Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
#iklan hak paten otor.. wkwk


__ADS_3

dalam rangka meningkatkan popularitas otor di dunia baca membaca ini.. otor numpang iklan bentar yo cintoo..


#ini novel perdana otor yang udah tamat... sengaja otor tayangkan cuplikan disini...


biar pada tau.. karya otor yang lain. juga layak di baca.. #hehheehe..


yg tidak berkenan boleh skip dan dilarang komen pedas... apalagi kalau pedasnya level dewa.. hehehe...


πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™Š#semoga di lulusin review oleh NT... mimin NT bantu aye ye...


*


*


*


"Pagi." Sapa Tiara pada Reza yang sedang menyantap sarapannya pagi itu.


"Hemm... " jawab Reza dingin.


"Kamu mau kemana pagi ini?" Tiara terus mencoba mengajak Reza untuk berbicara. Seakan tidak menghiraukan sikap dingin Reza barusan.


"Mungkin suasana hatinya masih buruk." batin Tiara.


" Aku di rumah saja." Ucapnya seraya menghabiskan roti bakar di tangannya.


"Dia marah sama aku?" Tanya Tiara dalam hati. "Harusnya aku tuh yang marah!! Kirain ikut ke Paris karena ingin mastiin aku ketemu ama cinta sejati aku. Eh tau nya mau mastiin cinta sejatinya sendiri."


"Temani aku ke mall yuk! Aku mau beli pakaian untuk nanti malam." Tiara tetap bersemangat untuk baikin hati Reza.


" Aku di rumah aja. Capek!"Jawab Reza singkat.


"Kalau gitu, temani aku masak." lanjut Tiara gak menyerah.


"Gak, lagi malas." Jawab Reza singkat.


Tiara menghela nafasnya. "Bete banget muka nya pagi ini." Tiara diam dan menatap Reza dengan mulut manyunnya.


Diambilnya sebuah roti dan dimakannya begitu saja. Semangat sarapan pagi nya hilang melihat wajah bete Reza.


Sebenarnya semalam setelah mendengar Reza menyanyikan lagu-lagu pilu, Tiara berpikir pagi ini dia mesti memastikan perasaan mereka. Dia harus tahu kenapa Reza terlihat marah kemaren dan terdengar sedih semalam.Apakah Reza ada rasa untuknya? Atau dia aja sendirian yang ke ge_er an karena kedekatan mereka beberapa hari ini.Dia harus pastikan semuanya sebelum acara nanti malam.


Tiara ingat, Alex mengatakan dia mau kasih kejutan buat Tiara malam ini. Tiara takut Alex ngajak dia resmi balikan.Bukannya Tiara gak senang, tapi dia sedang bimbang, dia mulai merasakan sesuatu ke Reza.


Reza selesai dengan sarapannya. Dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun pada Tiara yang masih mengunyah roti tawar nya yang kini terasa benar-benar tawar di lidahnya.


"Gimana mau bicara dari hati ke hati, bicara dari mulut ke mulut saja emMoh." Gumamnya pelan, melihat Reza yang mulai menaiki tangga.


Tiara meneruskan sarapannya sendiri sambil mikirin ide untuk bisa berbicara hati ke hati dengan Reza.


Namun tiba-tiba Reza kembali turun, dia seperti ingin pergi ke suatu tempat. "Mau kemana?" Tanya Tiara menghentikan langkah Reza.


"Ke tempat Bianca." Jawab Reza malas. Dan memalingkan wajahnya.


"What!! Pagi-pagi udah mau menemui wanita itu. Besar banget semangat juang mu tuan Aldian Reza Kusuma." Sungut Tiara dalam hati.


Melihat Tiara yang malah bete melihatnya, Reza meneruskan langkahnya. "Gue gak bisa terus-terusan dekat ama cewek ini. Pikiran gue jadi sering keluar jalur kalau dekat ama dia. Mending gue cari udara segar di luar." pikir Reza.


