
Mereka pun pergi makan ke restauran biasa. Di Sana ada banyak sekali orang, dari semua orang di sana ada dua pria yang sangat mencolok.
Mereka menggunakan pakaian yang sangat berbeda dari orang-orang lainnya. "Apakah mereka pengawalnya tuan Puji? Bisa gagal di detik-detik terakhir rencana ku!" Batin Alesya
"Kenapa kau melihat ke arah dua orang itu Alesya?" Tuan Puji yang sedari tadi memperhatikan arah pandangan Alesya merasa cemburu karena Alesya melihat ke arah dua orang pria muda tampan berkaca mata hitam dan berpakaian rapi.
"Apakah mereka berdua adalah pengawal mu?" Tanya Alesya, ketus. "Bukankah kau bilang tadi ini hanya kencan untuk kita berdua!" Lanjut Alesya, masih dengan memasang muka cemberut nya.
"Pengawal ku? Aku bahkan tidak mengenal mereka Alesya! Kalau kau tidak percaya, pergi dan tanyakan saja ke mereka!" Jawab tuan Puji, ikut kesal karena perkataan Alesya.
"Benar kah?" Lalu Alesya berjalan menuju ke dua pria tampan itu. Entah apa yang dibicarakannya kepada kedua pria itu, sehingga kedua pria itu marah dan pergi dari tempat itu
Alesya dengan tersenyum berjalan kembali ke meja nya dan duduk di kursinya semula.
"Apakah kau sudah percaya pada ku?" Tanya tuan Puji, masih dalam keadaan kesal.
"Maafkan aku, aku tidak ingin ada yang mengganggu kencan pertama dan terakhirku. Karena aku yakin, nanti setelah menikah, kau tidak dapat lagi pergi kencan dengan ku. Karena selain aku, kau memiliki beberapa istri lainnya yang harus kau perlakukan dengan adil." Bual Alesya.
"Kau sangat pengertian, sayang! Tidak seperti istri-istri ku yang lain. Aku akan sangat beruntung dapat menikahi mu!" Tuan Puji menatap intens mata Alesya.
"Ya, kau memang beruntung jika menikahi ku, tapi aku akan sangat sial jika jadi istri mu!" Batin Alesya, namun tetap memajang sebuah senyum di wajahnya.
Alesya melihat jam, seharusnya ini sudah saatnya. Bik Abibah pasti sudah menunggunya di stasiun kereta api. Sekarang dia hanya harus mencari cara untuk kabur dari sini, dan pergi ke stasiun kereta api tanpa diketahui oleh si tua bangka ini.
"Sayang, aku ke toilet sebentar. Sepertinya aku kebanyakan makan. Kau tidak keberatan menunggu ku kan? Dan tolong jaga semua makanan ini! Aku tidak ingin menonton film tanpa adanya cemilan." Pinta Alesya, pada tuan Puji yang sedang menyantap makan siangnya.
Tuan Puji yang sudah percaya kalau Alesya tidak akan kabur, tersenyum dan mengangguk.
Alesya berjalan pelan ke arah keluar yang juga adalah arah menuju toilet dari rastauran itu, agar tuan Puji tidak curiga. Lalu setelah sampai di dalam, dilihatnya sekeliling nya dengan tenang, untuk memastikan tidak ada pengawal pribadi tuan Puji yang sedang mengikuti nya.
"Syukurlah, seperti nya aman." Ujar Alesya. Namun dia mendadak terkejut. Karena dia bertemu kembali dengan dua laki-laki yang dikiranya sebagai pengawal tuan Puji tadi. Kedua laki-laki itu hanya melihat ke arah Alesya, sinis! Sepertinya mereka tidak senang dengan perkataan Alesya sebelumnya di restauran. Namun kedua laki-laki itu hanya berlalu menuju ke dalam restauran dan tidak menggubris Alesya . Hanya saja tatapan tidak suka mereka terhadap Alesya terlihat sangat jelas.
Alesya bersyukur tidak bersinggungan dengan kedua laki-laki galak itu disini. Kalau tidak rencananya akan gagal.
Setelah merasa aman, segera dibuka oleh Alesya pintu belakang restauran. Dan ternyata itu adalah parkiran satu arah, yang tidak ada jalan keluar kecuali harus memutar melewati depan toko itu. "Sial! Kenapa pintu masuknya hanya satu seperti ini!"Umpat Alesya, kesal karena tidak mengetahui hal ini, tadi dia dan tuan Puji parkir di depan restauran.
Alesya melihat ke semua mobil yang ada. Dicoba nya untuk membuka pintu-pintu mobil itu satu persatu, berharap ada salah satu pintu yang terbuka. Dan, klek.. salah satu pintu mobil itu terbuka. Buru-buru Alesya masuk ke dalam mobil tersebut. Dia sengaja duduk di lantai mobil itu agar tidak terlihat dari luar.
