
Monica pun di bawa ke kantor polisi oleh Jack dan kapten Dio untuk diperiksa. Dia dicurigai sebagai kaki tangan Jenny.
“nona sekarang kami mohon kerja sama anda.” Ujar Kapten Dio memulai sesi interogasi itu. “agar masalah ini segera selesai.” Lanjut kapten Dio.
“mau sampai kapan pun bahkan sampai kiamat sekali pun, aku akan tetap mengatakan kalau aku bukanlah kaki tangan Jenny!! Aku bahkan ada disana untuk membantu mu untuk menangkap Jenny kapten! Apa kau lupa dengan diri ku? Kita bertemu pagi ini di kantor polisi. Aku datang bersama Alesya.” Ungkap Monica membuat kapten Dio tersentak.
“alesya? Kau datang tadi pagi bersama Alesya putrinya tuan Ronald?” Ujar kapten Dio sambil memperhatikan wajah Monica dengan seksama.
“Coba lepaskan ikat rambut mu?” Pinta kapten Dio pada Monica.
Dengan tangan masih terborgol Monica melepaskan ikat rambut yang sedang iya kenakan.
“apa sekarang kau sudah mengenali ku?” Tanya Monica, dengan wajah kesal.
“benar kau adalah gadis yang datang bersama nyonya Dasyon tadi pagi. Tapi mengapa kau berada ditempat itu? Bukankah kau sedang bersama nyonya Dayson tadi pagi?” kapten Dio masih menaruh curiga dengan keberadaan Monica di tempat kapten Dio ingin menyergap Jenny.
“Aku dan Alesya mendengar kau mengucapkan nama Jenny ketika kita akan ke arah ruang autopsi. Itulah sebabnya Aleysa meminta ku untuk membututi mu untuk membantu mu mengenali Jenny. Tapi disaat aku sudah hampir menangkap Jenny, kau dan asisten bodohnya tuan Dayson itu malah menggagalkan aksi ku. Sebenarnya jika kalian langsung mengenali wanita hamil itu sebagai Jenny maka aku tidak perlu bersusah payah ikut terlibat dalam hal ini. Tapi dari jauh aku melihat kalian sama sekali tidak mengenali wanita itu. Dia bahkan bisa lewat tanpa menarik perhatian dari kalian semua sedikit pun!” jelas Monica dengan sedikit emosi.
Kapten Dio tetap diam, sambil mengamati Monica yang terlihat sangat emosional saat itu.
“aku akan kembali nanti.” Ujar Kapten Dio. Dia punya feeling bahwa dia baru saja melakukan kesalahan yang fatal.
__ADS_1
****
“kapten, kami menemukan ini tidak jauh dari lokasi tempat kita mencari nyonya Jenny.” Ujar salah satu polisi muda yang berjaga di pintu keluar bagian belakang toko.
Polisi itu pun menyerahkan baju dan sebuah kain yang diikat dan berisi beberapa helai kain.
“ini?” kapten Dio ingat, baju yang diserahkan oleh anak buahnya sama persis dengan baju yang dikenakan oleh wanita hamil itu barusan.
“jangan-jangan!!” kapten Dio benar-benar sudah salah tangkap orang.
Orang yang sebenarnya ingin dia tangkap malah dilepaskannya. Sedangkan orang yang ingin membantunya menangkap targetnya malah ditangkapnya. Kuduk kapten Dio terasa benar-benar sakit saat ini. Mungkin tekanan darah nya ikut naik mengingat kesalahan fatal yang baru saja ia lakukan.
kapten Dio meminta anak buah nya untuk melepaskan Monica yang ada di ruangan interograsi.
“apa ada capt?” tanya Jack pada Kapten Dio yang mendengar kalau kapten Dio meminta anak buah nya untuk melepaskan wanita yang baru saja mereka tangkap.
“Sepertinya kita sudah melakukan kesalahan Jack.” ujar Kapten Dio dan memberikan semua yang baru saja ia dapatkan dari anak buahnya.
“apa ini?” tanya Jack heran tapi tetap mengambil semua kain yang diberikan oleh kapten Dio.
“coba kau perhatikan baik-baik Jack.”Pinta kapten Dio. “bukankah ini terlihat sama seperti pakaian yang dikenakan oleh wanita hamil tadi?”ujar Kapten Dio lemah.
__ADS_1
Jack pun melihat pakaian itu dengan seksama dan dia setuju dengan pendapat kapten Dio kalau pakaian ini memang terlihat sama seperti yang dikenakan oleh wanita hamil tadi.
“tapi bisa saja hanya sama kan capt?” ujar Jack yang masih berpendapat kalau tidak mungkin wanita hamil itu adalah Jenny.
“setelah semua bukti yang ada ditangan mu saat ini, kau masih mencoba mengatakan kalau wanita hamil tadi bukanlah Jenny, tuan Jack, mengapa aku malah curiga, jangan-jangan kau sendiri lah kaki tangan Jenny!!!” Monica merasa puas sebab ia terbukti tidak bersalah dan sekaligus dia dapat membalikan semua tudingan yang tadi Jack berikan kepada nya kembali utuh-utuh pada Jack.
“maaf kan aku nona Monica!” ujar kapten Dio yang sudah menyadari kesalahannya.
“Semoga ini tidak terjadi lagi kapten Dio. Kita seharusnya sudah bisa menangkap Jenny tadi kalau tidak karena ada seorang pria yang sok tahu yang tidak bisa membedakan mana wanita yang benar-benar sedang hamil dan yang mana yang sedang berpura-pura.” Ucap Monica sambil memandang sinis pada Jack. Sebab di mata Monica, Jack lah penyebab semua kegagalan ini.
“memang nya kau bisa membedakan mana wanita yang benar-benar hamil dengan wanita yang pura-pura hamil!!” Seru Jack yang jadi terpancing emosinya.
“itu mudah sekali tuan Jack, tidak ada wanita yang sedang hamil besar sanggup pergi berbelanja dengan memakai sepatu high heel setinggi yang wanita tadi kenakan. Sepertinya kau harus menikah terlebih dahulu untuk dapat memahami ini semua!” Cemooh Monica pada Jack.
“Kau!!!” Ujar Jack marah sambil menunjuk Monica dengan jari telunjuknya.
“aku harap aku tidak bertemu lagi dengan laki-laki bodoh seperti diri mu tuan Jack yang sok tahu!!” Monica pun meninggalkan Dio dan Jack yang masih mematung di tempat itu.
“kita harus akui ini adalah kesalahan kita Jack!” Ucap kapten Dio sambil menepuk-nepuk pundak Jack lalu kembali ke dalam ruangannya.
Kini hanya tinggal Jack yang sedang merenung. Bukan perkataan Monica tadi yang menjadi beban pikirannya saat ini. Tapi bagaimana dia akan menghadapi Kenzo setelah dua kali membuat penangkapan Jenny gagal. “tamatlah riwayat ku kali ini” Gumam Jack sambil mengacak-acak kasar rambutnya.
__ADS_1
**bersambung