Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 40#Mai?#1


__ADS_3

Malam itu, Kenzo, Alesya dan Dyana makan malam bersama. Sejak Skala tinggal bersama kakeknya rumah besar milik Kenzo ini memang terasa sepi.


"Apa Skala akan lama berada disana Alesya?" Tanya Dyana pada Alesya sebab ia sudah merasa rindu pada bocah nakal yang selalu ikut kemana pun ia pergi itu.


"Aku tidak tahu pasti bi." jawab Alesya, tidak bersemangat. Dia pun rindu pada anak itu.


"Kalau kalian semua rindu pada Skala, bagaimana kalau kota weekend ini pergi rumah ayah di kota J" tawar Kenzo pada Alesya dan Dyana.


Alesya sebenarnya sangat ingin untuk pulang bertemu Skala tapi pekerjaannya perusahaan sangat banyak. Jadi tidak mungkin untuk pulang dalam waktu seminggu ini.


"seperti aku tidak bisa Kenz. Pekerjaan ku masih sangat banyak. Kau tahu sendiri, aku harus membenahi perusahaan itu secepatnya. Kalau tidak maka akan berakibat fatal." Jelas Alesya.


Dyana yang sedari tadi menyimak akhirnya ikut buka suara.


"aku juga tidak bisa Kenzo." ujar Reza.


"kalau Alesya yang menyatakan dia tidak bisa, aku masih bisa mengerti bi karena Alesya baru saja mengambil alih perusahaan keluarga nya. Tapi kalau pengangguran seperti diri mu yang mengatakan hal iyu aku rasa tidak akan ada alasan yang pas untuk tidak ikut.


Dyana menatap Kenzo dalam. Dia terlhat ragu untuk berbicara.


“Kenz, apa ibuku ada menelpon mu?” ujar Dyana rahu-ragu.


“tidak ada.” Jawab Kenzo sambil meneruskan makannya.”memang ada apa bi?” Tanya Kenzo pada Dyana.

__ADS_1


“Mai mau kesini.” Ucap Dyana sambil memasang senyum yang terkesan dipaksakan di wajah cantiknya itu.


Kenzo yang mendengar nama Mai langsung tersedak hingga ia batuk-batuk.


“kau kenapa sayang?” tanya Alesya sambil memberikan segelas air pada Kenzo yang sibuk menepuk-nepuk dadanya. “cepat minum ini dulu.”


Kenzo pun langsung mengambil air dari tangan Alesya dan meminum habis air itu.


“Gimana? Udah baikan?” tanya Alesya yang bingung kenapa Kenzo bisa tiba-tiba tersedak ketika berbicara dengan Dyana.


“sudah” jawab Kenzi sambil memberikan gelas itu kembali pada Alesya. “terima kasih.” Ujar Kenzo, lembut pada istrinya.


“memang nya Mai itu siapa, Kenz?” Alesya ingat kalau Kenzo tadi tersedak karena Dyana mengatakan bahwa Mai akan datang.


“Dia adik tirihnya Dyana yang tinggal di Australia.” Jawab Kenzo sambil menatap Dyana seakan-akan melarang Dyana untuk menjelaskan siapa Mai sebenarnya.


Kenzo dan Dyana yang mendengar ucapan Alesya malah jadi saling tatap-tatapan. Entah apa yang sebenarnya yang mereka sembunyikan dari Alesya.


“anggota keluarga kami tidak banyak Alesya.” Jawab Dyana,cepat. Dia sengaja sepat menjawab pertanyaan Alesya untuk mengalihkan perhatian Alesya dari seseorang yang bernama Mai yang tadi Dyana sebutkan.


“hanya saja mereka semua tersebar. Jadi kami jarang ada yang berkumpul di satu tempat.” Lanjut Dyana.


“Pantas saja,” jawab Alesya. Lau dia menyudahi makannya.

__ADS_1


"Sayang maaf aku tidak bisa menemani hingga makan malam mu habis. Karena sedari tadi kita membahas Skala, aku jadi semakin rindu pada anak ku yang tampan itu. Aku ingin menelpon anak ku itu sebentar sebelum dia tidur.” Aleysa pada Kenzo.


" paling tidak dengan melihatnya melalui hp atau hanya mendengar suara saja, aku bisa menahan rindu ku sedikit lebih lama hingga semua pekerjaan ini srlesim


“baiklah sayang tidak masalah. Lagi pula masih ada bibi disini. Benarkan bibi?” Tanya Kenzo pada Dyana penuh penekanan.


“Ya tentu saja Alesya. Aku masih belum selesai.” Jawab Dyana cepat.


“Baiklah, aku ke atas duluu sayang.”Alesya pun bangkit dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Kenzo dan Dyana di ruang makan itu.


Setelah yakin Alesya sudah benar-benar tidak ada disana, Kenzo langsung meletakkan sendok dan garpu nya dan berkata,” Mai mau datang kemari? Tapi mengapa nenek membolehkan dia kemari?” semua pertanyaan yang sedari tadi sudah menumpuk di kepala Kenzo akhirnya bisa ia sampaikan kepada Dyana.


Dyana mengangkat bahunya menadakan kalau dia tidak tahu menahu tentang hal itu. “aku pun tidak tahu Kenz. Ibu hanya mengatakan itu pada ku.”


Kenzo memijat-mijat kepala nya. Bukan karena ia sedang sakit kepala tapi karena kepala nya terasa mau pecah begitu mendengar keadatangan Mai.


“bibi, tolong kau sampaikan kepada nenek agar melarang Mai datang kemari!!” Kenzo menatap Dyana penuh harap.


“ibu ku sudah sebisa mungkin melarangnya untuk datang Kenz. Tapi kau tahu sendiri kan kalau tidak ada satu orang pun yang bisa melarang Mai jika ia sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu.” Terang Dyana. Meski Mai adalah saudari tirinya, tapi Dyana sendiri tidak suka pada Mai.


“jadi kapan dia akan datang?” Tanya Kenzo pada Dyana.


“ibu ku mengatakan Mai akan tiba besok pagi.” Jawab Dyana.

__ADS_1


“besok?? Kau serius bi?” tiba-tiba Kenzo merasa panik. Kalau Mai datang besok pagi maka ia tidak punya waktu untuk menjelaskan duduk permasalah ini pada Alesya. Kenzo takut Alesya akan salah paham.


***Bersambung


__ADS_2