Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 10#Penculikan Skala#2


__ADS_3

Jack yang mendapat telepon dari Kenzo langsung berlari ke kamar Alesya.


"Nyonya!!" Panggil Jack dengan nafas terengah-engah.


"Ada apa Jack? Apakah Kenzo sudah menemukan Skala?" Alesya bangun dari duduknya.


"Ya!! Ya!! Tuan sudah berhasil menyelamatkan tuan Skala. Tapi sekarang mereka sedang berada di rumah sakit."


"Rumah Sakit??" Alesya jadi panik mendengar Jack menyebutkan rumah sakit. Ia takut kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Skala ataupun Kenzo.


"Ya nyonya. Ikutlah dengan ku. Aku akan menceritakan semuanya pada mu di mobil."


Alesya segera ikut dengan Jack ke rumah sakit.


"Cepat katakan Jack. Siapa yang terluka." Tanya Alesya begitu masuk ke dalam mobil.


"Nyonya.Kuatkan diri mu." Ujar Jack sambil memasang seatbelt nya.


"Jangan bertele-tele Jack. Cepat katakan!!"


"Tuan muda Skala tertembak nyonya."ucap Jack, ragu. Dia takut Alesya panik.


"Apa Skala tertembak??" Tanya Alesya langsung panik.


"Bagaimana Skala bisa tertembak?" Alesya sangat khawatir dengan keadaan putra nya. "Bagaimana keadaan nya saat ini Jack?" Air mata jatuh begitu saja di pipi Alesya mendengar putra nya tertembak.


"Aku tidak tahu nyonya. Tadi tuan Kenzo hanya menelpon ku dan mengatakan agar aku segera membawa mu ke rumah sakit." Ujar Jack sambil terus mengemudikan mobilnya.


"Skala sedang dalam bahaya Jack!!" Tangis Alesya pecah membayang keadaan anaknya yang mungkin tidak dapat terselamatkan.


"Tenanglah nyonya! Tuan pasti akan melakukan yang terbaik untuk tuan muda." Jack mencoba menenangkan Alesya.


"Kau tidak paham Jack." Jawab Alesya sambil menangis.


"Selengkap apapun perlengkapan medis disana tidak akan bisa menyelamatkan Skala kalau mereka tidak memiliki stok darah yang sama dengan Skala." Alesya menutup mulutnya agar raungan tangis nya tidak memekakkan telinga Jack.


"Apa maksud mu nyonya? Apa golongan darah tuan muda adalah golongan darah yang langka?" Tanya Jack curiga. Tiba-tiba dia berpikir apa mungkin Skala juga memiliki golongan darah yang sangat langka seperti tuannya.


"Ya.Golongan darah Skala sangat langka Jack." Jawab Alesya, sudah hilang akal. "Bahkan di dunia ini hanya 40-50 orang yang memiliki nya. Jadi tidak mungkin rumah sakit punya stok darah dengan golongan darah ini!!" Tangis Alesya jadi semakin Menjadi-jadi membayangkan putra nya.


"Apa golongan darah tuan muda Nyonya?" Tanya Jack, pelan.


"Rh-null atau pihak medis sering menyebut nya dengan istilah golden blood." Jawab Alesya tak berdaya.


Selama ini Alesya selalu menjaga agar Skala tidak mengalami kecelakaan ataupun kenapa-napa karena sejak awal Alesya tahu akan sangat berbahaya bagi Skala kalau sampai hal buruk menimpa Skala dan berujung tranfusi darah.


Kalau saja Alesya bisa memberikan darahnya maka ia rela semua darahnya di transfusi kan ke putranya. Sayangnya Alesya tidak memiliki darah langka itu di tubuh nya.


"Bukankah darah tuan Kenzo juga-" Jack teringat kalau darah tuannya juga adalah Rh-null.


"Tenang nyonya Alesya. Tidak akan ada masalah. Percaya pada ku." Ucap Jack yakin. Dia mempercepat laju mobilnya menuju rumah sakit yang dikatakan oleh Kenzo.


#Sedangkan di rumah sakit..


Kenzo kelihatan sangat gelisah menanti di depan pintu ruang operasi.


Operasi Skala belum kunjung di mulai. Sedari tadi para perawat berbolak balik, mereka sibuk mempersiapkan operasi Skala.


"Kenapa mereka belum memulai operasinya!!!" Gumam Kenzo, geram bercampur panik.


Ia berbolak balik percis seperti setrikaan di depan pintu itu.


Dalam kepanikan nya, seorang perawat keluar dan menghampiri Kenzo lalu bertanya, "tuan, sepertinya kita ada masalah." ujar perawat itu dengan wajah tegang.


"Ada apa?" Tanya Kenzo panik.


