Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 17#Dimana kah hati akan berlabuh#1


__ADS_3

“kita makan siang?”tanya Alesya sambil mengalungkan tangannya pada Kenzo.


“heeem.. istri ku tersayang ini mau makan dimana?”Kenzo menatap Alesya penuh cinta.


“Aku mau makan di restoran yang kemarin waktu kita makan dengan aunty Dyana, Bagaimana?”


“terserah pada mu nyonya Dayson.” Jawab Kenzo sambil terus menatap istrinya. Dia tidak percaya wanita yang selama ini dia cari-cari keberadaannya kini ada di pangkuannya dan menatapnya penuh cinta.


“Kenz..” panggil Alesya pada Kenzo sebab Kenzo terus menatapnya.


“Aku masih disini bersama mu nyonya Dayson.” Jawab Kenzo. “ sekarang lepaskan dulu tangan mu. Dan turunlah dari pangkuan ku. Jika tidak maka aku tidak bisa membawa mu pergi ke restoran yang kau sebutkan tadi.”


“aku kira kau yang akan menurunkan ku?” Goda Alesya.


“aku tidak akan mau menurunkan mu. Kalau bisa seharian ini kau tetap saja dalam pangkuan ku..”


“Huft, aku tidak akan menang ngegombal dengan ku Kenz.” Alesya pun turun dari pangkuan Kenzo.


Kenzo menelpon supirnya untuk menyiapkan mobilnya. “kita berangkat sekarang?” tanya Kenzo pada Alesya.


“ya, tapi aku akan mengambil tas ku terlebih dahulu di atas meja.”


“Ayo,”ujar Kenzo sambil memberi kode pada Alesya agar menggandeng tangannya.


“Kenz, nanti karyawan mu melihat.” Alesya ragu menggandeng tangan Kenzo.


“Akan lebih aneh jika aku tidak pernah menggandeng istri ku sendiri di depan mereka. Apa yang akan mereka pikirkan tentang ku. Heeemm...suami yang tidak romantis? Aku bos yang terlalu kaku? Suami yang dingin?? Huft aku tidak mau semua titel buruk itu. Jadi ayo gandeng tangan ku.” Kenzo sekali lagi meminta Alesya menggandeng tangannya.


“Jadi kau meminta ku untuk menggandeng tangan mu hanya untuk nama baik mu sebagai atasan di mata karyawan mu?” Alesya pura-pura memasang wajah sewot.


“apa aku harus menjawabnya nyonya Dayson? Kau pasti tau benar itu hanya alasan ku saja. Aku perlukan aku menggendong mu sekalian ke hingga ke lobi bawah? Aku tidak pernah benar-benar berpikir tentang image ku di mata orang lain jika berkaitan dengan diri mu.” Jawab Kenzo sambil meraih tangan Alesya dan meletakkannya di tangannya. “atau kau yang kurang PEDE menggandeng tangan ku?” tanya Kenzo sombong.


Alesya mencubit pinggang Kenzo. “Kau sungguh percaya diri sekali. Aku tidak bisa bayangkan seperti apa anak kita kelak jika ayah nya se-percaya diri ini.”


“Tentu saja dia seperti diri ku.” Jawab Kenzo sambil membayangkan Skala. Kenzo akan mencari momen yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran diri nya pada Alesya. Tapi tidak sekarang.


“jadi kapan kau akan memberikan adik untuk Skala nyonya Dayson?” Alesya dan Kenzo terus berjalan sambil berjalan.


Wajah Alesya menjadi merah sebab pertanyaan Kenzo. Alesya hanya merespon Kenzo sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala. Untuk apa dia mengajukan pertanyaan itu pada Alesya, bukankah pertanyaan itu harus diajukannya pada dirinya sendiri. Begitulah kira-kira yang ada di dalam pikiran Alesya.


Alesya mengambil tas nya yang ada di atas meja.


“Tuan, apa kau mau pergi makan siang?” Tanya Jack yang kebetulan lewat ketika Kenzo menunggu Alesya mengambil tas nya.


“Jack, apa kau mau gabung makan siang dengan kami?” tawar Alesya.


Baru saja Jack akan menjawab ia bersedia bergabung dengan Kenzo dan Alesya, Kenzo langsung menyela.


“Tidak, hari ini Jack akan makan di kantor sayang, sebab ada beberapa berkas di atas meja ku yang harus dia periksa untuk rapat siang ini.” Ujar Kenzo sambil memberikan kode lewat mata pada Jack.


“ooo.. jadi kau sekarang membuang ku tuan Kenzo!! Mentang hubungan mu dan nona Alesya membaik.” Gerutu Jack dalam hati.


