
Aleysa yang sudah selesai berbicara dengan Albert Dayson melalu telpon, bergegas ke bawah menuju ruang Kerja Kenzo.
"aku harus tahu apa yang Kenzo bicarakan pada Dyana."
Ketika ia tiba di ruang Kenzo terlihat Dyana yang keluar dari ruangan itu dengan wajah yang terlihat marah, sedih, kesal yang bercampur menjadi satu.
Alesya menarik tangan Dyana untuk mengikutinya.
Dyana dan Alesya masuk ke kamar Skala.
“ada apa? Apa dia memarahi mu bi?” Tanya Alesya pada Dyana.
“memangnya apa lagi yang akan suami mu katakan pada ku selain hal itu.” Ujar Dyana dengan wajah sedih. "kerja nya selalu marah-marah jika terkait Marcus. " sambung Dyaba.
“kau pasti sudah tahu alasan dia melakukan hal itu pada mu kan bi?” Alesya mencoba memberikan semangat pada Dyana.
“tentu saja. Dia dan alasan klasiknya yang tidak masuk akal itu selalu membelenggu ku.” Seru Dyana, yang mulai marah.
__ADS_1
“Bibi, aku mohon tolong cerita pada ku semua hal ini dari awal hingga akhir, aku sebenarnya juga tidak suka melihat Kenzo dengan sorot mata yang penuh kebencian dan rasa dendam setiap kali masalah itu ada kaitannya dengan Marcus.
“begini ceritanya...” Dyana pun mulai mencerita kan kembali bagaimana hubungan Kenzo dan Marcus dimasa lalu serta bagaimana hingga akhirnya kedua orang itu malah seperti anjing dan kucing.
“apa ada hal lain yang harus aku ketahui bi?” tanya Alesya pada Dyana.
“tidak banyak hal yang aku ketahui Alesya.” Ujar Dyana.
“bibi, bagaimana kalau kita bekerja sama untuk menyelidiki kematian orang tua Kenzo.” Tawar Alesya pada Dyana.
Dyana tidak ingin masalah diri nya malah membuat hubungan Alesya dan Kenzo yang baru saja harmonis di terpa masalah.
“tidak Aleysa, sebaiknya kau menjauh dari masalah ini. Ini tidak sedangkal yang kau kira.” Ujar Dyana kembali menasihati Alesya.
“bi, apa kau tidak kasihan melihat paman dan Kenzo hidup bagai musuh di sepanjang hidup mereka? Aku yakin kau orang yang paling merindukan saat-saat kalian tertawa bersama lagi. Kalau para pria tidak dapat mencari jalan keluar untuk mereka maka itu artinya disana sentuhan lembut wanita di perlukan.” Ucap Alesya, dengan sangat yakin.
“kau sungguh tidak takut ketahuan oleh Kenzo, Alesya?” Tanya Dyana sekali lagi.
__ADS_1
“aku lebih takut mereka saling benci hingga akhir hayat mereka untuk hal sia-sia. Aku sudah siap untuk semua kemungkinan yang terjadi bi. Percaya lah pada ku.” Ucap Alesya.
“Alesya, kenzo tidak tebang pilih bila urusan itu terkait dengan Marcus. Jangan libatkan diri mu. Rumah tangga mu baru saja bahagia.”
“bik, kebahagian kami tidak akan lengkap jika kau terluka dan Kenzo juga terluka. Terima lah penawaran dari ku. Ayo kita bersama-sama menyelidiki masalah kecelakaan itu.” Bujuk Alesya sekali lagi.
“kau sungguh keras kepala!!” Ujar Dyana pada Alesya yang kini dapat tersenyum bahagia mendapatkan anggota pertama nya.
“aku tidak bertanggung jawab untuk hal ini Alesya.” Tekan Dyana.
“tentu saja. Semuanya adalah inisiatif ku.. aku tidak akan menyesali apapun.” Ujar Alesya.
“jadi apa rencana mu?”
***bersambung...
Menurut kalian bagaimana? Berhasilkan Alesya dan Dyana mengungkap kebenaran kejadian belasan tahun silam? Tungguin kelanjutan di karya otor ini ya...
__ADS_1