
"klek.." Terdengar pintu kamar itu dibuka oleh seseorang dari luar, membuat Jack dan Monica yang dari tadi diam-diaman serentak melihat ke arah pintu.
"Nyonya!" Seru Jack mendahului Monica.
"Alesya..." Seru Monica setelah Jack.
Alesya melihat ke arah Jack dan Monica bersamaan. Benar tebakan Alesya tadi jika Monica pasti sudah sampai.
"Hi Jack.." sapa Alesya tanpa rasa bersalah sudah mengirim Monica ke kamarnya.
"Sudah lama kau sampai Monica?" Sapa Alesya pada Monica sambil meletakkan beberapa Roti di meja kecil di samping ranjang Jack dan minuman ke dalam kulkas mini di dalam kamar itu.
Monica menarik nafas dalam, menunggu Alesya untuk menjelaskan semua ini pada nya. Sebab semalam dalam pikiran Monica, orang yang sedang sakit itu adalah Alesya. Tapi begitu dia sampai di ruangan yang dikirimkan alamatnya via pesan tadi malam oleh Alesya, bukannya Alesya yang ditemukan di dalam ruangan itu. Melainkan Jack yang sedang di bersihkan oleh perawat tubuh nya. Benar-benar membuat mata Monica ternoda.
Alesya sadar kalau Monica sedang menunggu penjelasan nya. Tapi boro-boro menjelaskan semua itu pada Monica, Alesya malah menarik kursi dan langsung duduk di dekat Jack.
"Bagiamana keadaan nona Dyana nyonya?" Tanya Jack yang khawatir dengan keadaan Dyana yang mungkin saja lebih parah dari nya mengingat Dyana lah yang menyetir saat itu
"Aku akan menceritakan keadaan Dyana nanti. Tapi bagaimana keadaan mu sendiri Jack." Tanya Alesya pada Jack yang dalam posisi kepala yang sedikit agak di naikkan.
"Seperti yang nyonya lihat, saya baik-baik saja." Jawab Jack sambil tersenyum.
"cih!! baik-baik saja dari Hongkong!! Sudah jelas tangan dan kaki mu terbungkus seperti ini masih saja bilang baik-baik saja." Serobot Monica yang geram mendengar jawaban dari Jack.
Alesya kembali melirik pada Jack dan Monica.
"apa ada yang terjadi sebelum aku datang?" tanya Alesya pelan.
"tidak ada apa-apa nyonya." Jawab Jack cepat.
"Tidak ada, apa nya!!!" Protes Monica dengan wajah kesal.
"itu kan hanya kesalahan pahaman Monica." potong Jack cepat.
"salah paham kata mu???"Ujar Monica sambil membelalakkan matanya.
"tentu saja itu salah paham! memangnya kalau bukan salah paham, apa kau mau aku katakan kalau itulah adalah betulan?!" kini suara Jack ikut naik satu oktaf.
Mata Alesya berkedip berkali-kali melihat dan mendengar perdebatan antara Jack dan Monica yang jujur saja Alesya benar-benar tidak paham akar permasalahannya apa.
Monica tidak bisa membalas perkataan Jack! Tentu saja itu bukanlah betulan . tapi Monica tetap tidak terima kalau itu dikatakan sebagai sebuah kesalahpahaman. Baginya itu adalah sebuah konspirasi. Ya .. itu adalah istilah yang tepat untuk hal yang baru saja terjadi.
"please!!! Apakah ada sesuatu yang harus aku ketahui??!!" Pekik Alesya yang sudah tidak tahan mendengar suara Jack dan Monica saling debat.
"tidak." jawab Jack.
"ada." jawab Monica.
Alesya kini mulai menatap jengkel pada kedua orang yang ada di hadapannya kini. Siapa yang harus dia dengar jika mereka menjawab pertanyaan Alesya serentak seperti ini.
__ADS_1
"Jack... apa ada yang ingin kau ceritakan?" Alesya memutuskan untuk bertanya satu-satu pada mereka. Di mulai dari Jack.