"Setelah kami memeriksa golongan darah tuan muda, ternyata kami tidak memiliki golongan darah tersebut." Jawab si perawat.


"Mommy nya.. mommy nya akan segera sampai. Kalian bisa melakukan pengecekan darah ketika mommynya sampai." Kenzo berpikir mungkin rumah sakit kehabisan stok darah yang bergolongan sama dengan Skala.


"Tidak tuan. Bukan itu permasalahan nya. " Seorang dokter muda nan tampan menghampiri Kenzo.


"Pergilah ke dalam dan tanyakan pada dokter Dahnil apa yang bisa kita lakukan untuk mengulur waktu." Ucap si dokter pada perawat itu.


"Baik dok." Jawab si perawat lalu masuk ke ruang operasi.


"Tenanglah dulu tuan." Ujar si dokter.


"Apa yang sebenarnya terjadi dok?" Tanya Kenzo dengan wajah tegang nya.


"Hasil pemeriksaan sementara menunjukan ada sebuah peluru bersarang di dada putra anda. Untungnya peluru itu tidak mengenai organ vitalnya. Hanya saja permasalahan sekarang ialah kami belum bisa melakukan operasi karena stok darah dengan golongan sama dengan putra anda tidak ada di rumah sakit kami. Kami juga sudah melakukan pengecekan ke beberapa rumah sakit. Namun hasilnya nihil." Jelas si dokter.


"Dan putra anda harus segera dioperasi kalau tidak saya tidak menjamin dia bisa selamat." Ujar si dokter berterus terang.


"Atau anda mungkin bergolongan darah sama dengan putra anda?"


"Memangnya apa golongan darah putra saya dokter?" Tanya Kenzo was-was.


"Laki-laki ini benar ayah si pasien atau bukan sih? Kok dia malah bertanya golongan darah anaknya." Pikir si dokter mulai curiga.

__ADS_1


"Jangan-jangan dia juga-" Pikir Kenzo dalam hati.


"Rh-null." Jawab sang dokter. "ini adalah golongan darah langka. Sangat sulit untuk mendapatkan golongan darah ini mengingat orang yang memiliki darah nya ini jumlahnya tidak sampai 50 di dunia ini." Jelas sang dokter walau pun ragu laki-laki yang berdiri dihadapannya benar keluarga korban atau tidak.


"Golden blood? Skala memiliki golongan darah golden blood?"Ujar Kenzo.


Kenzo dapat melihat Secercah sinar harapan mendengar golongan darah Skala yang sama dengan golongan darahnya.


"Berapa kantong darah yang kau perlukan untuk dapat mengoperasi putra ku!!" Ujar Kenzo cepat.


"apa kau memiliki kenalan yang punya golongan darah itu?" Tanya si dokter heran.


"Cepat katakan!!" Ujar Kenzo marah.


"Sekitar 3-5 kantong. Atau bisa juga lebih." Jawab si dokter ragu.


Dalam hati sang dokter berpikir, walaupun pria ini mengenal orang dengan golongan darah rh-null tetap tidak mungkin mengambil 5 kantong lebih darah sekaligus dari kenalannya itu. Sedang di rumah sakit di kota C tidak ada stok darah dengan golongan Rh-null sama sekali.


Kenzo mengambil ponselnya dan menelpon dokter kepercayaan sekaligus sahabatnya.


"Sebastian, cepat bawakan 6 kantong darah ku ke rumah sakit X di kota C." Perintah Kenzo.


"Apa kau terluka Kenzo?" tanya Sebastian khawatir.


"Jangan banyak tanya. Cepat bawakan saja darah-darah itu kemari. Gunakan pesawat pribadi ku. Cepat!!? Kau harus sampai disini dalam 15 menit." Perintah Kenzo.


"Baiklah.Aku akan segera kesana." Jawab Sebastian.


Kenzo menutup telponnya.


"Apa putra ku bisa menunggu 15 menit lagi? Sahabat ku akan membawakan stok darah ku kemari" Ujar Kenzo.


Untunglah Kenzo secara rutin selalu menstok darah langka nya di rumah sakit milik Sebastian di kota B.


Hal ini Kenzo lakukan sejak lama mengingat darahnya sangat langka.


Sebastian juga mendorong Kenzo untuk melakukan ini karena ia juga membutuhkan darah Kenzo untuk melakukan penelitian mengenai golongan langka ini.


"Tentu saja. Aku akan mengabari hal ini ke rekan ku di dalam agar kami bisa mempersiapkan operasi nya dalam lima belas menit lagi." Ujar si dokter sambil menepuk bahu Kenzo.


"Kau pasti adalah putra ku Skala." Gumam Kenzo.


