diantara Kenzo dan Marcus.


"cepat katakan apa maksud mu untuk memanggil ku kemari." Tanya Frans yang sadar kalau dia sudah masuk ke dalam jebakan Kenzo.


"Aku ingin-"


(otor simpan dulu .hahaha# sambil masang helm untuk menangkis lemparan sendal jepit online)


****


"Sayang...Dimana Frans?" tanya Mary yang baru saja sampai di rumah Frans.


Dyana hanya tersenyum melihat kedatangan ibunya. Bisa-bisa nya wanita yang telah melahirkan nya ini memilih untuk datang ke rumah Frans begitu sampai di kota ini dari dan rumah nya Kenzo. Jelas-jelas Kenzo adalah cucu nya


"Dia keluar sebentar." jawab Dyana tanpa menjelaskan lebih rinci kemana Frans pergi.

__ADS_1


"Padahal aku sudah tidak sabar ingin bertemu mantu ku itu." Celetuk Mary, yang sangat tidak peka dengan perasaan Dyana, putrinya yang sudah meringis mendengar perkataannya.


"Menantu?" Sejak kapan aku sudah menikah dengan Frans?" Pikir Dyana.


"Aku dan Frans kan belum menikah bu. Ibu udah main panggil mantu saja." Sungut Dyana mendengar celetukan sang ibu.


"Bentar lagi juga kalian akan nikah." Nania menimpali perkataan sahabat yang sebentar lagi akan menjadi calon besannya.


Dyana hanya bisa tersenyum kaku melihat kedua wanita ini memang benar-benar tidak akan bertanya terlebih dahulu padanya.


Dyana harus melakukan sesuatu. Dia tidak ingin terjebak pernikahan dengan Frans. Coba saja kalau dia bisa menghubungi Marcus, pasti Dyana tidak akan bingung menghadapi situasi ini sendirian.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan saat ini Marcus?!" Batin Dyana."aku harus bagaimana sekarang? tidak mungkin aku bilang aku akan menikah dengan mu sedangkan kau sendiri entah dimana dan sedang melakukan apa!!" z


Dyana yang tidak bisa kemana-mana karena kondisi nya itu, akhirnya hanya bisa menjadi pendengar setia dari obrolan dua wanita cantik di depannya.


"Apa semua persiapan nya sudah Oke?" tanya Mary pada Nania.


"Sudah.. hari ini tinggal fitting baju pengantin saja. Aku yakin Dyana pasti bisa. Aku dengar dari Frans kalau keadaan kaki Dyana semakin membaik setelah rutin menjalani terapi." Ujar Nania, tersenyum dan menyentuh tangan Dyana lembut.


"Kau tahu Dyana, aku sangat senang kau menikah dengan putra ku. Semangat Frans jadi kembali ada semenjak kau hadir dalam hidupnya. Kalau tidak-" Nania mengerlingkan bola matanya. Mengingat bagaimana putra nya beberapa waktu lalu.


Sungguh Nania sudah kewalahan menghadapi kebiasaan buruk putranya yang suka minum-minum semenjak tahu Alesya menikah dengan Kenzo. Semua kebiasaan buruk itu langsung hilang setelah Frans sering bertemu dengan Dyana. Nania bahkan tidak ada melihat satu botol minuman pun di kamar Frans.


Dyana tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis.


"Aku tahu mungkin kau belum mencintai putra ku itu. Tapi percaya lah Dyana,. cinta itu ada karena biasa. Perlahan kau akan mencintai nya. Banyak pasangan yang seperti itu sayang. Cinta datang kemudian. Dan mereka terlihat bahagia-bahagia saja. Bahkan ada yang samapi tua." jelas Nania yang melihat tidak ada antusias sama sekali dari calon menantu nya itu.


"Benar Dyana... aku dan Romano juga tidak saling cinta, tapi buktinya akhirnya kami saling jatuh cinta setelah menikah. Awalnya aku bersedia menikah dengan nya karena diri mu yang membutuhkan sosok seorang ayah dan Mai yang butuh seorang ibu. Dengan berpikir bahwa kami dapat saling melengkapi, akhirnya kami pun menikah." timpal Mary.


Dyana tetap diam. Dia yakin membantah ucapan kedua wanita itu tidak akan menyelesaikan masalah.


"Semoga Kenzo menyuruh Frans datang kesana untuk meminta Frans mundur. Kenzo kau lah satu-satunya harapan ku saat ini." Ujar Dyana dalam hati, penuh harap.


*** Bersambung...


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2