"Tidak ada nyonya. Semua baik-baik saja " Jawab Jack dengan tenang.
Kemudian Alesya berpaling pada Monica yang sudah terlihat kesal karena jawaban yang Jack berikan barusan.
"Apa ada yang ingin kau katakan pada ku Monica?" Kini giliran Monica yang ditanyai oleh Alesya..
Mulut Monica yang sedari tadi sudah gatal ingin bercerita langsung mulai mengeluarkan unek-unek nya.
"Alesya!! kau tahu apa yang terjadi pada ku saat datang ke ruangan yang aku kira adalah ruangan tempat kau di rawat ini?" Monica mengalihkan tatapan tajamnya ke arah Jack yang terlihat tenang-tenang saja tanpa ada rasa penyesalan sama sekali.
"kalau kau tidak bercerita maka aku tidak akan tahu." jawab Alesya sambil melipat tangannya
"Ketika aku masuk ke ruangan ini aku sudah disambut dengan pemandangan yang merusak keperawanan mata ku." Seru Monica tanpa sensor.
"terlalu dilebih-lebihkan!" timpal Jack di tengah-tengah cerita Monica.
"Apa kata mu! apa kau mau aku patahkan tangan atau kaki mu yang satu nya lagi!!!" ancam Monica sambil menunjuk - nunjuk ke arah tangan dan kaki Jack, dengan marah. Sebab bisa-bisanya Jack berkata kalau itu adalah hal yang biasa.
"Kalau kalian terus berantem seperti ini. Aku sama sekali tidak paham apa yang sebenarnya terjadi." seru Alesya.
Monica melihat Jack sinis dan mulai kembali bercerita.
"Memang apa yang kau lihat ketika kau masuk Monica!!!" Tanya Alesya, penasaran apa sih yang sebenarnya di lihat oleh Monica yang membuat Monica sampai harus semarpah ini.
"Tapi itu kan salah mu!! Siapa suruh kau menyingkap tirai pelindung ini!!" Jack menarik-narik kain tirai pelindung yang ada di sekitar tempat tidurnya.
"ya mana aku tahu kalau mereka sedang memandikan mu!!! lagian kan kau tidak perlu sepolos itu!!!" pekik Monica.
Telinga Alesya jadi sakit sebab kedua orang ini tidak bisa berbicara dengan nada standar lagi. Masing-masing saling berpacu menaikkan nada bicaranya sehingga persis seperti orang yang kelamaan tinggal di hutan.
"Stooooop!!!!!" Alesya terpaksa harus berteriak kuat untuk menghentikan kedua orang yang saling tidak mau mengalah itu berhenti bicara.
"Stop please!" Seru Alesya sekali lagi. Untung saja ruang VVIP ini kedap suara kalau tidak . Alesya tidak bisa membayangkan apa yang akan perawat katakan mendengar suara ribut-ribut dari dalam kamar ini.
Akhirnya Jack dan Monica pun diam mendengar teriakkan Alesya.. Mereka masing-masing mengunci rapat mulut nya walau sebenarnya ada banyak yang ingin mereka muntahkan keluar.
Alesya menarik nafas panjang. Kini dia mulai paham duduk permasalahan nya. Ternyata ketika Monica tiba, Monica langsung menyingkap tirai pelindung ini dan ternyata Jack sedang di mandi kan oleh perawat tanpa mengenakan apapun.
Alesya menoleh pada Monica, " Monica aku rasa itu bukan kesalahan Jack. Lagi pula itu adalah kesalahan mu sendiri mengapa kau tidak memanggil atau menunggu hingga tirai pelindung ini di buka." Ujar Alesya.
"Nyonya! Aku itu benar-benar tidak menodai matanya. Tubuh ku memang saat itu sedang polos tapi para perawat menutupi tubuh ku dari pusat ke bawah hingga setengah paha ke atas. Jadi apa yang membuat matanya ternodai. Malah sebenarnya aku yang telah di rugi kan disini." Ucap Jack ragu-ragu.
Monica yang mendengar ucapan Jack langsung menoleh pada Jack. "Apa! Kau bilang kau mengalami kerugian??" Dengus Monica kesal.