"Aku ikut!!!" Ucap Tiara tiba-tiba.


Reza melihat Tiara yang masih menggunakan baju tidur hello kitty itu dengan tatapan awkward "Ngapain dia ikut!! Dia gak denger tadi gue bilang mau pergi ke tempat Bianca!! Atau dia emang gak peduli dengan kedekatan Bianca dan gue. Lalu apa maksud kekesalan dia kemarin?" Reza benar-benar lelah main tebak tebakan perasan dengan Tiara.


"Aku buru-buru! Kelamaan kalau mesti nunggu kamu tukar baju dan dandan." Reza meneruskan jalannya.


"Eeeiiits..! Tunggu!! Tiara berlari dan menarik tangan Reza. " Ngebet banget pak untuk ketemu kekasih hati." Goda Tiara pada Reza. "Aku ikut ya..!! aku pakai ini aja!!" Tunjuk Tiara pada baju Hello Kitty nya. "aku bosan di rumah! Aku janji gak akan keluar mobil." Rayu Tiara.


"Serius kamu keluar pakai baju itu?" Reza akhirnya mau bicara normal dengan Tiara.


"Yaaa... serius gak serius sih! Abisnya kamu gak kasih kesempatan untuk aku ganti baju."Ucap Tiara masih memegang lengan Reza.


" 10 menit!! aku tunggu kamu siap-siap 10 menit. Kalau udah lebih dari 10 menit tapi kamu gak juga turun aku langsung pergi."Ucap Reza terpaksa, karena dia gak bisa biarin Tiara lama-lama nahan lengannya. Jantung nya rasa mau loncat keluar.


"Siap capt!! 10 menit ya!! awas kalau kamu kabur.!" Tiara langsung ngacir ke kamarnya.


Reza yang melihat Tiara menaiki tangga sambil berlari, auto cemas. Tanpa ia sadari hampir saja dia mengatakan "Hati-hati ntar kamu bisa jatuh." Namun ketika melihat Tiara mendarat dengan selamat di pintu kamarnya, Reza jadi tenang dan mengunci mulutnya


Tak lama, Tiara turun dengan pakaian casual, sepatu sneaker tanpa make up.


"Tujuh menit tiga puluh tiga detik." Seru Tiara, begitu dia berdiri dihadapan Reza.


"Kamu gak make up?" Tanya Reza, melihat wajah Tiara yang polos tanpa make up. Bukannya gak cantik sih, cuma agak pucet aja pikirnya.

__ADS_1


"Make up an di mobil, check!" Jawab Tiara ala tik toker sambil mengangkat pouch make up nya.


"Ada -ada aja nih anak." Gumam Reza, dalam hati.


"Ayooo.. ntar Bianca kelamaan nunggu kita." Tiara menyeret Reza keluar.


****


"Kamu dah lama ya kenal dengan Bianca?" Tanya Tiara sambil memasang seatbelt nya.


"Hemm... "Jawab Reza seadanya


"Balik lagi betenya." Batin Tiara.


Tiara diam sejenak.


"Kamu sering kerumah nya Bianca?" Lanjut Tiara bertanya.


"Heem..! jawab Reza malas sambil mengemudikan mobilnya keluar perkarangan kediaman Dirga Rajasa.


" Apa Ardi juga kenal ama Bianca?"


"Hemm... "Jawab Reza, sama.


Tiara melihat Reza yang sedang fokus mengemukakan mobil sport nya itu.


Sejenak Tiara diam. Sebenarnya dia bete mendengar jawaban hem ham hem ham dari Reza untuk setiap pertanyaannya. Tapi gimana lagi, Tiara merasa Reza sedang marah padanya jadi dia nahan aja untuk sementara ini.


Setelah agak jauh berjalan, Tiara kembali bertanya..Dia mau tau sampai kapan Reza bakalan hanya menjawab hemm.. padanya.


"Keluarga kamu juga kenal ama Bianca?" Tiara melirik Reza.


