Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#11


__ADS_3

Terlihat kini Kenzo sudah mulai menikmati musik yang didengarnya sambil memberikan kode OK melalui tangannya.


“ingat kau harus mengulang setiap kata yang aku katakan sebelum kau merangkainya menjadi sebuah kalimat ya tuan Dayson..” Alesya menggeser sedikit headset yang terpakai di telinga kanan Kenzo.


“I see...” Jawab Kenzo tanda dia paham dengan instruksi yang diberikan oleh istrinya.


“Kita mulai permainannya...” Sebut Alesya sambil menatap wajah tampan suaminya itu.


“pertanyaan nomor satu..” Ucap Alesya sebatas gerakan mulut yang di sertai dengan jari telunjuknya yang ia angkat sejajar pipinya.


Kenzo pun mengangguk.


“LOVE..” sebut Aleysa dengan gerakan mulutnya.


Kenzo kembali mengangguk memandakan dia tahu kata pertama yang Alesya katakan.


“Love..” Ulang Kenzo.


“I...” Sebut Alesya untuk kata yang kedua. Dan Kenzo pun kembali mengangguk dan mengulangi perkataan Alesya.


“I..” ujar Kenzo.


“YOU...” sebut Alesya untuk kata yang terakhir pertanyaan pertama ini.


Kenzo tersenyum dan mengulang perkataan istrinya itu. “You...”


I LOVE YOU..” jawab Kenzo dengan lantang dan langsung mengecup bibir istrinya.


“anggap saja itu DP untuk kemenangan ku.”Ujar Kenzo dengan sombongnya.


“Kau memang ahli dalam hal ini tuan Dayson.” Jawab Alesya yang sudah tidak lagi terlalu terkejut dengan kelakuan Kenzo yang kadang tidak pernah disangka-sangkanya.


“Oke.. pertanyaan ke dua.” Lanjut Alesya.


“DIRI MU.” Sebut Alesya lagi dengan gerak mulut.


“Diri mu..” Kenzo pun mengulangi perkataan Alesya.


“MENCINTAI.” ucap Alesaya selanjutnya


“Oke, mencintai...” ulang Kenzo.


“SELAMA NYA..” ucap Aleysa.


“Selamanya..” Ulang Kenzo dengan yakin.


"AKU." Ujar Alesya.


"aku. " Jawab Kenzo tersenyum sumringah.


"Tentu saja Aku pasti MENCINTAI DIRI MU SELAMA NYA..” Kenzo pun kembali mengecup bibir istrinya itu.


“Next question...” Seru Alesya sambil memperlihatkan tiga jarinya.


“MEMILIKI...” ucap Alesya dengan menggunakan gerak bibir seperti tadi hanya saja sedikit lebih cepat.


“heem... kau mulai curang nyonya Dayson!” Seru Kenzo yang mulai melihat itikad kelicikan pada istrinya itu.

__ADS_1


Alesya hanya mengangkat bahunya, seakan-akan dia tidak memahami perkataan Kenzo.


“Apa kah tadi dia mengatakan MEMILIKI?” Pikir Kenzo dalam hati. “Ya sudah akan aku katakan memiliki saja.”


“Memiliki?” Ucap Kenzo Ragu.


“MU...” Lanjut Alesya untuk kata kedua.


“Mu...” Ulang Kenzo yang kali ini yakin dengan jawabannya.


“BAHAGIA..” Lanjut Alesya.


“Bahagia.” Ucap Kenzo mengulangi perkataan Alesya sambil tersenyum.


“AKU..” lanjut Alesya.


“aku..” ulang Kenzo.


Lalu Kenzo pun mencium Alesya sekali baru setelah itu menjawab pertanyaan itu. “AKU BAHAGIA MEMILIKI MU.”


“baiklah tuan Dayson.. ini pertanyaan terakhir.” Ujar Alesya sambil tersenyum penuh makna.


“MEMILIKI..” sebut Alesya.


Kenzo mengangguk dan berkata, “Heem.. memiliki...”


“AKAN...” ucap Alesya berikutnya.


“Oke, akan..” jawab Kenzo yang merasa permainan ini sungguh senang. Tapi biarlah bagaimana pun dia sudah berhasil mendapatkan tiga ciuman dari istrinya sejauh ini.


“BABY..” Ucap Alesya.


“AKU..” Ucap Alesya dan menatap dalam pada Kenzo. Menunggu apakah suami nya akan menyadari kejutan yang ia berikan atau tidak.


"Aku?" Ulang Kenzo sedikit curiga


"DAN" ucap Alesya selanjutnya.


"Dan..." Jawab Kenzo mengulang perkataan Alesya.


"KAU" Ucap Alesya sambil tersenyum.


“Aku dan kau akan memiliki baby.” Jawab Kenzo lancar Jaya dan hendak mengecup bibir Alesya sekali lagi. Tapi seketika Kenzo menyadari sesuatu-.


" Apa kau tidak ingin mencium ku lagi?" Ujar Alesya yang melihat Kenzo tiba-tiba berhenti ketika hendak mencium nya.


"Sayang, aku-"


"Sstts... " Alesya meletakkan jarinya di bibir Kenzo.


