Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 51# Pernikahan tom jer#2


__ADS_3

“Ibu mu akan baik-baik saja Frans. Kau tenang lah.” Kata Marcus usai memeriksa keadaan Nania.


“Nanti asisten ku akan mengantarkan obat serta vitamin untuk bibi.” Lanjutannya.


“Marcus, thank you.” Ucap Frans pada mantan rival nya.


“Don’t mention itu.” Ujar Marcus.


Kini mata Marcus memandang Stephanie dan Stephan bergantian. Tapi Marcus tetap menahan dirinya untuk tidak mengatakan apapun. Marcus tahu ini bukan lah tempat nya untuk bertanya.


“Aku keluar dulu.” Marcus pun undur diri.


Frans mengantar Marcus hingga depan pintu. Lalu setelah Marcus pergi Frans pun kembali ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Frans mengambil ponsel nya yang ada di meja kecil di samping tempat tidur ibunya untuk menelpon sang asisten.


“Aditya, tolong ambilkan kotak kayu yang ada di nakas kamar ibu ku. Bawa segera benda itu ke hotel.” Perintah Frans pada Aditya.


Frans melihat Stephan. Dalam hati nya Frans yakin, hanya Stephan saja yang harus dia buka mata dan hati nya tentang sang ibu, sedangkan Stephanie terlihat jelas sudah menerima sang ibu.


“Aku tahu kau tidak ingin bicara dengan ku tentang apapun lagi terkait ibu. Itu adalah hak mu! Tapi aku mohon kau cukup mendengarkan cerita ku saja. Kau tidak perlu menjawab atau merespon apapun tentang hal yang kau dengar keluar dari mulut ku.” Tukas Fans.


“kak please, dengarkan dulu Frans. Aku yakin setelah kakak mendengar semua yang Frans katakan maka pikiran kakak tentang ibu akan berubah. Kakak tahu, mendiang nenek selalu berkata bahwa ibu kita adalah wanita yang baik, tapi ayah keburu kemakan hasutan tante Lidya maka nya ayah sampai menceraikan ibu.” Bujuk Stephanie.


“Aku anggap diam mu sebagai IYA.” Mau tidak mau Frans terpaksa menyimpulkan sendiri untuk sikap Stephan.


“Ibu ku pernah bercerita pada ku bahwa dia pernah menikah dengan laki-laki asal Rusia dan memiliki anak kembar hasil pernikahannya itu.” Frans mulai mengulang apa yang sang ibu katakan pada nya semalam.

__ADS_1


“Tapi pernikahannya itu tidak berlangsung lama sebab sang suami menuduhnya berselingkuh bahkan suami nya tidak percaya anak kembar yang baru saja ia lahir kan itu adalah anaknya.” Lanjut Frans.


“Setelah suaminya mengusir ibu ku dari rumah itu, ibu ku pun memutuskan untuk pergi bersama si kembar tapi saat dia akan pergi sang mertua yang sangat menyayangi ibu ku memohon kepada anaknya agar menantunya dan cucu nya dapat tetap tinggal di rumah itu.”Frans menarik nafas dalam. Mengingat setiap detail cerita yang disampaikan oleh ibu nya semalam membuat Frans seakan ikut terluka merasakannya.


“Tapi mungkin karena sang suami sangat membenci ibu ku, maka dia hanya mengizinkan si kembar yang tinggal di rumah itu sedang ibu harus pergi dengan tangan kosong keluar dari rumah milik pria yang dicintai nya.” Frans kembali diam dan melihat ke arah Stephan. Frans yakin Stephan pasti menyimak apa yang dia katakan.


“Hidup ibu ku kacau balau setelah itu.. Dia hidup bagaikan mayat hidup. Dia benar-benar kehilangan gairah nya untuk tetap hidup. Kehilangan pria yang dicintainya serta harus rela hidup terpisah dari kedua anak nya, ibu ku merasa tidak ada lagi hal harus dia pertahan kan.”


“Hingga akhirnya dia berjumpa dengan pria yang bernama Juan Aksena...seorang psikiater yang dengan suka rela mengobati ibu, merawat nya serta akhirnya nya memutuskan menghabiskan hidupnya dalam rumah tangga tanpa cinta dengan ibu. Ibu ku sepanjang hidupnya tidak pernah melepaskan cinta nya pada ayah kalian! Tidak satu hari pun!” Tegas Frans.


“Cih! Kau berharap aku percaya semua itu?” Stephan akhirnya buka suara.


“Jika ibu mu masih mencinta ayah kami dan sama sekali tidak mencintai ayah mu? Lalu bagaimana cara nya kau hadir di dunia ini tuan Ifrans Aksena?” Ucap Stephan menyudut kan Frans.

__ADS_1


Meskipun berat, Frans tetap mengatakannya. Toh tidak ada lagi yang perlu dia sembunyikan dari Stephan dan Stephanie.


“Aku adalah anak yang diadopsi oleh ayah dan ibu ku dari panti asuhan. Aku di adopsi dengan tujuan mengurangi tekanan mental yang di derita oleh ibu ku! Aku bukan lah putra kandung mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa memiliki anak kandung jika ayah ku tidak pernah bisa menyentuh ibu ku?” Ujar Frans membuat Stephan dan Stephanie terkejut.


__ADS_2