Tidak beberapa lama, pintu mobil dibagian depan pun terbuka.
"Kenapa tuan, ikut duduk di depan?" Ujar si pria pertama kepada pria kedua.
"Aku ingin memandang luas pemandangan di kota ini, Jack! Jalan kan saja mobilnya." Perintah si pria yang satunya lagi.
"Baik tuan" Jawab si pria, yang menurut perkiraan Alesya pastilah bawahan si pria yang duduk disebelahnya.
Mobil itu pun berjalan keluar dari restauran tanpa di ketahui oleh tuan Puji.
Kedua pria itu asik berbicara mengenai hal-hal yang tidak dipahami oleh Alesya.
Namun tiba-tiba, mobil itu mengerem mendadak. "Shii*t!!" Umpat si majikan. " Apakah kau ingin membunuh ku, Jack?" seru si majikan, dengan sangat marah karena kepala nya membentur kaca mobil.
Alesya yang sebenarnya juga ikut terbentur karena pengereman mendadak itu hanya bisa menahan rasa sakit di bahunya karena tadi dia sempat terdorong keras ke kursi tempat si pria yang ia yakini adalah pemilik mobil ini.
"maaf tuan! sepertinya kita mendapat penumpang gelap hari ini!" Seru Jack, dan membalikan tubuhnya.
__ADS_1
"Apa maksud mu, Jack?"
Deg..
"mati aku!"Batin Alesya, dan mencoba membuka pintu disampingnya. Namun sayang, pria yang menjadi supir itu sudah terlebih dahulu menekan tombol. kunci otomatis di mobil itu. Kini Alesya hanya, bisa mengangkat kepalanya dan melihat ke arah dua pria yang mobilnya telah dia masuki tanpa izin.
" Apa??!!! kalian?" Serunya, terkejut
***Kenzo POV
"Tuan yakin mau makan disini?"Jack melihat tempat yang mereka datangi. Tempat itu jauh dari kriteria tempat yang biasa tuan Kenzo datangi untuk makan.
" Hemm.. "Jawab Kenzo singkat. Dan masuk ke dalam restauran sederhana yang penuh dengan pengunjung itu.
" Pelayan, tolong bersihkan meja ini!" Perintah Jack, pada pelayan restauran itu.
Dengan heran salah satu pelayan restoran itu menghampiri meja tuan Kenzo dan Jack."Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Dia tidak melihat meja yang kedua pria itu tempati kotor.
"Bersihkan meja ini!" Perintah Jack.
"Hmm.. baik tuan." walaupun bingung, dia tetap melaksanakan perintah dari laki-laki itu.
Setelah meja itu bersih, pelayan itu pun menanyakan pesanan kedua laki-laki itu.
"Aku ingin makan udang saus tiram." Ujar Kenzo.
"Aku pesannya yang sama." Ujar Jack.
"Baiklah, tuan!" Pelayan itu pun pergi membawa catatan pesanan dari kedua laki-laki tersebut.
Kenzo tersenyum mendengar pertanyaan dari sekretaris pribadinya. "Aku bukanlah ceo-ceo yang punya masalah dengan kebersihan seperti yang ada cerita-cerita di novel. Aku bisa makan dan menyentuh apapun."Jawab Kenzo.
" Aku tidak bermaksud seperti itu, tuan."
"Hahaha, santai saja, Jack. Lihatlah sekeliling mu, Jack. Ada banyak sekali tipe orang disini. Coba lihat pasangan disana!" Tunjuk Kenzo dengan matanya.
"Menurut mu, mereka itu pasangan anak dan ayah? Cucu dan kakek? Atau pasangan kekasih?" Tanya Kenzo, pada Jack sambil menatap ke arah seorang gadis dan seorang kakek tua yang sedang berbincang di meja sudut ruangan.
"Menurut ku, hemm.. mereka seperti sepasang kekasih tuan." Jawab Jack, ikut mengamati pasangan itu.
"Hahaha, aku rasa kita sependapat Jack! aku pun berpikir demikian." Kenzo masih menatap ke arah pasangan yang timpang usia itu.
"Tuan, seperti nya gadis itu sedang berjalan ke arah kita. Ada perlu apa dia kesini?" Jack melihat gadis itu semakin mendekat ke arah meja mereka.
"Apa kau tidak mengerti! Berapa kali harus aku katakan! Aku tidak mencintai mu! Jadi aku mohon, tolong berhenti untuk mengikuti ku dan suami ku!" Ucap sang gadis yang tidak lain adalah Alesya. Ia sengaja sedikit menguatkan suaranya agar terdengar ke beberapa orang yang duduk disekitar meja Jack dan Kenzo.
Kenzo bingung dengan perkataan si gadis. "Apa dia mabuk?" Batin Kenzo.
"Apa yang dia katakan? Aku jatuh cinta padanya? Aku mengikuti nya!!" Kening Kenzo berkerut mendengar setiap kata yang gadis itu ucapkan.