"Heem.. " Reza kembali menjawab dengan Hem.


"Kalau gitu, kenapa mereka gak nikahin kamu ama Bianca? Kayaknya dia menyukai kamu dan kamu kelihatannya juga suka!" Ucap Tiara lancar jaya.


Reza menghentikan mobilnya. Dan melihat kesal pada Tiara. "Turun!!!!" Perintah Reza dengan suara beratnya


"What dia nurunin aku di jalan kayak gini!! yang bener aja!! kekanak-kanakan banget sih kamu, Za!!" Rutuk Tiara dalam hati.


Tiara memandang Reza dengan tatapan kekecewaan nya. Tak terasa air matanya sudah sampai di sudut matanya. "Kamu tega turunin aku disini?" serunya, lirih. "Aku gak nyangka kamu sebenci itu ama aku, za." Sambung Tiara sambil menahan air matanya.


"Kamu jahat ama aku, Za!!" Ucap Tiara sedih melihat Reza hanya diam dengan tampang gak berdosanya telah menyuruh Tiara turun di tepi jalan. Akhirnya tangisnya pecah Tiara menutup mukanya dengan kedua tangan nya.


Reza meraih tangan Tiara dan mencoba menarik kedua tangan yang menutupi wajah cengeng gadis itu. "Dia pasti mikir yang aneh-aneh!" Pikir Reza, tersenyum.


"Kamu nangis, Ra?" Tanya Reza seakan-akan tidak mendengar isak tangis Tiara.


"Gak!! Aku ingusan!" Jawab Tiara asal.


"Kalau lagi ingusan, aku ambilin tisu ya." Ujar Reza iseng menggoda Tiara.


Suara tangis Tiara jadi makin kencang.


"Kamu jangan nangis dong, Ra!!" Ucap Reza masih memegang tangan Tiara yang mulai terasa dingin.


"Ayo buka dulu!!" Reza berusaha menarik tangan Tiara sekali lagi.


" Kamu jahat!!!!Aku benci sama kamu!!!" Ucap Tiara sambil terisak-isak.


"Aku tuh jahat nya dimana ama kamu Ra?" ucap Reza, meyakinkan Tiara.


"Kamu tega turunin aku ditepi jalan kayak gini!! Seumur hidup tuh gak ada yang berbuat gini ke aku!!!" Jawab Tiara sambil sesekali narikin ingusnya.


"Jadi kamu mau aku turunin dimana? Ditengah jalan? ketabrak mobil dong kamu nanti!!" Jawab Reza sambil candain Tiara.


"Receh!! Gak lucu tau!!"


"Siapa bilang aku lagi melucu!! Ayo dong!! Kamu buka dulu tangan mu ini!!"


"Gak mau!!


" Buka dulu, Ra!!"


"Aku bilang gak mau!! ya gak mau!! Huahahhaahhuuuuuhuu..." Tangis Tiara makin kencang.


Reza menghela nafas dan berkata." Maafin aku ya?" Ucapnya pelan sambil menarik Tiara ke pelukannya.


"Maafin aku udah cuekin kamu tadi pagi. Dan maafin aku udah buat kamu nangis seperti ini." Ujarnya sambil mengelus rambut panjang Tiara.


Tiara masih terdengar terisak dalam pelukan Reza.

__ADS_1


Reza mendekatkan kepalanya ke telinga Tiara dan berbisik "I love you Tiara."


Tangis Tiara yang tadinya lancar jaya, kini mendadak terdengar tersendat-sendat seperti mobil yang mogok di jalanan dan berlahan tidak terdengar lagi.


Suasana mendadak menjadi canggung


"Ehem!??Masih mau lama peluk aku? Kalau gitu ayo pulang ke Indonesia. Ntar kalau sudah halal boleh peluk selamanya." Goda Reza pada Tiara.


"Receh!!" Ucap Tiara, dan mencubit pinggang Reza.


