Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#35


__ADS_3

Tapi Stephanie sedikit lega karena kebenaran ini terungkap, itu artinya dia tidak perlu repot-repot memaksa Frans untuk pura-pura menjadi suaminya.


“Kalau begini mah, mending jujur dari tadi.” Seru Stephanie dalam hati.


“Tidak! Aku tidak akan meminta mu menikah dengan James. Karena saat ini pria itu mungkin telah kehilangan tangannya karena telah berani menusukkan pisau ke perut mu.” Ujar Stephan dengan tatapan serius pada Stephanie.


“Well, itu terdengar sedikit ekstrim..” cicit Stephanie sambil menaikan satu alisnya.


“Tapi aku tetap senang karena akhirnya kakak tidak lagi memaksa ku untuk menikah dengan James ataupun dengan pria lain setelah ini.” Stephanie pun bersiap-siap mengambil posisi tidur di atas tempat tidur itu seakan-akan pembicaraannya dengan Stephan telah usai.


“Kata siapa kau tidak perlu menikah setelah ini Stephanie Volkova. Kau akan tetap menikah." Stephan menatap tajam Stephanie.


"Dan pria yang akan kau nikahi itu adalah Ifrans Aksena.” Tukas Stephan, membuat Stephanie langsung duduk sempurna tanpa menghiraukan rasa sakit di perut nya.


“What!!” Seru Stephanie dengan mata segede jengkol.

__ADS_1


Stephan tersenyum melihat reaksi Stephanie yang sesuai dengan apa yang dibayangkannya.


“Kau bercanda kan Stephan?” Stephanie bahkan tidak lagi memanggil Stephan dengan sebutan kakak.


“ Bukan kah sudah aku ceritakan semua nya tentang diri ku dan pria yang bernama Frans tadi! Bagaimana kami bertemu! Seperti apa hubungan ku dan Frans yang sebenarnya! Lalu bagaimana kau malah memilih dia sebagai calon suami ku!” Protes Stephanie yang tidak habis pikir bagaimana sang kakak malah terilhami menikahkan Stephanie dengan Frans bahkan setelah mendengar semua cerita Stephanie.


“karena dia telah berani menyentuh adik ku, mencium adik ku dan dia juga tadi juga telah melihat diri mu dalam keadaan polos Stephanie. Kalau bukan dia, siapa lagi yang kau harapkan untuk menjadi suami mu!” Tegas Stephan.


“O-M-G..!!” ujar Stephanie gelagapan. Stephanie tidak menyangka akan berbuntut panjang seperti ini.


“Dan yang terpenting, pria yang bernama Frans itu juga tidak mencintai ku kak. Come on! Don’t be crazy!( Ayo lah! Jangan gila ngapa!)” Tukas Stephanie dengan wajah yang kesalnya.


“Listen to me!( Dengarkan aku)!” Stephanie memandang lekat wajah adiknya.


“Bukankan berpura-pura menjalin hubungan dengan Frans adalah rencana awal mu kan Stephanie? I just make it real! (Aku hanya membuatnya menjadi nyata!)” cicit Stephan.

__ADS_1


Stephanie menarik nafas dan menghela kan nya dengan perlahan. “Stephan Volkov, apakah saudari kembar mu ini begitu jelek sehingga kau bersusah payah mencarikan ku seorang suami." tatap Stephanie jengah.


"Come on dude, I am 23 years old and today is 2021. We are not live in cave! I can find my own prince! (Ayo lah kak, aku ini udah dua puluh tiga tahun dan sekarang tu udah dua ribu dua satu! Kita ini tidak tinggal di gua, aku bisa mencari pangeran ku sendiri!)” Gerutu Stephanie sambil melipat tangannya di dada dan menekuk wajahnya.


“karena kau sudah 23 tahun lah maka nya aku harus segera menikahkan mu!” jawab Stephan yang ikut-ikutan melipatkan tangan nya di dada.


“Stephan Volkov! Please!” teriak Stephanie.


“Stephanie Volkova!! Jangan membantah. Kau adalah satu-satu nya keluarga yang aku miliki. Dan aku juga adalah satu-satu nya keluarga yang kau miliki. Jadi kau harus mendengarkan ku!” Paksa Stephan.


"I hate you! you are like dad!!" Seru Stephanie.


" But I love you.." jawab Stephan dengan wajah yang sangat menjengkelkan.


***bersambung

__ADS_1


__ADS_2