“Benar nyonya. Aku baru saja ingin mengatakan bahwa aku tidak bisa bergabung dengan kalian untuk pergi makan siang bersama. Sebab berkas-berkas itu perlu sentuhan ku.” Jawab jack sambil memandang malas ke arah Kenzo. “kau berhutang banyak pada ku tuan Kenz.” Batin Jack.


“Sayang sekali Jack. padahal steak yang ada di restoran itu sangat enak. Meski aku tidak dapat memakan nya malam itu.” Alesya melirik kesal pada Kenzo.


Kenzo sadar bahwa Alesya sedang menyindirnya, “Akan aku pesankan steak yang lebih enak dari pada steak yang diberikan oleh si Frans pada mu.” Ujar Kenzo dengan nada cemburu.


“aku jadi ragu, steak itu benar-benar enak atau dia jadi enak karena mantan pacar mu yang memberikannya?” kenzo langsung mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.

__ADS_1


“Steak itu jadi enak sebab kau memberikannya pada wanita lain.” Jawab Alesya membalikkan kata-kata Kenzo.


“jadi apa kau sudah mulai cemburu saat itu?” Kenzo meraih pinggang Alesya kembali.


‘Aku-“


“Eheeem....” Jack pura-pura berdeheem keras untuk menghentikan aksi pasangan yang tengah di mabuk cinta ini. “apa mereka akan seperti ini dimana saja?? Kenapa mereka tidak memikirkan jiwa-jiwa tersiksa para jomblo seperti ku ini.” Ratap Jack dalam hati.


“Tuan, nyonya sebaiknya kalian pergi sekarang. Aku akan memesankan ruangan VVIP untuk kalian.”


“dan kalian bisa menyambung nya di dalam ruangan VVIP itu.” Batin Jack.


Alesya tersadar bahwa Jack masih di sana dan langsung melepaskan tangan Kenzo dari pinggangnya.


“Kenzo lepaskan.” Ujar nya sambil memberikan kode mata ke Kenzo bahwa di sana masih ada Jack.


“salah dia sendiri kenapa masih berdiri disini.” Jawab Kenzo blak-blak kan.


Jack sungguh merasa dirinya telah berdiri ditempat yang salah dan waktu yang salah. Kenapa dia tidak sadar kalau nyonya dan tuannya sedang berdua, maka yang lain otomatis statusnya hanya numpang.


Alesya menarik tangan Kenzo dan berkata,”kami pergi dulu Jack. Jangan melupakan makan siang mu karena terlalu sibuk bekerja.”


“Benar Jack, jangan terlalu sibuk bekerja.”Timpal Kenzo sambil tersenyum dan pergi bersama Alesya.


“Memangnya siapa yang membuatku sibuk bekerja tuan Kenzo!!!” Rintih Jack dalam hati.


Alesya dan Kenzo menuju ke restoran yang dikatakan oleh Alesya. Ketika mereka masuk ke dalam tangan Alesya di pegang oleh seseorang,”mom? Dad?” sapa Skala yang kebetulan juga ada di restoran itu.


“Ska? Sedang apa kau di sini?’ tanya Kenzo kaget melihat putra yang ia jaga dengan penjagaan super ketat malah berkeliaran sendirian di restoran ini.


“Jangan khawatir dad. Aku datang ke restoran ini bersama grandma dan uncle Frans.” Jawab Skala.


“Frans??” ujar Kenzo dan Alesya bersamaan. Mereka pun saling pandang dengan wajah yang penuh tanda tanya. Kenapa Dyana makan siang bersama dengan Frans? Apa setelah makan malam waktu itu mereka jadi dekat? Pikir Kenzo dan Alesya dalam hati.


“ayo gabung makan dengan kami.” Skala menarik tangan Alesya agar Alesya dan Kenzo mengikutinya ke meja yang telah ada Dyana dan Frans duduk dengan wajah masam di sana.


“Alesya...!!” sapa Frans gembira sebab melihat Alesya datang bersama Skala. Namun wajah Frans kembali cemberut setelah melihat Kenzo yang muncul di belakang Alesya.


“Frans? Sedang apa kau disini dengan Dyana? Apa kalian berkencan?”Tanya Alesya, bingung mengapa dua orang yang baru pertama kali bertemu ini bisa makan siang bersama hari ini.


“Dia adalah anak dari teman ibu ku yang aku katakan pada mu tadi pagi Alesya.”malah Dyana yang menjawab pertanyaan dari Alesya.


