Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 34 #Saling tikam#9


__ADS_3

“Kau masih tersenyum!!! Dasar wanita J*lang!!” ujar Ronald yang semakin memperkuat tarikan di rambut Jenny.


“aku sudah memberikan segalanya untuk mu Jenny!! Aku bahkan menutup mata dengan segala tingkah mu di luar sana!! Dan aku juga sudah mencarikan jalan keluar terbaik untuk kasus yang baru saja kau buat tapi dasar wanita tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih, kau malah membongkar aib ku di depan publik!!!” Ujar Ronald, dan menghempaskan Jenny ke lantai.


Untuk kedua kalinya Jenny kembali mendarat dengan kasar di lantai ruangan itu.


“Apa? Apa aku tidak salah dengar Ronald Diningrat? Kau mencarikan solusi untukku?? Kau hanya ingin membuang ku!!” ujar Jenny sambil tersenyum ketir. Kini semua rasa amarah di dadanya akan ia keluarkan.


“kau mengambil hak ku atas saham perusahaan ini dengan paksa dan menyerahkannya pada Aleysa!!"Ucap Jenny sambil mengarahkan jari telunjuk nya pada Ronald.


'Kau pun menceraikan aku begitu saja!!! Kau kira apa aku ini adalah wanita bodoh yang akan menerima semua hal itu begitu saja!!!!!” teriak Jenny sambil menggeretakan giginya.


“Tutup mulut mu Jenny!!" teriak Ronald, geram.


"aku minta tutup mulut kotor mu itu!!!!!"Ronald sudah benar-benar kehilangan kesabaran nya.

__ADS_1


"Memangnya apa hak mu atas saham perusahaan ini hah!! Ini semua adalah perusahan milik Alesya!! Dialah ahli waris sah dari semua harta yang kau nikmati selama ini!!!” Jawab Ronald, geram.”jadi apa salahnya jika aku mengembalikan semua itu pada nya!!!” Ronald terus berbicara dengan berteriak-teriak seakan-akan Jenny adalah wanita tuli yang tidak dapat mendengar perkataan jika ia tidak berteriak.


“kalau begitu kau pun tidak ada hak atas perusahaan ini tuan Ronald yang terhormat!! Kau hanyalah suami dari ibunya Alesya!! Kenapa kau tidak memberikan hak Alesya pada nya!! Kenapa kau malah menikmati semua jerih payah keluarga Alesya!! Sekarang katakan siapa diantara kita yang lebih mengerikan!! Aku atau kau tuan Ronald Diningrat!!!” ucap Jenny sambil tersenyum, sebuah senyum yang sangat menakutkan.


“kau terlalu banyak bicara Jenny!!” Ronald menampar Jenny sekali lagi, hingga tubuhnya terhoyong ke samping.


"rasa sakit ini akan kau rasakan juga Ronald!!!" gumam Jenny sambil menahan semua rasa dakit di tubuhnya sebab di kasari oleh Ronald.


“jangan kau kira kau bisa menjatuhkan ku dengan bukti-bukti yang kau tunjukan di konferensi pers tadi.” Ujar Ronald sambil mengcrengkram wajah Jenny dengan tangannya.


Jenny hanya tersenyum sambil meringis. “tentu saja hal itu tidak cukup untuk menjatuhkan mu.” Gumam Jenny dalam hati. Rasa sakit yang dirasakan akibat rambutnya dijambak oleh Ronald, tamparan Ronald di wajahnya seakan-akan hal itu sama sekali tidak memberikan rasa sakit yang berarti bagi Jenny.


Bram melihat jenny yang sudah mulai berantakan, takut kalau tuannya kebablasan dan malah menyebabkan masalah baru nantinya. Sebab bagaimana pun juga sebelum meninggalkan konferensi pers tadi Jenny sudah mengingatkan para wartawan jika ada sesuatu yang buruk menimpanya maka Ronald adalah tersangka utama untuk hal itu.


“Jenny!!! Aku tadinya ingin berpisah baik-baik dengan mu! Tapi kau terus memprovokasi ku!!!!” Suara Ronald terdengar sangat menakutkan. Tapi sayangnya itu tidak cukup membuat Jenny merasa gentar.

__ADS_1


“Aku tidak akan berbuat begini kalau kau tidak berlaku buruk pada ku Ronald.” Jawab Jenny.


“Selama puluhan tahun ini aku selalu menyokong mu! Bahkan aku turut meyakinkan dewan direksi bahwa Ameera memang benar-benar memberikan semua harta nya dan kendali perusahaan ini pada mu!!!!” Jenny mulai membuka satu persatu keburukan Ronald.


“apa kau lupa itu Ronald??” Teriak Jenny. “tapi apa yang kau lakukan!!! Aku kau buang!!” suara Jenny terdengar bergetar hebat.


“Kau jangan bersilat lidah Jenny!! Kau kira hanya kau saja yang membantu ku!! Aku juga sudah membantu mu. Aku tahu kalau kau lah yang membuat Ameera meninggal saat itu!! Tapi aku mencoba menutup mata akan hal itu Jenny!! Kau jangan sok bersih!! Kita berdua terlibat dalam kelam nya masalah di masa lalu!!” tekan Ronald.


“Kalau begitu tidak salahkan kalau aku tidak ingin jatuh kedalam lubang neraka ini sendirian Ronald? Kau harus turut jatuh bersama ku hahahahha!!!” Ujar Jenny sambil tertawa.


Ronald mendekat dan melihat Jenny dengan seksama. Awalnya dia ingin kembali mencengkram mulut wanita itu tapi Mata Ronald langsung membesar begitu melihat bros yang dipakai oleh Jenny mengeluarkan kedipan cahaya samar-samar.


“Wanita sialan!! Kau merekam semua ini!!!” Ronald merampas bros itu kasar dari baju Jenny dan langsung melemparnya ke dinding.


Tapi Jenny malah tertawa puas.”Percuma kau merampas dan menghancurkan camera itu tuan Ronald!!!, sebab aku tidak sedang merekam tuan Ronald Diningrat!!"tukas Jenny penuh penekanan. "Aku sedang live streaming!! Hahahahaha...”tawa jenny memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


**bersambung...


duh kalau liat orang jahat saling serang gini, kira-kira kamu mihak siapa? #kalau otor mah.. kagak mihak siapapun.. tapi otor langsung nyedu teh dan ambil biskuit.. lalu langsung cari posisi wuenak untuk nonton... 🤣🤣🤣


__ADS_2