
"Tuan Kenzo, tuan muda Skala sudah tiba." Ujar Jack pada Kenzo.
"Ajak dia masuk Jack." Perintah Kenzo.
"Baik tuan." Jack pun keluar dan mengajak Skala untuk masuk ke ruang Kenzo.
"Kau sudah pulang Skala?" Sapa Kenzo.
"Ya." Jawab Skala singkat.
"Tukar lah baju mu terlebih dahulu. Aku sudah meminta mommy mu untuk membawa baju ganti untuk mu." Kenzo menunjukan ruang pribadinya pada Skala.
"Paman Kenzo, mommy ku mana?" Tanya Skala ketika ia tidak melihat? mommy nya.
"Heem.. mommy mu tidak akan ikut jamuan siang ini Skala. Dia ingin mengunjungi seorang kenalan nya." Jawab Kenzo jujur.
"Kenalannya?Siapa?" Pikir Skala.
Ketika sampai di kantor tadi pagi, tiba-tiba Alesya terpikir untuk mengunjungi Abibah. Karena sejak ia kembali ke kota itu, dia tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan Abibah.
Kenzo yang paham akan situasi Alesya tak kuasa menahan Alesya di kantor untuk menemaninya pada jamuan bisnis siang ini. Lagi pula tanpa kehadiran Alesya, Kenzo masih bisa menang dari Frans dengan kartu As di tangannya. Skala.Ya dia masih memiliki Skala.
"Segera tukar baju mu. Karena ada sesuatu yang harus aku katakan padamu." Perintah Kenzo.
__ADS_1
###
Skala pun selesai berganti pakaian.
"Apa yang ingin kau katakan paman Kenzo." Tanya Skala.
"Aku sudah menimbang-nimbang hal ini. Dan akhirnya aku putuskan untuk berkata jujur pada mu." Ujar Kenzo dengan nada serius. Dia menatap Skala.
"Aku merasa kau tidak sama seperti anak kecil pada umumnya."Ujar Kenzo kemudian.
"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan pada ku paman Kenzo. "Potong Skala.
"Aku dan ibu mu memutuskan untuk mengatakan kepada publik bahwa kau adalah anak kandung ku agar segala urusan surat menyurat atau hal lain tidak terlalu berbelit-belit. Jadi status mu bukan anak sambung ku tapi anak kandung ku. Aku yakin kau pasti sudah mendengar hal ini ketika kakek ku datang kemaren. Tapi aku sengaja mengatakan ini sekali lagi pada mu agar kau tidak salah dalam berkata kepada siapapun."Jelas Kenzo.
"Di depan umum, kita adalah keluarga. kau ayahnya, lalu ada ibu ku dan aku. Kita keluarga kaya raya. Kau tidak ingin privasi ibu ku dan aku terganggu makanya kau sengaja menyembunyikan kami dari publik selama ini." Skala terlihat sedang berpikir.
"Oke.Make a sense." Seru Skala.
"Keadaan kedua, kita adalah keluarga karena kau menikahi ibu ku dan itu lah sebabnya aku jadi anak sambung mu. Hal ini hanya kita bertiga yang tahu."Kerutan kecil muncul kembali di kening Skala.
"Dan ya.. ditambah dengan asisten mu. Paman Jack juga tahu." Tambahnya.
Skala lalu menoleh pada Kenzo dengan sebuah tatapan yang tak dapat diartikan oleh Kenzo.
__ADS_1
"Apa kau yakin hanya dua hal ini kondisi tentang kehidupan keluarga kita yang perlu aku ketahui? tidak ada yang lain?" Tanya Skala dengan wajah penuh curiga.
"Memangnya ada apa lagi?" Tatap Kenzo.
"Ya mana aku tahu. Karena semua ini cukup tidak masuk akal bagi ku paman Kenz. Apa perlunya kau repot-repot mengakui ku sebagai anak? Kau orang kaya. Membuat surat dan hal-hal lainnya diterima oleh orang lain itu hal mudah bagi mu. Hanya seperti menjentikkan jari. Lalu kenapa kau bertingkah seperti orang biasa yang harus taat dengan segala prosedur. Kau sungguh membuat ku ingin tertawa." Ejek Skala.
"Ternyata anak ini bukan anak biasa. Dia tahu banyak hal. Ternyata aku salah memperhitungkannya."Batin Kenzo.
" Heh, Kenapa kau menatap ku begitu paman Kenz? Apa kau terkejut dengan cara berpikir ku?"
Kenzo masih diam tidak menjawab celotehan Skala.
"Kalau kau pintar, seharusnya kau sudah bisa memprediksikan siapa aku dan ibu ku." ejek Skala sekali lagi.
"Aku pun sedang mencari tahu tentang ibu mu dan diri mu. Wanita dengan segudang title S.3 dan anak yang memegang black card lalu melamar sebagai sekretaris ku? Huh, kalian kira aku bodoh?"Gumam Kenzo.
Skala menggeleng dengan menghembuskan nafas sembarangan.
"Terserah lah paman Kenz." Ujar Skala, lelah menunggu respon Kenzo.
Kenzo menarik nafas dalam, "Aku akan menemukan tentang kalian segera." Batin Kenzo.
#####
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya zeyeng..