Rasa bahagia seketika memenuhi hati Kenzo yang sedari tadi gusar. Kini dia tidak ragu lagi dengan firasatnya. Skala pasti adalah putra nya bersama Alesya.


Kenzo menghapus air mata yang keluar begitu saja di ujung matanya.


"Kau harus selamat bocah nakal!! Kau harus tahu aku adalah daddy mu!!" Batin Kenzo.


"Kenz!!!" Seru Sebastian.


"Akhirnya kau sampai juga. Apa kau membawa darah yang aku minta?" Tanya Kenzo tidak sabaran.


"Ya aku membawa nya. Tapi untuk siapa Kenz?" Tanya Sebastian heran karena ia tidak melihat Kenzo terluka hingga memerlukan transfusi darah.


"Darah itu untuk putra ku!" Jawab Kenzo begitu saja.


"Putra mu? Sejak kapan kau punya putra? aaah.. aku ingat. Putra sambung mu maksud mu?" Ujar Sebastian, berpikir darah itu pasti untuk anak dari isteri Kenzo.


"Darah ini untuk putra kandung ku." Kenzo langsung membantah tebakan Sebastian.


"Putra kandung mu? Tapi-"


Sebastian tidak bisa melanjutkan pertanyaan karena Kenzo sudah keburu membawa nya ke pintu ruangan operasi Skala.


"Dokter!!" Panggil Kenzo dari pintu ruang operasi itu. "Darahnya sudah datang."


"Benarkah?" tanya si dokter dan langsung meminta perawat nya untuk mengambil darah yang dibawa oleh Sebastian.


"Cepat serahkan darah itu pada mereka Bas." Seru Kenzo pada Sebastian.


"Ini." Sebastian menyerahkan darah itu sambil melihat pasien yang terbaring di atas meja operasi.


"Bukankah itu anak sambung Kenzo? Tapi mengapa ia mengatakan kalau anak itu adalah putra kandungnya?" Batin Sebastian.


"Baiklah.Kami akan memulai operasi putra mu tuan. Kau dan teman mu bisa menunggu di luar." Ujar sang dokter.


"Aku dokter pribadi keluarga ini. Apakah aku boleh tetap berada di dalam?" Cegat Sebastian cepat.


"Sebaiknya anda di luar saja menemani ayah pasien ini. Biarkan tim kami yang melakukan operasi ini. Sebagai seorang dokter anda pasti paham maksud ku kan?" Jawab si dokter dan membawa kotak yang berisi beberapa kantong darah itu ke arah meja operasi.


"ayo Kenzo, kita tunggu saja di luar." Sebastian menepuk pundak Kenzo dan membawanya keluar.


"Walaupun tidak dapat melihat operasi ini." Gumam Sebastian dalam hati., "Paling tidak aku bisa menginterogasi Kenzo di luar."


Kenzo dan Sebastian pun keluar dari ruangan operasi. Lampu tanda operasi telah dimulai pun menyala. Menandakan dokter telah memulai tindakan operasi.


"Apa tidak ada yang mau kau jelas kan pada ku tuan Kenzo Dayson?" Tanya Sebastian, sambil melihat Kenzo berbolak balik.


Kenzo menoleh pada Sebastian sebentar lalu kembali berjalan bolak balik di depan ruangan operasi.

__ADS_1


"Duduklah Kenz. Kau membuat kepala ku pening melihat mu berbolak balik seperti itu." Seru Sebastian yang memang sudah mulai pening melihat tingkah sahabatnya.


"Kenzo, duduk lah!!"


"Bisakah kau diam Bas!" Sungut Kenzo. "Kau membuat telinga ku sakit mendengar ocehan mu."


"Dan kau membuat mata ku sakit karena melihat kau berbolak balik di hadapan ku." balas Sebastian.


"Kalau begitu, tutup saja mata mu!" jawab Kenzo seenaknya.


"Kau-"


Baru saja Sebastian akan mengumpat, Jack dan Alesya tiba.


Mereka yang datang ke kota C dengan menggunakan mobil tentu saja tidak secepat Sebastian yang datang dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik Kenzo.


"Kenz!!"Seru Alesya menghampiri Kenzo dan memeluk nya. " Apa kau baik-baik saja? Dimana Skala?" Alesya bertanya, panik.


"Aku baik-baik saja. Dan Skala saat ini sedang dioperasi. Kau tenang saja Alesya."Jawab kenzo sambil menghapus air mata di pipi istrinya itu.


" Mereka sudah mulai mengoperasikan Skala? Tapi.. tapi golongan darah Skala... -" Ujar Alesya panik. Dia takut pihak rumah sakit tidak menyadari kalau putranya bergolongan darah langka.