“Boleh kami bergabung makan siang dengan kalian?’ Pinta Alesya.


“tentu saja.” Jawab Dyana dan Frans bersamaan.


“Seperti nya kalian memang berjodoh.” Dengus Kenzo dan menarik salah satu kursi untuk Alesya. “duduklah sayang,”Ujar Kenzo pada Alesya.


Alesya tersenyum dan duduk di kursi yang telah Kenzo sediakan untuk nya.


Frans heran melihat interaksi antara Kenzo dan Alesya siang ini. Untuk sebuah sandiwara ini terasa sangat nyata.


“hati-hati mata mu bisa jatuh jika terus melihat mereka seperti itu.” Seru Dyana, jutek.


Sejak datang ke rumah teman ibu nya itu dan berjumpa dengan Frans, mood Dyana jadi buruk. Okelah dijodohkan dengan seorang laki-laki yang tidak dia kenal. Tapi dalam kasus nya hal ini jadi lebih buruk. Ia dijodohkan dengan laki-laki yang sudahlah tidak ia kenal dan sedang jatuh cinta pula pada istri keponakannya. Dyana benar-benar tak habis pikir. Kenapa dia tidak di jodohkan dengan laki-laki yang ia suka saja.


Tiba-tiba Dyana teringat Marcus. Kalau bukan karena Marcus musuh Kenzo saat ini maka pasti ia akan berjuang untuk mendapatkan Marcus. Sedari kecil di mata Dyana hanya ada Marcus. Dyana yang selalu menginap di rumah mendiang kakaknya tentu saja selalu berjumpa dengan Marcus sedari kecil. Seperti apa Marcus menjaga Kenzo maka seperti itu pula Marcus menjaga Dyana. Tapi semuanya mulai harus Dyana simpan rapat-rapat dalam hatinya sejak keponakannya mengatakan Marcus lah penyebab kematian kakaknya.


Seorang pelayan datang dan menawarkan menu pada Kenzo dan Alesya. Tidak perlu waktu lama, mereka pun sudah menyelesaikan pesanan mereka.

__ADS_1


Frans masih heran melihat kedekatan Alesya dan Kenzo. Dia terus melihat mereka bergantian.


“kalau ada yang ingin kau tanyakan maka tanyakanlah tuan Aksena. Kau melihati kami dari tadi seakan-akan kami adalah pilihan menu makan siang mu.” Seru Kenzo. Padahal dia tahu mengapa wajah Frans penuh tanda tanya seperti itu.


Frans bukan lah tipe pria yang pengecut sehingga ia takut menanyakan hal itu. Tapi sini ada Skala. Frans yang sadar ia tidak sepenuhnya tahu situasi antara Alesya dan Kenzo memilih untuk tidak bertanya apapun. “Tidak, aku hanya heran bagaimana bisa kita makan di tempat yang sama.” jawab Frans bohong.


“Percayalah ini semua karena steak itu.” Gumam Kenzo nyaris tak terdengar oleh orang lain kecuali Alesya yang memang duduk disebelahnya.


Alesya menyenggol kaki Kenzo.


Kenzo berusaha untuk tetap stay cool.


“jadi ibunya Frans adalah teman ibu mu Dyana?” Alesya masih bingung harus memanggil apa pada Dyana. Apakah Frans sudah tahu kalau Dyana bibi nya Kenzo?


“haah.. sayangnya begitu.” Jawab Dyana tidak bersemangat.


Kenzo melihat Dyana dan Frans bergantian. Kalau melihat dari ekspresi wajah mereka berdua sepertinya mereka berdua pasti korban perjodohan ibu-ibu mereka. Tapi menurut Kenzo ini lebih baik dari pada bibinya terus menyimpan perasaan untuk musuh bebuyutannya. Kenzo sadar jika Dyana menyukai Marcus. Ya siapa yang tidak akan menyukai pria seperti Marcus. Tampan, pintar berkarisma, penuh percaya diri. Bahkan Kenzo sampai kini merasa Marcus bukanlah tandingannya.


Jika benar Dyana dan Frans di jodohkan oleh neneknya maka Kenzo akan mendukung hal ini. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dia tidak perlu lagi merisaukan bibi nya sekaligus dia bisa menyingkirkan Frans dari daftar pria yang harus dia waspadai yang akan merebut Alesya dari nya.


“Ayo kita makan.”Ujar Alesya begitu makanan mereka di hidangkan.


“ska, kau suka ini kan?” Alesya meletakan sebuah lobster besar ke piring Skala.


