
Kenzo dan Alesya pun masuk kedalam ruangan autopsi itu. Di dalam ruangan itu sudah ada Polisi yang tadi datang bersama Kenzo dan petugas yang tadi sudah memberikan penjelasan tentang kematian Ronald pada Alesya.
“Silahkan duduk tuan dan nyonya Dayson.” Si polisi mempersilahkan Kenzo dan Alesya di kursi yang ada di depan meja panjang itu. Kini posisinya mereka berempat duduk saling berhadapan.
“kau bisa mulai menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada kami.” Kenzo langsung to the point begitu dia duduk.
Polisi itu melihat ke arah Kenzo, lalu melihat ke arah Alesya.
“Baiklah tuan dan nyonya Dayson, tuan Ronald Diningrat mati akibat di tikam dengan sebuah benda tajam di bagian punggung dan leher sebanyak tujuh kali namun selain itu juga terdapat bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala bagian belakang. Dari posisi bekas tusukan itu dan bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala bagian belakang itu maka kami simpulkan bahwa tuan Ronald sudah diserang dari belakang. Jadi kronologi nya kira-kira seperti ini sekitar pukul delapan pagi saat semua para narapidana sedang berada di halaman depan, tuan Ronald minta izin untuk kembali masuk ke dalam sebab dia ingin ke toilet. Ketika ia berjalan menuju toilet inilah kami yakin dia mendapatkan penyerangan dari orang yang tidak di kenal tadi.” Jelas polisi itu panjang kali lebar.
“apa kalian sudah menemukan pelaku pembunuhan tersebut?” tanya Kenzo setelah mendengarkan penjelasan dari polisi itu tentang kemungkinan kronologi kejadian yang menimpa Ronald.
Polisi itu menyandar ke sandaran kursinya dan menggeleng. “belum tuan. Kami belum menemukan pelaku penusukan yang mengakibatkan nyawa tuan Ronald melayang.” Ungkap Polisi itu.
__ADS_1
“apa tidak ada cctv yang menangkap kejadian tersebut? Atau saksi yang melihat kejadian itu terjadi. Apalagi ini terjadi di pagi hari.” Seru Kenzo, tidak bisa percaya kalau di penjara yang besar ini tidak ada cctv sebagai salah satu bagian keamanan gedung ini.
“saya tidak tahu apakah ini adalah bagian dari rencana pembunuhan Ronald atau hanya sebuah kejadian random saja tapi dua puluh menit sebelum kejadian penusukan itu terjadi semua CCTV di semua gedung mengalami kerusakan. Sehingga saat kejadian itu terjadi, tidak ada CCTV yang dalam keadaan menyala.” Jelas si polisi.
“benar-benar sudah terencana.” Gumam Kenzo dalam hati.
Kenzo menoleh pada Alesya yang duduk di sampingnya. Dia yakin Alesya pasti juga akan berpikiran sama dengannya kalau ini adalah sebuah pembunuhan yang terencana.
“senjata yang digunakan sudah ditemukan di dalam wastafel kamar mandi. Tapi sayangnya tidak ada sidik jari yang bisa kita temukan di pisau tersebut sebab pelaku sudah mencuci bersih pisau itu.” Jelas polisi itu.
“Heem.. jadi ada kemungkinan kalau pelaku kemungkinannya masih ada dalam penjara ini” Tukas Kenzo.
“saya tidak dapat memastikan hal itu tuan. Bisa jadi pelaku masih ada di dalam penjara ini atau bisa jadi sudah kabur mengingat semua cctv rusak sehingga semua pergerakkan tidak dapat terekam.” Jawab si polisi.
__ADS_1
“aku yakin dia masih berada di dalam. Karena kalau sampai dia bisa masuk dan keluar penjara ini sesuka hati nya maka hanya ada dua hal. Yang pertama penjagaan penjara ini sangat lemah atau yan kedua dia adalah salah satu dari petugas polisi yang ada disini. Maaf jika perkataan ku terdengar seperti memburukkan nama kepolisian. Tapi jika itu dilakukan oleh napi maka dia pasti tidak akan bisa sebab napi tidak akan memiliki akses untuk mengacaukan semua CCTV di penjara ini. Menurut pendapat ku Paling tidak si pembunuh harus bisa masuk dulu ke ruang CCTV jika ingin melakukan hal itu dengan cara yang manual. Tapi tidak ada napi yang masuk ke ruang CCTV kan? Beda hal jika itu dilakukan oleh orang luar ataupun petugas yang ada di dalam. Mereka bisa memiliki akses untuk mengacaukan CCTV selama yang mereka ingin kan. Orang luar bisa melakukan itu tanpa harus masuk ke ruang CCTV yakni dengan cara meretas sistem penjara ini untuk sesaat sedangkan kalau itu adalah petugas maka ia akan punya akses untuk keluar masuk ruang CCTV di dalam penjara ini.” Kenzo mengeluarkan sedikit diagnosa nya tentang kasus ini.
“tapi saya tadi mengatakan mungkin saja kerusakan CCTV secara bersamaan itu adalah kejadian yang terjadi secara random dan kebetulan pula kejadian penusukan itu terjadi saat itu.” Polisi itu mencoba membantah pernyataan Kenzo yang memojokkan pihak kepolisian.
“Tidak pernah ada hal yang benar-benar terjadi dengan kebetulan di dunia ini. Semua nya pasti terjadi karena campur tangan, kalau tidak campur tangan manusia maka itu terjadi karena campur tangan tuhan.” Sindir Kenzo.
“aku hanya mengutarakan pendapat ku.”lanjut Kenzo. “aku tidak bermaksud yang lain.”
Polisi itu masih terlihat tidak senang dengan ucapan Kenzo. “mentang-mentang dia adalah orang kaya jadi bisa seenaknya dalam mengeluarkan perkataan dari mulutnya.” Gumam si polisi dalam hati.
“Baiklah, aku rasa sudah cukup. Katakan pada kapten Dio untuk menghubungi ku setelah ia menemukan tikus yang sedang dicari nya.” Kenzo pun berdiri dan memberikan kode kepada Alesya bahwa urusan mereka di sini sudah selesai.
**bersambung...
__ADS_1