Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 47# Dia saudari ku#1


__ADS_3

Alesya menyeka air mata yang tanpa ia sadari ikut turun bersama rangkaian kata - kata yang ditulis oleh Agnes di dalam suratnya. Bibirnya gemetar dan tangannya mengepal.


"Dulu dia tidak seperti itu..." gumam Alesya dengan bibir yang masih gemetar. "Dia tidak lebih dari bocah kecil yang selalu berlari di belakang ku, mengikuti kemana saja aku pergi." Ujar Alesya mengingatkan kenangan nya saat bersama ketika Agnes masih sangat kecil.


"Bocah kecil itu selalu memanggil ku ica..aku ingat dia bahkan tidak memanggil ku kakak. Tapi itu bukan karena dia sudah membenci ku, itu karena mengucapkan kata kakak masih sangat sulit untuk nya." Sambung Alesya sambil terbata-bata di tengah air matanya yang semakin tidak mau diajak kompromi itu.


"Bahkan dia pun sering tidur di kamar ku. Ya, kamar yang dia tempati di rumah itu adalah kamar milik ku. Aku tidak tahu kapan semua hal mulai berubah. Agnes kecil yang dulu sangat manis dan manja pada ku, berubah menjadi sosok yang diam-diam membenci ku dan ingin menyingkirkan ku." Pertahanan terakhir Alesya roboh, kini dirinya terduduk di lantai rumah sakit itu.


"Dia bukanlah orang yang jahat paman. Dia hanya lah korban hasutan ibu Jenny, yang selalu menanamkan rasa kebencian di hati Agnes untuk ku. Yang selalu mendoktrin Agnes untuk melakukan hal buruk pada ku." tangis Alesya pecah.

__ADS_1


"Aku sangat membenci mu Agnes! sangat membenci mu!!!" Teriak Alesya sambil meraung di sudut rumah sakit itu.


"Mengapa tidak kau jalani saja sisa hidup mu sebagai orang jahat Agnes!!hingga aku tidak perlu berhenti membenci mu seperti saat ini!!! Hingga aku selalu bisa mengenang mu sebagai musuh bebuyutan ku! sebagai orang yang paling ku benci di muka bumi ini!! Kenapa Agnes!! kenapa!! Kenapa kau harus menulis kan surat itu pada ku!! mengapa kau ingin memanggil ku kakak! mengapa kau bahkan bersusah payah membuatkan ku syal di akhir hidup mu!! mengapa Agnes!" Teriak Alesya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak sebab air matanya yang terasa jatuh ke dalam dan membuat nya sulit untuk bernafas.


"Mengapa kau kembali menyambung tali persaudaraan kita disaat-saat seperti ini Agnes!!" Ratap Alesya di lantai itu.


Agnes benar hati Alesya terlalu baik. Dendam sangat lah tidak cocok bagi wanita berhati putih bersih seperti Alesya. Sebesar apapun rasa dendam itu ia simpan di dalam hatinya, hanya akan menjadi penyakit yang menggerogoti dari dalam. Alesya memang harus melupakan semua rasa dendam nya itu.


"Paman biar aku saja .." ujar Kenzo yang entah sejak kapan ada disana dengan Skala yang berdiri tidak jauh dari Kenzo.

__ADS_1


"Ya tentu saja..."Ujar Marcus dan membiarkan Kenzo untuk menenangkan Alesya.


"Ya ampun Kenzo! Disaat seperti ini pun dia tidak membiarkan siapapun menyentuh istrinya! Sungguh sangat. posesif!! Ya tuhan..jauhkan diri ku dari sifat seperti itu jika aku memiliki seorang istri kelak." gumam Marcus dalam hati. Dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana ponakan yang cuek itu bisa berubah total menjadi suami yang posesif dan protektif.


"Sayang tenang lah. Tidak baik jika kau menangis seperti ini." bujuk Kenzo pada Alesya yang kini ada dalam pelukannya.


"Kenz...dia...dia saudari ku!! Aku ingin bertemu dengan nya!"Seru Alesya melihat Kenzo dengan matanya yang basah oleh air mata itu.


***bersambung..

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2