"mata ku...lalu tangan ku! semuanya ternodai hari ini karena mu!!!" Ujar Monica penuh emosi sambil melihat ke arah tangan kanan nya yang dia angkat.
Alesya memijat mijat dahi nya. Alesya yakin sampai lebaran monyet pun kedua orang ini tidak akan berhenti berdebat. Alesya pun memutuskan untuk menonton kedua orang ini berdebat sambil mengupaskan apel yang ada di atas meja.
__ADS_1
"kau yang sudah seenaknya menyentuh... menyentuh junior ku!! " seru Jack tidak mau kalah.
Hampir saja tangan Alesya tersayat pisau mendengar perkataan Jack yang tanpa filter itu.
"apa kau bilang!! Kau kira aku dengan suka rela menyentuh milik mu yang tidak seberapa itu!! itu aku tidak sengaja?! lagi pula kalau kau tidak setuju para perawat itu menyerahkan pada ku untuk membersihkan diri mu maka tragedi itu tidak perlu terjadi."
"apa kata mu!! kau sendiri kan yang berbohong pada perawat dengan mengaku-ngaku sebagai istri ku!! Bagaimana mungkin ada seorang suami yang lebih ingin tubuh nya dibersihkan oleh perawat rumah sakit ketimbang istrinya sendiri!!" ujar Jack tidak mau kalah.
"ooo..begitu permasalahan nya!!" Gumam Alesya dalam hati sambil memotong-motong buah apel yang sudah dia kupas dan meneruskan menonton.
"Tapi ini semua tetap saja adalah salah mu! " pekik Monica.
", Sembarangan!!" tukas Jack.
Jack dan Monica akhirnya sama-sama buang muka ke arah yang berlainan.
"Apa kalian sudah selesai?" ujar Alesya pelan. "heem... bagaimana kalau kalian makan apel dulu..Aku sudah memotong apel ini kecil-kecil." tawar Alesya pada Jack dan Monica tapi kedua orang ini masih dalam mode saling diam.
Alesya meletakkan piring apel itu ke atas meja
"well!! karena sang istri sudah datang... maka tanggungjawab untuk menjaga Jack aku serahkan kepada mu wahai sang istrii!!" Ujar Alesya yang langsung membuat Jack dan Monica melihat ke arah Monica.
"Nah gitu dong... masa aku ngomong sama punggung." Imbuh Alesya, dengan wajah innocent nya.
"Aku tidak mau menjaga pria ini!!" Sebut Monica, dan melipat tangannya di dada.
"Aku pun tidak mau dijaga oleh wanita ini!!" tegas Jack, yang juga tidak mau Monica untuk menjaganya.
"Sayang nya aku dan Kenzo inginnya kau menjaga dia!" tunjuk Alesya pada Monica lalu melirik ke arah Jack.
"Dan kau, dijaga oleh dia!!" Tunjuk Alesya pada Jack dan melirik pada Monica.
"Sebab aku dan Kenzo harus menjaga Dyana..Mai serta menjalankan perusahaan." tegas Alesya.
"aku bisa minta tolong perawat saja yang menjaga ku! " Sebut Jack.
"Aku setuju!!" timpal Monica cepat.
"Aku dan Kenzo yang tidak akan setuju. Sebab kami tidak percaya pada siapa pun kecuali memang orang-orang tersebut adalah orang-orang kami." Jelas Alesya.
"Baiklah. Aku harus ke ruangannya Mai. Dan kau mau tidak mau harus menjaga Jack. Lagi pula para perawat juga sudah tahu kalau kalian adalah suami istri." ucap Alesya sambil berjalan keluar. Bagi Alesya masalah mengurusi Jack sudah selesai. Alesya sangat mengenal Monica..Tidak mungkin Monica akan meninggalkan Jack sendirian. Dia pasti akan tetap berada disana...
***bersambung..
"gak berani balas.. bukan karena cemen.
"otor gak akan malas..asal kamu komen...
assshiaaap ditunggu like..komen dan vote nya...
__ADS_1