Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 51# Pernikahan tom jer#4


__ADS_3

Tiga hari sudah Stephan kembali ke Rusia untuk membujuk sang ayah untuk datang ke kota A, dan selam itu pula rumah keluarga Aksena selalu ramai karena ulahnya Stephanie yang benar – benar dapat menghidupkan suasana.


“Bu, bukan berarti kalau dia adalah putri kandung maka dia bisa seenaknya pada ku!” berang Frans pada Stephanie yang dengan seenak telah membawa mobil kesayangan Frans wara wiri kota A.


“Ya ampun Frans, kan Cuma bawa mobil mu doang! Kenapa mesti sewot gitu sih!” Ketus Stephanie yang tidak merasa kalau tindakannya salah.


“apa kau bilang?” Hanya membawa?” Frans tertawa miris. “Dia bilang hanya membawa!”


Frans langsung menarik tangan Stephanie dengan paksa menuju garasi mobil.


“Frans!! Kau jangan menarik Stephanie seperti itu! Nanti kalau kalian terjatuh bagaiman!!” teriak Nania dari dalam.

__ADS_1


Nania tidak ingin ikut campur masalah dua orang ini yang kerja nya tiap saat hanya ribuuuuuuuuuut tidak ada berhenti. Membuat kepala Nania sakit, tapi juga membawa kebahagian di hati Nania.


“Lihat!! Lihat!! Ini apa Stephanie Volkova!” teriak Frans sambil menunjuk kearah bumper mobilnya yang jadi tidak simetris lagi seperti sebelumnya.


“Heem.. itu! Itu bukan salah ku! Itu salah mu!” Bukannya minta maaf, Stephanie malah melemparkan kesalahannya pada Frans.


“Bukan salah mu? Lantas kalau ini bukan salah mu! Ini salah siapa?????” tanya Frans geram.


“Nona Stephanie Volkova, sekarang tolong kau jelaskan dengan bahasa manusia, bagaimana itu, bumper mobil ku yang rusak itu bisa menjadi kesalahan ku padahal kau yang membawa mobil itu keluar dari garasi ini menuju gerbang depan dan nyangkut ditikungan yang tidak jauh dari rumah ini!” Frans sungguh geram sampai ke ujung-ujung jempol kaki nya.


“Well, pertama tidak ada yang salah dengan kemampuan ku mengemudikan. Aku memiliki sim untuk itu dan akan ku tunjukan pada mu nanti. Dan yang kedua, tidak juga ada yang salah dengan kondisi jalan saat itu. Jalanan mulus, lalu linta almost tidak ada yang lewat. Satu-satu nya kesalahan disini ialah mobil mu saja yang terlalu ceper tuan Ifrans Aksena sehingga ketika aku melewati jalan yang aku kira akan baik-baik saja, tiba-tiba saja mobil mu nyangkut di sana. Itu mengapa aku pijak gas sedikit lebih kuat agar aku tidak terjebak di jalanan yang ternyata tidak rata itu.” Terang Stephanie dengan wajah tak berdosanya.

__ADS_1


“ya tuhan!! Bisa kau kembalikan kakak nya ke sini? Aku sudah mulai gila menghadapi gadis ini setiap hari!” Teriak Frans sambil mengangkat kedua tangannya.


“Hei!! Ekspresi mu berlebihan tuan!” Protes Stephanie melihat Frans yang sampai harus berteriak dan menengadah tangan tinggi-tinggi seperti itu.


“Mobil mu saja yang lembek! Kena jalan berlubang saja sudah tanggal bumper!” Teriak Stephanie.


“Apa! Apa kau bilang!! Mobil ku lunak! Memangnya ada mobil mahal yang kalau di bawa ke jalan yang seperti itu dengan supir yang tidak profesional seperti mu akan baik-baik saja keadaanya??”Seru Frans gondok.


“ada!! Mobil kakak ku sangat mahal! Dan tidak pernah kenapa-napa ketika aku bawa! Jangan kan lubang yang sedalam itu, bahkan lubang yang lebih dalam pun mobil itu baik baik saja!” Tukas Stephanie dengan nada kesal.


“Dasar gadis bodoh!! Memangnya mobil kakak mu itu apa hah??! Sembarangan saja kalau bicara! Kalau mobil seperti itu memang ada maka akan aku beli seratus untuk mu!” Balas Frans, yang selalu pusing kalau sudah berhadapan dengan wanita yang satu ini.

__ADS_1


“mobil kakak ku ya Tank! Memangnya kau sanggup beli seratus tank?” Tanya Stephani sambil tersenyum mengejek.


__ADS_2