
Hari sudah mulai gelap ketika Dyana diantar pulang oleh Marcus ke kediaman keluarga Aksena tempat ibunya Dyana menginap. Ya, sejak datang dari Australia Mary memang tidak pulang ke rumah Kenzo sebab sepengetahuannya Marcus saat ini tinggal dengan Kenzo. Entah bagaimana cara Marcus mencuci otak Kenzo sehingga Kenzo yang dahulu sangat membenci Marcus karena telah menyebabkan kematian kedua orang tuanya, kini malah menjadi akrab kembali dengan Marcus seakan-akan tidak pernah terjadi apapun sama sekali diantara Kenzo dan Marcus.
Tentu saja hal ini tidak berlaku pada Mary. Mary sebagai ibu dari Jodytia ibu dari Kenzo hingga saat ini masih membenci Marcus yang dianggap Mary adalah otak dari kecelakaan Robert dan Jodytia waktu itu. Memang Mary tidak pernah diberitahu oleh Albert apa yang sebenarnya terjadi. Tapi tentu saja Albert memiliki pertimbangan sendiri
“Dimana Frans?" Tanya Mary pada Dyana. Mary melihat bukan Frans yang mengantar Dyana pulang, melainkan Marcus. “Bagaimana Dyana bisa berjumpa dengan Marcus? Dan dimana Frans? Bukankah mereka berangkat bersama-sama tadi pagi untuk mencoba pakaian pengantin mereka? Mengapa kini malah Marcus yang memgantarkan Dyana pulang.” Begitu banyak pertanyaan wara wiri dipikiran Mary sambil terus menatap Marcus dengan pandangan yang tidak bersahabat.
"Hallo bibi..." Sapa Marcus ramah. Marcus sadar ibunya Dyana ini adalah tantangan berikutnya yang harus dia taklukkan. Semoga saja rasa benci dan tidak suka nya pada Marcus belum begitu karatan hingga tidak terlalu sulit untuk di buang.
"Hi Marcus.. long time no see." Jawab Mary sambil tersenyum sinis. Mary tahu kalau Dyana dan Marcusa saling cinta. Tapi menyerahkan Dyana pada pria yang Mary benci benar-benar tidak akan pernah Mary lakukan.
"Marcus aku masuk dulu, aku akan menelpon mu nanti." Ujar Dyana yang tidak mungkin untuk mengundang Marcus ke dalam, secara itu bukanlah kediamannya, Dyana hanyalah tamu di kediaman Aksena itu.
Mary terus melihat tidak suka pada Marcus yang baru saja menggangguk merespon perkataan Dyana.
"Maaf Marcus tapi seperti yang sudah aku katakan dulu, aku tidak suka bila kau dan putri ku terlalu dekat." Sela Mary blak-blakkan seakan-akan sengaja untuk membuat suasana menjadi tidak menyenangkan.
__ADS_1
"Bu... please!" Protes Dyana yang tidak suka dengan sikap ibunya yang masih saja belum bisa move on dari masa lalu.
"Dyana, kau itu sudah akan menikah dengan Frans.Tidak seharusnya kau masih dekat dengan pria ini." Seru sang ibu yang tetap berbuat apapun untuk memisahakan Marcus dan Dyana.
"Ibu.. nama nya Marcus!! Sejak kapan ibu memanggil Marcus dengan sebutan pria ini. Dia adik nya kak Robert!" Ujar Dyana yang semakin tidak suka karena ibunya semakin jelas memperlihatkan rasa tidak sukanya pada pria yang ia cintai.
"Dia hanya adik angkatnya Robert, mereka sama sekali tidak ada hubungan darah. Lagi pula apa kau sudah lupa Dyana, kakak mu dan kakak ipar meninggalkan kita semua karena ulah nya. Jangan pernah lupa kan itu. Dia yang telah membuat Kenzo menjadi yatim piatu di usianya yang sangat muda.” Tuduh Mary dengan menatap sinis pada Marcus.
