Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#42


__ADS_3

“hahaha.. kau kena dalam akal bulus nya Kenzo Marcus! Ternyata anak itu sudah menyaingi mu!” Sindir Albert.


“hahaha.. ayah benar. Aku sudah tertinggal jauh dari Kenzo kini."


"Heeem baiklah ayah, sepertinya aku memang tidak punya waktu banyak untuk memikirkan semua persyaratan ayah tadi. Aku terima semua persyaratan ayah. Tapi aku mohon maaf jika harus membuat ayah melakukan perjalanan besok pagi-pagi buta.” Ujar Marcus.


“Tidak masalah. Aku pasti akan datang. Kau kirimkan saja alamat nya hotel tempat kau akan melangsungkan pernikahan mu.” Sebut Albert.


“Nanti aku minta Kenzo yang akan mengirimkan alamatnya pada ayah langsung.” Ujar Marcus.


“Baiklah kalau begitu sebaiknya aku menutup semua berkas ini sebab lusa sudah akan ada pimpinan baru yang akan menyelesaikan semua berkas ini.” Sarkas Alber lalu ingin beranjak menuju kamarnya.


“Ayah, terima kasih untuk segala nya.” Ujar Marcus yang kembali di liputi rasa haru.


“Simpan air mata mu untuk besok ketika bertemu dengan ku!” Seru pria itu yang sesungguhnya juga sedang dalam suasana mengharu biru di ujung telpon itu. Tapi bersikap seolah-olah tidak merasakan apapun di hadapan Marcus.


“Kau memang paling bisa menyembunyikan perasaan mu ayah! Baiklah sampai jumpa besok.” Ujar Marcus lalu mematikan telpon itu.

__ADS_1


Marcus memasukan ponselnya ke saku dan kembali ke tempat dia dan yang lain tadi berbicara.


Tapi sesampainya Marcus di sana, ternyata tempat itu hanya tersisa para abang-abang gerobak yang berjualan bersama para pelayan di mansion Kenzo yang sedang menikmati beraneka makanan yang sudah kembali dalam keadaan normal.


“apa mereka sudah kembali ke dalam?” Gumam Marcus pelan lalu berbalik badan dan kembali masuk ke dalam rumah.


Marcus berjalan sambil melemparkan pandanganya ke seluruh isi mansion itu mencari sosok Kenzo dan Alesya.


Dan untungnya dia mendapati Kenzo sedang duduk menunggu pelayan membuatkan sesuatu di dapur.


“Kenz...” Panggil Marcus, mendekat ke arah Kenzo.


“That’s oke. Aku sangat paham hal itu.” Tukas Marcus.


“Apa kau sedang terburu-buru untuk kembali ke kamar Kenz? Bisa kah kita ngobrol sebentar?” Tanya Marcus ragu-ragu, melihat Kenzo sedang menunggu pelayan membuat segelas susu, Marcus yakin Kenzo pasti harus segera kembali ke kamar Kenzo dan Alesya.


"Sungguh suami siaga!! kau sungguh mirip dengan ayah mu Kenz!!" Seru Marcus dalam hati.

__ADS_1


“Ini susu nya tuan.” Ucap si pelayan sambil meletakkan segelas susu di depan Kenzo.


“Terima kasih bik.” Ucap Kenzo sambil tersenyum lalu menggenggam tepian gelas itu itu dengan kedua tangannya.


“Tidak paman, aku tidak terburu-buru. Alesya sedang ditemani oleh Skala saat ini.Heemm... Kau ingin bicara apa?” tanya Kenzo kemudian meminum susu itu.


Mata Marcus langsung terbelalak begitu melihat susu itu ternyata bukan lah untuk Alesya.


“Kenzo... jadi susu itu bukan untuk Alesya?” Marcus sungguh tidak menyangka ternyata susu yang ditunggu oleh Kenzo ternyata bukan untuk si ibu hamil melainkan untuk si bapak ngidam.


Marcus langsung menepuk jidatnya sendiri.


“Entahlah paman. Aku sendiri pun bingung! Mengapa mendadak aku ingin minum susu yang aku suruh pelayan belikan tadi untuk Alesya, malam-malam begini!” Ujar Kenzo sambil meletakan gelas yang sudah kosong itu ke atas meja.


“Ya.. heem.. aku rasa anak mu dan Alesya tidak hanya ingin ibu nya saja yang sehat, dia juga ingin kau pun ikut sehat bersama mereka.” Jawab Marcus asal sambil menyembunyikan wajah nya yang penuh kedutan karena tidak menyangka akan kejadian ini.


“Benarkah?” Tanya Kenzo antusias. “Bik..buatkan aku segelas lagi!” Perintah Kenzo pada pelayannya yang masih ada setia di dapur itu.

__ADS_1


“Kenzo! Cukup! Kau tidak perlu minum sampai dua gelas hanya karena anak mu ingin kau sehat!” Cegah Marcus cepat. Kalau tidak maka Kenzo bisa saja menghabiskan sekotak susu ibu hamil saat itu juga..


**bersambung..


__ADS_2