"Kau jangan banyak bicara. Sekarang kau sudah menang, dan this is for you ." Ucap Alesya sembari memberikan kado spesial yang sudah dia persiapkan.


Kenzo masih merasa ada sesuatu hanya saja Kenzo itu menyadari hal apa itu.


"Buka lah..." Ujar Alesya.


Perlahan Kenzo membuka ikatan pita di atas kotak kecil itu. Dan ketika dia mengangkat penutup kotak itu-

__ADS_1


"Bukan kah ini?" Kenzo teringat benda yang ada didepannya itu sama persis seperti gambar yang dia temukan ketika mencari jenis tes pack akurat untuk mengecek kehamilan.


"Sayang...ini bukannya?" Ucap Kenzo terputus sebab Alesya kembali memberikan isyarat dari mulutnya tanpa bersuara.


"AKU HAMIL ..." Ucap Alesya dengan mata berbinar-binar..


"Kau Hamil?? Kau benar-benar hamil sayang??" Teriak Kenzo sambil mengecup seluruhnya wajah Alesya.


“Kau lambat sekali berpikir tuan Dayson!!” Ejek Alesya sebab respon Kenzo yang sedikit lamban itu


Kenzo tidak memperdulikan perkataan istrinya. Dia memeluk Alesya dengan rasa haru yang dalam. Anak kedua yang mereka nanti-nanti akhirnya hadir di antara mereka.


"Apa Skala sudah tahu?" Tanya Kenzo girang


Alesya menggeleng. "Kau yang kedua mengetahui hal ini." Ucap Alesya.


"Kedua?" Tiba-tiba perasaan Kenzo dirundung perasaan sedih. Dia sedih mengapa bukan dia yang pertama yang mengetahui kehamilan Alesya.


"Kau kenapa Kenz?" Tanya Alesya pura-pura tidak peka dengan perasaan suaminya itu.


"Siapa yang pertama Alesya? mengapa kau tidak mengizinkan ku menjadi orang pertama yang mengetahui kehadiran calon bayi kita ini." Ucapnya murung.


Ingin rasanya Alesya mencium suaminya yang terlihat menggemaskan itu. "Kau lucu sekali sayang.." Gumam Alesya dalam hati.


"Kenapa kau malah tertawa?" Tanya Kenzo yang semakin kesal melihat Alesya menahan tawanya.


"Aku tidak tertawa." Kilah Alesya.


"Benar aku tidak tertawa sayang." Bujuk Alesya yang melihat wajah suaminya itu jadi benar-benar sedih.


"Hei.. kau kenapa cinta?" Tanya Alesya sambil mengarahkan wajah Kenzo agar melihat ke arahnya.


"Kau tidak suka aku hamil?" Tanya Alesya asal.


Kenzo menggeleng."Tentu saja aku suka. Aku sangat senang." Jawab Kenzo dengan wajah yang sedikit ditekukkan.


"Lalu kenapa wajah mu seperti itu!!" Seru Alesya sambil mencubit pipi Kenzo, geram.


"Aku tidak suka, aku menjadi orang yang kedua yang mengetahui kehamilan mu." Jawab nya masih dengan wajah yang di tekuk kan.


"Ya ampun... suami ku ini kenapa bisa menggemaskan seperti ini?" Seru Alesya dalam hati.


"Kalau kau ingin jadi orang pertama yang mengetahui kehamilan ini maka kau lah yang seharusnya hamil. Bukan diri ku." Terang Alesya, tertawa puas melihat wajah kesal Kenzo yang sadar telah dipermainkan oleh Alesya.


"Seperti nya semenjak hamil ini kau semakin pintar bermain kata-kata ya nyonya Dayson!! Mari kita lihat apakah kau masih akan bermain kata-kata dengan ku setelah aku menggelitik mu habis-habisan hari ini." Seru Kenzo, yang sudah bersiap akan membuat Alesya menangis nahan geli.


"Kenz... Kenz.. please!! Aku sedang hamil." Alesya langsung menjadikan kehamilan nya sebagai tameng nya menghadapi Kenzo.


Dan benar saja, Kenzo auto berhenti dan itu menandakan bahwa jurus menangkis ala bumil berhasil.


"Baiklah.. jika aku tidak bisa menghukum mu dengan cara ini maka aku akan menghukum mu dengan cara lain." Seru Kenzo dan mencium istrinya dalam.


Mereka berciuman cukup lama, hingga Kenzo akhirnya menghentikan ciuman itu.Kenzo merasa sensasi yang berbeda dari Alesya. Ini sungguh bukan seperti diri Alesya yang biasanya.


"Kalau itu hukuman pengganti nya, maka aku akan lebih mempertajam skill ku dalam bermain kata-kata..." Tantang Alesya. Dan gantian kini dia yang mencium suaminya itu


Kenzo terperangah mendapatkan ciuman dari Alesya. Sejauh ini Alesya selalu bertingkah jinak - jinak merpati dalam hubungan mereka tapi kali ini Kenzo dapat merasakan gairah yang berbeda dari sang istri.

__ADS_1


****hayo yang jinak-jinak burung gagak tolong angkat tangan..😂😂😂


*jangan lupa untuk tekan tombol like dan vote untuk otor ye cinto**...


__ADS_2