Marcus sadar saat ini bukan lah saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Mary, sang calon ibu mertua. Selain karena saat ini sudah malam, saat ini mereka juga sedang berada di rumah keluarga Aksena. Sangat tidak mungkin untuk membicarakan itu sekarang.
“Ibu!! Aku tidak suka ibu berkata seperti itu pada Marcus!! Ibu akan menyesal karena telah berprasangka buruk pada Marcus!!” Seru Dyana sambil menjalankan sendiri kursi rodanya.
“Entah sampai kapan mata mu baru akan bisa melihat kenyataan Dyana. Pria itu, pria itu yang telah membuat ku kehilangan putri ku, kau kehilangan kakak mu dan Kenzo kehilangan ibunya. Apa rasa cinta mu yang besar itu telah membutakan mu dari semua kebenaran ini??” Segah Mary sambil menahan kursi roda Dyana yang sedang berjalan.
“Bu!! Aku yakin, apapun yang akan aku katakan, ibu pasti tidak akan percaya! Tapi paling setidaknya ibu meihat pada Kenzo saat ini. Kenzo yang dahulu sangat membenci Marcus, hari ini sudah berpelukan kembali dengan pamannya itu. Tidak kah itu mengisyaratkan kepada ibu ada sesuatu yang membuat Kenzo yang begitu keras kepala bisa berubah??!!” Tukas Dyana sedikit emosi.
__ADS_1
Dyana sangat mengenal ibunya, apapun yang keluar dari mulut Dyana untuk membela Marcus, tidak akan pernah benar di mata sang ibu. Jadi percuma saja berkoar-koar tentang kebenaran saat ini. Satu-satu nya orang yang bisa membuat ibunya percaya kalau Marcus tidak ada kaitannya dengan kecelakaan Jodytia dan Robert, sang kakak dan kakak ipar, itu hanya Kenzo seorang. Hanya Kenzo yang bisa meyakinkan nenek-nenek keras kepala ini. Dyana harus menghubungi Kenzo untuk menjemput dirinya dan sang ibu untuk pulang ke kediaman keluarga Dayson. Hanya dengan itu maka pernikahan ini dapat terwujud.
“Cih!! Markus adalah pria yang licik. Dia pasti sudah menipu cucu ku Kenzo Dayson dengan akal bulusnya itu sehingga Kenzo memaafkannya. Sama seperti dia sudah membuat Albert untuk melindunginya selama ini.
Dyana menghela nafas dan melepaskan tangan ibunya dari pegangan kursi roda Dyana. “Aku capek bu! Aku ingin istirahat.” Dalih Dyana agar bisa menjauh dari sang ibu.
“Akan aku antar kau ke kamar.” Ujar Mary yang akhirnya mendapatkan penolakan dari Dyana.
“Aku bisa ke kamar sendiri bu.” Sahut Dyana dan menggerakan kontrol kursi roda nya.
Mary hanya bisa melihat putrinya itu semakin menjauh. Mary tahu apa yang Mary perbuat sebenarnya telah menyakiti hati Dyana. Mary juga tahu, alasan Dyana menolak semua perjodohan yang telah dia atur untuk Dyana adalah karena Dyana telah cinta mati pada Marcus. Tapi tetap saja hati Mary keras bagai batu. Dia tidak bisa menerima Marcus.
Mary tidak akan sanggup melihat wajah Marcus wara wiri di hadapannya jika Dyana dan Marcus menikah. Bayangan wajah putrinya sebelum di makamkan akan selalu terbayang oleh Mary. Dan itu terasa sangat menyakitkan. Apalagi Mary berpikir kalau dengan Robert dan Jodytia saja Marcus sanggup berbuat begitu kejam, apalagi dengan Dyana kelak. Pasti kehidupan rumah tangga Dyana akan terasa bagaikan neraka begitu Marcus membuka kedoknya yang sebenarnya. Wajah raja iblis yang tersembunyi di balik wajah tampan dan menawan tersebut, pikir Mary..
****jangan lupa untuk tekan tombol like dan vote untuk otor ye cinto
__ADS_1