"Tenanglah Alesya, semua sudah teratasi. Mereka sudah mendapatkan stok darah dengan golongan darah yang sama dengan Skala." Kenzo mengenggam tangan Alesya.


"Benarkah? tapi bagaimana mungkin? Golongan darah Skala itu langka Kenz. Dia bergolongan darah-"


"Rh-null bukan?" Potong Kenzo.


"Benar." Jawab Alesya, tidak percaya kalau rumah sakit ini memiliki stok darah dengan golongan darah yang sama.


"Kemari, duduk lah dengan ku." Kenzo membawa Alesya menuju tempat duduk yang disediakan di depan ruang operasi.


Kenzo menyenggol kaki Sebastian dan memberikan kode agar Sebastian pindah dari tempat duduk itu.


"Wah kau sungguh keterlaluan Kenzo!?" Batin Sebastian.


Walaupun kesal, Sebastian tetap pindah dari tempat duduk itu dan membiarkan Kenzo dan Alesya untuk duduk disitu.


"Dunia memang sungguh kejam bagi para jomlo seperti kita Jack!!" Seru Sebastian, sambil memarkirka tangannya di bahu Jack.


"Ungkapan itu hanya cocok untuk mu Bas." Jack menepis tangan Sebastian yang baru saja nangkring di bahunya.


"Aku lupa kau terlalu banyak bergaul dengan mr. Arogan itu hingga sifat kalian hampir sama." Ungkap Sebastian, meringis.


"Aku akan ke bawah untuk membeli minuman dan makanan untuk tuan dan nyonya." Sebut Jack.


"Aku ikut dengan mu Jack. Aku tidak mau jadi obat nyamuk di sini." Seru Sebastian.


Jack dan Sebastian pun pergi ke luar rumah sakit untuk mencari makanan dan minuman untuk Kenzo dan Alesya. Walapun Jack yakin kedua orang itu tidak akan punya selera makan sama sekali.


Alesya kini tersandar lemas di bahu Kenzo menunggu operasi Skala selesai. Sedangkan Kenzo menggenggam dengan erat tangan Alesya seakan sedang memberikan kekuatan bagi Alesya untuk menghadapi semua ini.


Cukup lama mereka dalam posisi ini. Bahkan Jack dan Sebastian yang kembali dengan makanan dan minuman pun tidak tega menghampiri Kenzo dan Alesya walau sekedar untuk menawarkan makanan dan minuman yang mereka beli.


Kenzo dan Alesya terlihat saling berbagi kekuatan untuk menenangkan satu dengan lainnya.


"Jack.. apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Sebastian sudah tidak tahan dengan semua tanda tanya di kepalanya.


Jack melihat Sebastian sekilas. Lalu kembali mengacuhkan Sebastian.


"Mengapa aku merasa de javu dengan situasi barusan?" batin Sebastian. Dia merasa seharian ini dia sudah pernah dicuekin oleh seorang percis seperti yang Jack lakukan.


"Jack!!" Seru Sebastian.


Jack menoleh sekali lagi pada Sebastian. Tapi wajah nya terlihat jengkel ketika melihat Sebastian.


"Jack!! Come on!!" Seru Sebastian sekali lagi.


"Bas!! bisa kah kau diam? Celotehan mu membuat telinga ku sakit!!" Tukas Jack.


"Ooo... ya tuhan! Bagaimana mereka berdua dapat memperlakukan ku sama persis seperti ini." ungkap Sebastian tidak percaya dia mendapatkan perlakuan yang sama - sama menjengkelkan dari Kenzo dan Jack dihari yang sama.


Disaat Sebastian dan Jack terus bertengkar, lampu tanda operasi telah berakhir pun hidup.


Seorang dokter keluar. Ia menghampiri Kenzo dan Alesya.


"Operasi nya sudah selesai dan berjalan lancar. Hanya saja putra anda masih harus melewati masa kritis ya malam ini. Terus lah berdoa agar ia dapat melewati masa kritisnya." Ujar si dokter dan kembali masuk ke dalam.


Kenzo memperat genggaman tangannya dan berkata pada Alesya, "Skala pasti bisa melewati masa kritisnya!!!"


Alesya hanya menggangguk sambil menahan tangisnya.


"Tenang lah! Dia pasti selamat!" Kenzo mengecup kepala Alesya dengan lembut.


"Kau pasti bisa melawati semua ini putra ku!" Batin Kenzo.


###


selamat pagi semua... jangan lupa untuk like dan komen ya.. biar otor tahu kamu selalu menanti cerita dari otor.

__ADS_1


Dan jangan lupa untuk vote ke karya ini ya... biar otor lebih semangat dalam berkarya...


😘😘😘😘


__ADS_2