Kenzo hanya dapat melihat makanan kesukaannya itu mendarat sempurna ke piring anaknya. “sampai selera pun dia mengikuti ku. Aku memang sudah dijiplak habis oleh bocah nakal itu.” Batin Kenzo dan tersenyum melihat Alesya dan Skala.


Mereka pun makan dengan hikmat. Meski ada lima orang di meja itu tapi seakan-akan ada dua aura yang terpancar. Satu aura kebahagian milik Kenzo, Alesya dan Skala. Satu lagi aura kesuraman yang terpancar dari Frans dan Dyana.


Makan siang itu pun berakhir Alesya dan Kenzo harus kembali ke kantor. Tapi karena Kenzo sangat khawatir pada putra kesayangannya itu maka ia memutuskan untuk membawa Skala bersama mereka dan meninggalkan Dyana dan Frans hanya berdua saja di meja itu.


‘baiklah tuan Aksena, kami pergi dulu. Dan jangan khawatir sekretaris ku sudah membayar semua makan siang ini.” Ujar kenzo, “Jangan lupa untuk segera pulang setelah dari restoran ini.” Kenzo melihat pada bibi yang sedang memasang wajah penuh keterpaksaan.


“Aku pun ingin segera pulang.” jawab Dyana.


“baiklah kami pergi dulu.” Ucap Alesya. “Skala, pamitan pada grandma dan uncle Frans.”


“Grandma, aku pergi dulu. Terima kasih sudah membawa ku keluar hari ini. Dan uncle Frans tolong jaga grandma ku baik-baik.”


Akhirnya Kenzo, Alesya dan Skala pergi dari restoran itu.


Setelah melihat Kenzo, Alesya dan Skala benar-benar menghilang dari pandangan matanya, Frans langsung buka mulut untuk menginterogasi Dyana. “apa sebenarnya hubungan mu dengan Kenzo dan Alesya? Mengapa Skala dari tadi memanggil mu Grandma?”


“aku kira kau adalah seorang pria yang pintar tuan Aksena.”dengus Dyana. “kalau Skala memanggil ku dengan sebutan grandma maka sudah jelas bahwa Skala adalah cucu ku dan otomatis Kenzo dan Alesya adalah ponakan ku.” Jelas Dyana panjang kali lebar.


“Dan sebaiknya kau jangan mengganggu rumah tangga mereka. Mereka tidak akan pernah berpisah. Alesya tidak akan pernah kembali pada mu sebab keponakan ku tidak akan pernah melepaskan Alesya. Dan aku pun yakin Alesya tidak akan mau berpisah dari Kenzo.” Dyana langsung berdiri. Dia pun ingin segera pergi dari tempat itu.. Dia tidak ingin Frans mengorek info lebih dalam tentang hubungan Kenzo dan Alesya dari nya.


“aku akan mengantar mu pulang.” seru Frans cepat sebelum Dyana benar-benar pergi.


“Tidak perlu.” Tolak Dyana dan langsung pergi meninggalkan Frans.


“aku harus bisa mendekati Dyana agar aku tahu apa yang sebenarnya terjadi antar Kenzo dan Alesya. Aku yakin Alesya mengatakan mereka hanya menikah kontrak. Tapi siang ini-“ Frans berpikir keras. “Aku akan mencari tahu semuanya melalu Dyana.”


Frans sudah memutuskan untuk mendekati Dyana demi mendapatkan Alesya. Bukan karena Dyana kalah cantik atau apalah dibandingkan dengan Alesya hanya saja Frans memang sudah menyukai Alesya sejak dulu. Dan untuk Dyana, dia sangat cantik. Pribadinya pun tidak terlalu buruk kecuali sifat sombong dan arogan yang ia miliki seperti Kenzo selebihnya Frans merasa Dyana cukup baik. Namun sayang mata Frans sedari dulu memang sudah penuh dengan sosok Alesya. Bahkan delapan tahun lama nya Alesya menghilang tidak memudarkan perasaan Frans untuk nya.


Frans bertekad, begitu ia melihat ada celah untuk merebut Alesya dari Kenzo maka ia tidak akan pernah menyia-nyiakan celah itu. Maka sangat penting untuk berada disekitar Kenzo dan Alesya saat ini dan cara satu-satunya ialah dengan mendekati Dyana.


#########bersambung.............


Menurut kamu siapa yang akan menjadi second lead dan sad man nya dalam kisah ini???

__ADS_1


Tuliskan pendapat mu di kolom komentar ya...


DAN JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN VOTE MINGGUAN UNTUK OTOR TERCINTA INI.. AKU TUNGGU YAH....MAKASIH ZEYENG...


__ADS_2