Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 14#Rencana yang gagal#2


__ADS_3

“heh.. kalau Kenzo melakukan hal ini dengan benar maka Skala pasti sudah ditemukan?’ Ujar Frans dengan nada meremehkan.


“Apa kau baru saja meremehkan diri ku?”Seru Kenzo tiba-tiba muncul di ruangan itu bersama Skala di gendongannya


"Bocah itu... "Agnez dan Jenny saling lihat. Mereka merasa panik Skala berhasil diselamatkan oleh Kenzo.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumam Jenny dalam hati. "Kenapa bocah itu masih hidup?"


Walaupun panik, Jenny mencoba untuk bersikap tenang dihadapan semua orang.


"Tenanglah, sebelum semua nya terungkap maka bersikap biasalah."Ujar Jenny melalui tatapannya pada Agnez yang mulai terlihat gelisah.


"Kenz... " seru Alesya, senang akhirnya Kenzo pulang.


"Jack, tolong bawa Skala ke kamar." Kenzo menyerahkan Skala untuk digendong oleh Jack.


Skala yang masih dalam masa penyembuhan tentu saja merasa kelelahan selama perjalanan meski mereka pulang menggunakan pesawat pribadi Kenzo.


"Baik tuan." Jack mengambil Skala dari Kenzo dan membawanya ke kamar Skala.


"Syukur lah, Skala akhirnya ditemukan." Ujar Ronald senang melihat Kenzo berhasil membawa Skala kembali.


"Heh, bagaimana kau bisa selambat ini dalam bertindak tuan Dayson!" Ejek Frans dengan tatapan meremehkan pada Kenzo.


"Sepertinya kau lupa kau sedang berada dimana tuan!!" Batin Aditya. "Sudah jelas kau berada di rumah tuan Kenzo tapi mulut mu masih saja sulit dikendalikan."


Kenzo melihat sini pada Frans. Dia tahu Frans menyukai Alesya. Dan kedatangan Frans kesini pasti untuk membuat citra Kenzo buruk dihadapan Alesya.


"Ada keperluan apa kau datang kemarin tuan Aksena?" Ujar Kenzo, dingin.


"Drama apalagi ini?" Alesya sudah menduga akan ada drama antar lekaki kalau sampai dua tokoh besar ini duduk dalam satu ruangan. "Sebaiknya aku melihat Skala!" Ucap Alesya sambil ingin berdiri.


"Jangan!!!!" Ujar Kenzo dan Frans berbarengan.


Alesya dan orang-orang di ruangan itu melihat Kenzo dan Frans bergantian.

__ADS_1


Kenzo dan Frans memasang tampang cool mereka, seakan-akan mereka tidak peduli dengan tatapan orang-orang di ruangan itu.


"Tetap lah di sini Alesya." Pinta Kenzo.


"Baiklah." Jawab Alesya, kemudian kembali duduk.


"Tuan Dayson, mau kah kau bercerita bagaimana kau bisa menyelamatkan putra mu?" Detektif yang dibawa oleh Ronald akhirnya buka suara.


"Aku rasa itu semua tidak perlu!!" Potong Jenny cepat. Dia tidak ingin Kenzo bercerita mengenai apa yang dialami nya selama menyelamatkan Skala pada detektif itu. Jenny takut detektif itu nanti akan memulai penyelidikan dan bisa saja akhirnya dia menemukan fakta Jenny lah dalang di balik semua rencana penculikan ini.


Semua orang heran mendengar perkataan Jenny yang melarang Kenzo untuk bercerita.


Jenny menelan Saliva nya. Dia sadar dia baru saja membuat sebuah kesalahan. "Maksud ku, sebaiknya saat ini kita tidak perlu menanyai Kenzo tentang apapun. Dia pasti lelah setelah semua tindakan penyelamatan Skala. Apalagi Skala sudah kembali dan tidak kurang satu apapun." Ujar Jenny hati-hati. Takut membuat orang-orang berpikir yang tidak-tidak pada nya.


"Aku setuju dengan mu ibu. Sebaiknya kini kita semua pulang dan membiarkan Kenzo untuk beristirahat." Timpal Agnez mendukung pendapat ibu nya.


"Aku tidak setuju dengan pendapat kalian." Sela Frans. "Aku malah merasa hal ini penting untuk dibincangkan saat ini juga. Jangan sampai karena kelalaian Kenzo sebagai seorang ayah, Skala kembali mengalami hal yang sama." Frans masih sempat-sempatnya mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Kenzo di mata semua orang.


"Kau tidak perlu khawatir tuan Aksena. Aku, Kenzo Dayson tahu bagaimana menjaga anak dan istri ku." Balas Kenzo dengan tatapan arogansi milik nya.


"Aku tidak seperti mu tuan Aksena, yang selalu bertindak tergesa-gesa dan tidak berpikir panjang." Jawab Kenzo dengan seulas senyum tipis disudut bibirnya, "Aku selalu bertindak hati-hati dan penuh perhitungan." Lanjut Kenzo. Padahal faktanya ketika mengetahui Skala di culik Kenzo bahkan tidak berpikir apapun dia langsung pergi menyelamatkan Skala tanpa strategi di dalam otaknya. Bahkan aksi penyelamatan nya menjadi satu-satunya hal di dalam hidup Kenzo yang paling ia sesali sebab karena keangkuhan nya Skala sampai tertembak.