"Auww!!" Pekik Reza kesakitan. "Tuh lihat dah berani mau cubit-cibitan."


"Siapa yang peluk kamu! Kamu sendiri kan tadi yang narik aku ke.. pelukan kamu!" Ujar Tiara ragu.


"Nih tisu. Lap dulu. Tuh ingus kamu kemana-mana." ledek Reza.


Tiara mengambil tisu itu cepat."Masa sih ingus aku kemana-mana!!" Pikir Tiara sambil ngambil tisu dari tangan Reza. Diliatnya Reza. "Kok dia seperti mau ketawa ya?" Pikir Tiara setelah memperhatikan wajah nyebelin Reza.


"Iiih... kamu ngerjain aku ya!!" Seru Tiara ketika sadar gak ada ingus yang sama sekali keluar dari hidungnya. "Kamu kira aku asisten kamu, yang telat mikir itu!!" Tiara memukul lengan Reza.


"Heemm... tadi cubit-cubit.. Sekarang mukul-mukul! Kayak nya kalau jadi nikah sama kamu, aku bakalan babak belur."


"Siapa yang mau nikah sama kamu!!" Seru Tiara cepat.


"Beneran gak mau nikah ama aku??" Goda Reza.


"Ya udah!! Aku nikah ama Bianca aja!!" Balas Reza dengan entengnya.


"Aldian Reza Kusuma!! Kamu jahat!! Aku benci ama kamu!!" Tiara marah dan ingin turun dari mobil Reza. Dibuka nya pintu itu berkali-kali namun tidak bisa. Dia melihat marah ke Reza. " Bukain pintunya!! Aku mau keluar!!" Perintahnya dengan marah.


"Tadi disuruh keluar, gak mau keluar. Sekarang ketika udah gak boleh keluar, malah mau keluar. Cewek emang ribet ya!" Ujar Reza sambil melipat tangannya dan tersenyum ke Tiara.


"iiihhh.. aku benci ama kamu!!" Ucap Tiara marah.


"Tapi aku cinta!" Jawab Reza lempeng.


"Please berhenti bercanda kayak gitu!!! Gak lucu tau!!" Sungut Tiara.


"Yang bilang aku bercanda siapa??" Ucap Reza pelan.


"Kalau kamu beneran cinta ama aku. Kamu pasti gak akan tega nyuruh aku untuk turun dari mobil kamu." Mata Tiara mulai berkaca-kaca lagi.


"Aku nyuruh kamu turun karena emang kita udah sampai, Ra! Sekarang coba kamu liat kita dimana?"


Dengan perasaan yang masih campur sari, Tiara melihat keluar jendela. Terlihat hamparan taman hijau yang sangat indah sepanjang mata memandang "Parch Floral de Paris" Ucap Tiara heran.


"Bukannya kamu mau ke rumah Bianca?"Tiara menunduk malu.


" Gak! Dari awal aku emang mau kemari." Jawab Reza dengan tampang tak bersalah telah berbohong pada Tiara.


"Ngapain kamu pagi-pagi kemari?" Masih tetap menunduk.


"Awalnya mau nenangin pikiran, tapi sekarang mau nyatain cinta ke kamu."


...


"Deg...


...


Deg...


..


Deg...


...#####...


...Permisi-permisi... otor mau lewat!!...


...Mau buang bawang bombai dulu...kayaknya kagak jadi di pakai.....


..." Makan kelepon sambil nyampoo.. (Asik...!!!),...


..."Ampun....bang jagooo... !!!...


...#Tarik sis!! Semongko!!!...


😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎


hayoooo yang penasaran dengan awal kisah reza dan tiara.. sile klik profil otor.. disana ada karya dengan judul " bukan betty la fea" tapi otor sampaikan kalau karya ini mengandung banyak air mata ya. baik karena tertawa terpingkal2.. mau pun karena menangis bombay... jadikan siapkan mental kamu sebelum membaca karya otor yang satu ini...

__ADS_1


__ADS_2