Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 37#Menyerahlah Frans#2


__ADS_3

“bibinya Kenzo? Dyana maksud mu?” seru Frans yang tidak merasakan maksud terselubung dari pertanyaan Alesya.


“iya!! Dyana!! Memangnya ada berapa orang bibi Kenzo yang kau kenal!!!” gurau Alesya sambil menahan tawanya.


“apa kau kira aku sedemikian akrabnya dengan keluarga suami mu itu hingga mengenal semua leluhurnya.” Ujar Frans,sewot melihat Alesya sedang menahan tawa nya.


“Yaa.. aku memang tidak tahu apa kau akrab atau tidak dengan keluarga Kenzo yang lain, tapi yang pasti aku yakin kau sangat akrab dengan bibi Dyana.” Ejek ALeysa.


“Well!! Sebaiknya aku harus meluruskan semua hal ini kepada mu!!” Wajah Frans tiba-tiba terlihat memerah Ketika Alesya mengatakan kalau dia akrab dengan Dyana.


“apakah itu perlu???” tanya Alesya, sambil tetap menahan senyum nya.


“tentu saja perlu!! Aku tidak ingin ada orang lain yang salah paham akan hubungan ku dengan Wanita menyebalkan itu.” Timpal Frans.


“HOooO.. ternyata bibi Dyana adalah Wanita yang menyebalkan dimata mu Frans?” ucap Alesya penuh selidik. Alesya mencium aroma-aroma cinta yang mungkin saja belum Frans sadari. “apa kau yakin tentang hal itu?” Alesya menyipitkan matanya sambil tersenyum penuh arti pada Frans.


“kau jangan meledek ku ALeysa!! Aku dan Dyana sungguh tidak ada hubungan apapun!!” tekan Frans sekali lagi. Dari tatapan ALesya dan ekspresi ALesya Ketika membicarakan Dyana, Frans yakin ALesya sudah salah paham akan hubungannya dengan Dyana.


“Come on Frans!! Siapa juga yang akan percaya kalau kau tidak ada hubungan yang spesial dengan bibi Dyana, kalau kau saja sampai datang ke rumah ku dan Kenzo hanya untuk bertemu dengan nya.” Ucap Alesya, sambil pura-pura memasang wajah serius.


“ALesya please listen to me!! Kedatangan ku waktu itu hanya untuk menyampaikan permohonan maaf ku pada nya. Apa Kenzo tidak mengatakan pada mu bahwa dia mengizinkan Dyana untuk menginap di rumah ku sewaktu kau pergi dengan Kenzo.”tanya Frans pada ALesya.

__ADS_1


“Kenzo tidak mengatakan apapun pada ku.” Jawab Alesya.


“mungkin karena terlalu banyak hal yang terjadi di kota J pada saat itu maka nya Kenzo tidak sempat untuk mengatakan hal ini pada ku.” Batin Alesya. Dia ingat ada banyak hal yang ia dan Kenzo lalui di kota J untuk mendapatkan restu dari ayah Alesya. Jadi wajar kalau Kenzo tidak ingat mengabari hal ini pada ALesya.


“terlalu banyak hal di kita J saat itu Frans, Kenzo pasti tidak berpikir kalau aku harus tau tentang hal ini.” Lanjut ALesya.


“pada saat itu aku sedang sakit Alesya, dan ibu harus keluar kota untuk janji bisnis yang dia telah schedule kan dari waktu-waktu yang lalu. Sedangkan Aditya karena aku sedang sakit dia harus pergi menggantikan untuk perjalanan bisnis. Dan entah dari mana datangnya ide gila itu, ibu ku meminta Dyana untuk menjaga ku.”Ucap Frans jengah. “dan disini lah semua masalah itu dimulai.”lanjut Frans.


“jadi bibi ke rumah mu untuk menjaga diri mu Frans?” Tanya Alesya heran, sebab setahunya bibi Kenzo ini juga kurang suka dengan Frans.


“Sepertinya dia melakukan hal itu dengan terpaksa. Mungkin ibu ku menelpon ibu nya atau apa lah yang membuat dia terpaksa datang saat itu.” Jawab Frans sambil mengangkat bahu nya, menandakan ia tidak tahu dengan pasti apa yang membuat Dyana akhirnya memutuskan untuk datang menjaganya.


“lalu?”


"Tapi hal itu ada untungnya juga sebab andaikan dia pulang begitu aku mengusirnya pagi itu pasti aku tidak akan baik-baik saja seperti Sekarang ini. Hanya saja, aku berbuat kesalahan pada nya Alesya. Itulah mengapa aku datang ke rumah mu dan Kenzo waktu itu.” Jelas Frans Panjang kali lebar.


“kesalahan?”


“iya, hari itu aku sungguh tidak tahu terima kasih dan malah membuatnya marah sehingga ia pergi begitu saja dari rumah ku. Aku sungguh merasa diri ku sangat jahat. Bagaimana aku bisa memperlakukannya begitu kasar setelah semua hal baik yang ia lakukan untuk ku sepanjang hari itu.” Ujar Frans, penuh penyesalan.


“Apa kau sudah mencoba untuk menemui nya lagi setelah kau datang ke rumah ku dan Kenzo tempo hari Frans?”

__ADS_1


Frans menggeleng lemah. “dia memblokir nomor ku Alesya sehingga aku tidak dapat menghubunginya. Aku tidak dapat menelpon ataupun sekedar mengiriminya pesan.” Jawab Frans, lemah.


Alesya dapat melihat kalau Frans benar-benar menyesal atas tindakannya.


“kalau begitu kau harus datang dan temui dia sekali lagi. Seingat ku, bibi sudah berapa hari ini tidak kemana-mana. Dia hanya di rumah saja.”Ujar Alesya setengah berbisik.


“Apa dia akan mau menemui ku?” tanya Frans, ragu.


“tergantung usaha mu Frans!!” jawab Alesya.


“entahlah…” balas Frans.


“kau sungguh lemah sebagai laki-laki Frans!! Bagaimana kalau kau nanti kau juga akan kehilangan Dyana?” Seru Alesya asal.


“kehilangan Dyana!! ALesya sudah berapa kali aku katakan dan jelaskan kalau aku tidak ada perasaan apapun untuk bibi nya Kenzo itu.” Timpal Frans cepat. Dia heran mengapa ALesya tetap saja berpikir yang tidak-tidak seperti itu.


“yaa.. aku hanya mengatakan saja. Sebab kalau kau terlambat menyadari perasaan mu pada nya, kau hanya dapat melihat dia sedang bergandengan tangan dengan Marcus, dari kejauhan.” ALesya tersenyum simpul, mencoba memprovokasi Frans.


“Marcus….?” Frans menatap tajam pada ALesya.


“apa kah benar Dyana ada hubungan dengan pria ini?”

__ADS_1


**bersambung


__ADS_2