"Lagi pula siapa diri mu tuan Aksena? Bagaimana bisa kau sampai berani meragukan kemampuan ku dalam menjaga keluarga ku?" Kenzo memandang Frans dengan sorot mata mengejek, "Menjaga seorang gadis untuk tetap ada disisi mu saja kau tidak bisa. Sekarang kau mau mengajari ku bagaimana cara menjaga anak dan istri ku. Kau yang seharusnya belajar hal itu dari ku. Kau tahu tuan Aksena.. Sesuatu yang sudah menjadi milik ku tidak akan pernah ku lepas walau untuk alasan apapun. Aku Kenzo Dayson selalu menjaga semua hal yang menjadi milik ku. " Sorot mata Kenzo berubah menjadi serius.


Dalam sorot mata yang tajam dan dingin itu, semua orang bisa melihat bahwa Kenzo tidak sedang bermain-main dengan perkataannya.


Frans mengalihkan pandangan nya seakan-akan dia tidak mendengar ucapan Kenzo. "Aku akan merebut Alesya dari tangan mu. Lihat saja nanti." Batin Frans.


"Alesya, kalau kau butuh sesuatu kau jangan ragu untuk mengatakan nya pada ku." Ujar Frans pada Alesya.


Darah Kenzo mendidih melihat cara Frans menatap istrinya. Ingin sekali Kenzo mengeluarkan pistolnya dan menembak kepala Frans saat itu juga. Tapi Kenzo sadar cara bar-bar seperti itu tidak bisa ia gunakan di depan Alesya.


Alesya hanya tersenyum kaku sambil melirik ke arah Kenzo lalu kembali melihat ke arah Frans.


"Kenapa Kenzo menatap ku seperti itu? Dia menatap ku seakan-akan aku adalah makan siang nya." Batin Alesya. Dia mulai merasakan sesuatu yang tidak enak. "mungkin sebaiknya aku pergi dari perang dingin ini dari tadi."

__ADS_1


"Cih... lihatlah wanita Jal*ang itu!!" Dengus Agnez dalam hati kesal melihat perhatian yang diberikan Frans pada Alesya dan diwaktu yang bersamaan melihat api cemburu di mata Kenzo.


"Frans.. kau harus ingat, Alesya itu istrinya Kenzo. Dia sudah pasti tidak membutuhkan bantuan apapun dari mu." Cela Agnez.


Frans melihat malas pada Kenzo.


Ronald melihat hubungan Kenzo dan Frans tidaklah harmonis. Dia berpikir dia harus bisa mengalihkan perhatian dua pria yang bisa saling baku hantam ini jika tidak segera dihentikan.


"Jadi apa kau sudah tahu siapa pelaku penculikan nya Kenzo?" Ujar Ronald mencoba mengembalikan fokus semua orang pada kasus Skala.


Jenny dan Agnez tiba-tiba merasa tenggorokan mereka tersedat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Ronald.


"Kenapa ayah mesti kembali ke topik itu!!" Batin Agnez.


"Heemm.. aku pun ingin tahu tentang hal itu." Frans pun kembali ke jalur utama.


"Aku belum bisa mengatakan apapun pada kalian saat ini. Yang pasti aku sudah menangkap kedua penjahat itu." Kenzo sengaja melihat ke arah Jenny dan Agnez walaupun sebenarnya Kenzo belum tahu apapun mengenai penculikan Skala. Dalam pikiran Kenzo saat itu, paling tidak dia harus menjatuhkan mental Jenny dan Agnez sebab mereka termasuk dalam list hitam Kenzo yang berisi orang-orang yang mungkin saja bisa menjadi dalang dari penculikan itu.


Sedang Frans, walaupun jelas-jelas Frans adalah rival nyata Kenzo tapi Kenzo yakin Frans bukan lah pelakunya. Selama Kenzo mengenal Frans dia tidak pernah menikam Kenzo dari belakang untuk menang dari Kenzo. Jadi ini bukan kebiasaan Frans dalam memenangkan sesuatu.


Jenny dan Agnez yang ditatap oleh Kenzo dengan tatapan membunuh nya merasa ketakutan dalam hatinya. Namun mereka mencoba memasang ekspresi senormal mungkin saat itu.


"baguslah kau tidak membunuh mereka." Timpal Frans.


"benar." Sambung Ronald.


"Aku benar-benar menyesal sudah membunuh mereka!!" Ujar Kenzo dalam hati. Dia sadar tindakannya benar-benar bodoh sebab memutuskan benang merah yang ia perlukan untuk menemukan sang dalang dari penculikan ini.


"Aku tentu tidak sebodoh itu." Ucap Kenzo, dengan sombongnya.


"Aku akan menyiksa mereka sampai mereka sendiri yang mengucapkan nama dalang penculikan itu pada ku." Kenzo kembali menatap Jenny dan Agnez.


"Apakah dia sudah tahu kami adalah dalang penculikan itu?" Gumam Jenny panik sebab Kenzo selalu menatap diri nya dan Agnez dengan tatapan yang aneh.


***bersambung......

__ADS_1


__ADS_2