Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#31


__ADS_3

Marcus dan Alesya pun duduk sesuai dengan perintah Kenzo.


“Well, masalah urgent apa yang ingin kau sampaikan pada aku dan Alesya paman?” Tanya Kenzo sambil meletakan segelas es campur di depan Marcus dan Alesya.


“Aku dan Dyana akan menikah.” Jawab Marcus.


“Lalu Frans?” Tanya Kenzo cepat.


“Kau bisa tanyakan soal Frans pada istri mu Alesya, bukan kah begitu Alesya?” Ujar Marcus pada istri keponakannya itu.


Kenzo menoleh pada Alesya, Kenzo teringat tadi istrinya sedang melakukan sesuatu hingga tidak menghiraukan dirinya.


“Alesya apakah ini ada kaitannya dengan video yang kau tonton tadi?”


Alesya mengangguk.


“Video?” tanya Marcus heran. Dia sama sekali tidak tahu menahu soal Video.


“Video apa?” Tanyanya lagi, meminta penjelasan dari Alesya.


“Baiklah akan aku jelaskan.” Alesya merasa sebaiknya dirinya lah yang menjelaskan tentang semua rencana Frans pada Marcus dan Kenzo.


“Frans meminta ku untuk membantunya mempersiapkan pernikahan Marcus dan Dyana. Frans sadar kalau Dyana hanya mencintai Marcus sehingga dia tidak ingin datang sebagai pengganggu hubungan mereka. Tolong muka kalian biasa saja.” Ujar Alesya di sela-sela ceritanya.


Kenzo dan Marcus pun memperbaiki mimik wajah mereka.


“lanjutkan..” Seru Kenzo.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kapan tepatnya Frans merasakan kalau dirinya tidak mungkin untuk meraih cinta bibi mu Kenz, tapi satu hal yang pasti yang aku ketahui, ketika dia datang mengunjungi kita terakhir kalinya dia meminta ku untuk mengambil pakaian milik paman. Kau ingat, saat itu kau sempat ingin memotong tangannya karena menyentuh ku?” Alesya melipat tangannya di dada sambil menatap Kenzo.


“Haa! Ya ! Aku ingat! Itu saat kau menipu nya untuk datang Kenz!” Timpal Marcus.


“Aku tidak menipu nya paman! Dia saja yang salah mengartikan perkataan ku!” Kenzo mengkoreksi perkataan Marcus. Kenzo tidak mau anaknya yang ada yang di dalam perut Alesya mendengar ayahnya melakukan hal – hal yag buruk.


“Aku rasa itu sama saja!” Celetuk Marcus.


“Itu sangat berbeda!” Beda Kenzo, tidak terima dirinya dikatakan menipu Frans.


“Apa kalian akan berdebat mengenai hal ini?” Alesya menatap tajam pada Kenzo dan Marcus.


“Tidak! Lanjutkan!” Jawab Kenzo dan Marcus bersamaan.


“Nah singkatnya, aku tidak bisa mengambil pakaian paman dari lemarinya. Sebab, ternyata paman selalu mengunci lemari tersebut. Aku benar kan paman? Kau selalu mengunci lemari pakaian mu!” Tanya Alesya dengan tatapan tidak percaya, kalau Marcus suka mengunci pintu lemarinya.


“Barang-barang Agnes?” Tanya Alesya.


“Ya, ada pakaiannya sewaktu dia akan di rawat di rumah sakit, peralatan merajut nya yang dia minta aku untuk belikan guna membuat syal untuk mu, ada buku diari dan juga ada ponselnya. Semua itu Arya serahkan pada ku setelah aku memakamkan Agnes.” Terang Marcus.


Alesya dan Kenzo hanya diam mendengar penjelasan Marcus.


“Sebenanr nya aku ingin menyerahkan semua hal itu pada mu Alesya, tapi ada hal penting yang menyita perhatian ku sehingga aku melupakannya. Setelah ini akan aku ambilkan semua milik Agnes yang ada di dalam lemari ku. Sebagai kakaknya kau adalah orang yang berhak untuk menyimpan semua benda-benda itu.” Sambung Marcus.


“Terima kasih paman. Kau telah membuat hari-hari Agnes lebih berwarna dan bermakna. Aku yakin Agnes sangat menyayangi dirimu hingga dia rela mendonorkan matanya untuk orang yang kau cintai.” Alesya sungguh berterima kasih pada Marcus atas apa yang telah Marcus lakukan untuk Agnes.


“Well.. lanjutkan cerita mu Alesya.” Ujar Marcus.

__ADS_1


“Sampai mana tadi?” Karena di interupsi oleh Marcus, Alesya sampai lupa apa hal terakhir yang keluar dari mulutnya.


“Kau tidak bisa mengambil pakaian paman karena lemari nya terkunci.” Ujar Kenzo mengingatkan. “Sayang, sepertinya kau harus minum dulu.” Kenzo pun memberikan gelas es campur Alesya kepada Alesya.


Alesya melihat es campur itu lalu dia tersenyum dan mengambil gelas itu lalu meminumnya.


“Kenapa kau tersenyum begitu?” Tanya Kenzo heran.


“apakah aku tidak boleh lagi tersenyum?” Alesya memasang wajah cemberutnya sambil melipat tangannya.


Kenzo langsung mencubit hidung mancung istrinya itu seraya berkata,”Jangan menyembunyikan alasan mengapa kau tersenyum ketika aku memberikan es campur itu dengan wajah cemberut palsu mu itu! Aku tidak akan tertipu nyonya Dayson!”


“Aku sungguh tidak menyembunyikan apapun sayang! Sungguh!” Alesya tetap bersikuku dengan jawabannya.


“Kau tidak akan pernah bisa membohongi ku Alesya Dayson! Cepat katakan!”


Alesya dan Kenzo malah jadi saling cubit-cubitan di tengah-tengah pembahasan yang serius ini.


“Hah! Apa kalian tidak bisa saling mesranya nanti saja?” Sela Marcus jengah yang tak habis pikir kok bisa Kenzo dan Alesya ini selalu bermesraan dimana pun mereka berada. Bukan kah mereka telah lama menikah? Tapi kelakuan mereka berdua tak ubahnya seperti ABG yang sedang kasmaran.


Alesya pun menolak Kenzo agar menjarak dari nya. “ Sana jauhan sikir.” Ujar Alesya.


“Aku tidak mau!” Kenzo tetap ingin duduk di samping Alesya.


“Aku sama sekali tidak keberatan kalian duduk berdekatan bahkan kalau kalian ingin kau ingin memangku Alesya, aku pun tidak keberatan sama sekali Kenzo. Tapi please, can we back to our topic? (tapi bisa kah kita kembali ke topik kita tadi?)” tanya Marcus yang hanya bisa menatap Kenzo dan Alesya yang ternyata tidak mendengarkannya sama sekali malah asik saling dorong-dorongan. Alesya mendorong Kenzo, dan Kenzo kembali menempel ke Alesya.


“Aku harap, ini tidak berlanjut sampai tengah malam.” Seru Marcus, pasrah.

__ADS_1


***bersambung...


__ADS_2