"Tolong cari cinta mu sendiri. Kau masih muda! Ada banyak gadis yang akan menyukaimu!" lanjut gadis itu. Jack dan Kenzo saling menatap, bingung dengan situasi mereka saat ini.
"Nona... " Ucap Jack, namun segera di potong oleh gadis itu.
" Kau, sebagai sahabatnya seharusnya mengingat kan teman mu agar tidak mengganggu urusan rumah tangga ku. Mungkin suami ku tidak semuda dan setampan sabahat mu, tapi dia orang yang baik. Bukan penjahat ranjang seperti sahabat mu." Muka Kenzo langsung memerah karena marah dan malu mendengar semua ocehan kosong gadis ini.
__ADS_1
Gadis itu mendekatkan diri ke Kenzo dan Jack, dan berkata, "tidak enak kan, kalau setiap mata melihat pada mu ditengah keramaian seperti ini." Ucap si gadis pelan, sambil tersenyum. "Kalau aku jadi kalian, aku akan pergi meninggalkan restoran ini." Lanjut si gadis.
Kenzo dan Jack melihat beberapa orang disekitarnya mulai berbisik dan memandangi mereka.
Kenzo yang merasa tidak nyaman dengan situasi ini segera keluar dari restauran tersebut, diikuti oleh pelayannya.
"Shii*t!! Siapa gadis itu! Berani sekali dia berbicara omong kosong seperti itu!" Seru Kenzo, dan menendang ban mobilnya.
" Tenang tuan! Sepertinya, dia kurang waras tuan." Timpal Jack yang baru saja dapat menyusul tuannya di parkiran mobil.
Jack membuka pintu mobil dan mempersilahkan tuannya untuk masuk. Ketika Kenzo akan masuk, dia bertanya ke Jack. "Jack, apakah kau sudah membayar makanan kita tadi?"
" Membayar apa tuan?" Tanya Jack bingung.
"Astaga!" Kenzo menarik nafas dan keluar dari mobilnya. " Jadi makanan tadi belum kau bayar, Jack?" tanya Kenzo sekali lagi.
"Bayar? tapi makanannya saja tidak jadi kita makan tuan, biasaaanya... "Perkataan Jack langsung dipotong oleh Kenzo.
" Apakah itu sudah kita makan atau pun tidak, tetap harus dibayar Jack."Seru Kenzo marah.
" Maafkan saya tuan! Saya tidak tahu tuan. Baiklah saya akan kembali ke dalam, dan membayar semua pesanan kita.
"Tidak perlu! Biar aku saja. Aku ragu kau tahu cara membayar nya." Ucap Kenzo dan berjalan kembali menuju ke dalam restauran.
Jack yang merasa tidak enak melihat tuannya pergi untuk membayar semua tagihan makanan yang belum datang itu, langsung menyusul tuannya.
Ketika mereka masuk kembali ke dalam Restauran itu, tiba-tiba mereka bertemu dengan gadis gila yang berbicara sembarangan tadi di dalam
Kenzo dan Jack yang sedang terburu-buru datang untuk membayar tagihan mereka, hanya menatap gadis itu dengan kesal. Lalu meninggalkan nya.
Setelah selesai, mereka kembali ke mobil.Kenapa tuan, ikut duduk di depan?" Tanya Jack, kepada tuannya.
"Aku ingin memandang luas pemandangan di kota ini, Jack! Jalan kan saja mobilnya." Perintah Kenzo.
"Baik tuan" Jawab jack.
Mobil itu pun berjalan keluar dari restauran.
Kenzo dan Jack asik berdiskusi mengenai proyek pembangunan anak cabang perusahan yang akan dibangun di kota A.
Sekilas Jack melihat seorang wanita sedang bersembunyi di kursi belakang melalui kaca spionnya. Kemudian Jack menghentikan mobil, mendadak. "Shii*t!!" Umpat Kenzo. " Apakah kau ingin membunuh ku, Jack?" seru Kenzo, dengan sangat marah karena kepala nya membentur kaca mobil.
"maaf tuan! sepertinya kita mendapat penumpang gelap hari ini!" Seru Jack, dan membalikan tubuhnya.
"Apa maksud mu, Jack?"Kenzo, membalikan tubuh nya. Terlihatlah seorang wanita sedang bersembunyi di belakang tempat duduknya.
"Apa?!!!! Kalian?" Ujar wanita itu dengan tatapan tidak percaya!
Jack dan Kenzo pun sama terkejutnya dengan sang gadis. Karena mereka tidak menyangka gadis yang membuat mereka jadi bahan omongan orang di dalam restauran, kini sedang bersembunyi di mobil mereka.
****bersambung
Apakah Kenzo akan menolong aksi pelarian Alesya?
tunggu lanjutannya.... di next episode... jangan lupa like, komen n vote ya..
__ADS_1
see you🥰🥰🥰