Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 29#Ska? hiks...#4


__ADS_3

Pagi pun tiba, semua orang kini telah ada di ruang makan.


Suasana pagi itu cukup hening. Mungkin kabar Alesya dan Kenzo akan kembali hari itu sudah tersebar di rumah itu.


“Jam berapa kalian akan berangkat?” Tanya Damian mencoba membuka obrolan di pagi itu.


“Pesawat nya sudah ready paman. Mungkin setelah sarapan pagi kami akan segera berangkat ke kota A.” Jawab Kenzo dengan wajah cool nya.


“wah, padahal aku masih rindu lho Rose dengan mereka semua. Kenapa mereka harus buru-buru pulang ke kota A!” Gerutu Damian, dia sengaja menyebutkan nama istrinya tapi matanya jelas tertuju pada Aldion yang terlihat seakan-akan hatinya baik-baik saja dengan kepergian mereka semua dari rumah itu.


“Kita kan dapat berkunjung kesana kapan pun kita mau. Bukan kah begitu Aldion?”Rose langsung melemparkan pertanyaan itu untuk dijawab oleh Aldion sebab ia sadar yang menjadi target dari pertanyaan suaminya tadi bukanlah dirinya melainkan si tua Aldion.


“Heem...” jawab Aldion singkat sambil tetap menyantap makanannya.


Semua orang di ruangan itu saling berpandangan mendengar respon singkat yang diberikan oleh Aldion.


Alesya langsung memberikan kode lewat mata nya kepada pamannya supaya tidak mengulik hal ini lebih dalam pagi ini. Dia takut ayah nya akan sedih. Kalau ayahnya sedih maka Alesya yakin niatnya untuk pulang pasti akan menguap begitu saja.


Damian pun mengangguk-angguk kepala nya tanda ia setuju dengan permintaan Alesya untuk tidak membicarakan hal ini. Mungkin dengan pura-pura bahwa kepergian Alesya, Kenzo dan Skala hanya lah hal kecil maka akan lebih mudah diterima oleh hati.


“Ngomong-ngomong kenapa aku tidak melihat cucu ku yang tampan itu ya?” Damian mulai bercerocos kembali. Damian melihat ke sekeliling ruangan tapi dia tetap tidak dapat menemukan cucu nya yang tampan itu.

__ADS_1


“alesya, apa Skala belum bangun?” Ujar Aldion yang sebenarnya dari tadi sudah menyadari kalau Skala tidak ada di ruangan itu. Tapi ini sudah terlalu lama. Kenapa Dia belum juga turun, pikir Aldion. Apa jangan-jangan bocah itu masih tidur.


“Dia sudah bangun dari tadi pagi ayah.” Jawab Alesya, dengan tenang.


“Kalau begitu dimana dia? Apa dia masih sibuk mengemasi barang-barangnya? Kalau begitu katakan saja pada Skala agar dia meninggalkan barang-barang nya itu disini. Toh daddynya adalah pengusaha yang kayak raya, jangan kan barang-barang itu, pabriknya pun aku yakin daddynya sanggup untuk membelikannya.” Seru Aldion. Suara nya terdengar seperti sedang kesal. Tapi semua orang di ruangan itu memaklumi hal itu. Seberapa hebat pun Aldion mencoba menyembunyikan perasaannya dan menunjukan ketegarannya, semua orang di rumah itu tetap tahu apa yang sebenarnya Aldion rasakan.


“Apa kau sengaja menyuruh Skala meninggalkan semua barangnya agar bisa menjadi pelepas rasa rindu mu pada nya?” Damian keceplosan menggoda Aldion. Untung sang istri langsung menyikut lengan Damian dan mempelototinnya seakan berkata,”tak bisakah kau tutup dalam-dalam mulut besar mu pagi ini suami ku?”


Damian langsung mengambil segelas air dan pura-pura tidak mengatakan apapun. Dan dia langsung melanjutkan menyantap sarapan pagi nya.


“Alesya, segera panggil Skala. Jangan sampai dia tidak sarapan. Bukankah tadi Kenzo sudah mengatakan kalau kalian akan pulang setelah sarapan pagi. Jadi jangan buang-buang waktu. Segera minta putra mu turun!” Ujar Aldion, tapi tidak menatap Alesya sama sekali.


“ayah akuu-“ Baru saja Alesya akan mengatakan kalau dia akan menjemput Skala ke kamar Skala, namun tiba-tiba bocah nakal itu muncul di pintu ruang makan itu sehingga Aleysa memutuskan untuk tidak jadi bicara saja.


“Kenapa kau belum siap-siap Skala?” Ujar Aldion berang, sebab melihat Skala turun dengan baju kemeja lengan pendek plus dengan celana pendeknya.


“kau tidak berencana untuk pulang dengan pakaian seperti itu kan?” Seru Aldion, yang heran melihat penampilan cucunya itu. Skala tidak pernah keluar rumah dengan pakaian sesantai ini.


“lekas tukar baju mu!!” perintah Aldion, tapi Skala dengan santai malah bergabung di meja makan itu. Alih-alih pergi menukar pakaiannya seperti yang diperintahkan oleh kakeknya.


Skala dengan sengaja duduk disebelah Damian.

__ADS_1


“kakek Damian!” ujar Skala pada Damian yang sedang makan.


“apakah ada peraturan di rumah ini kalau sarapan pagi wajib pakai pakaian formal?” Tanya Skala sambil melipat tangannya di atas meja.


“tentu saja tidak ada cucu ku yang tampan!” jawab Damian sambil mencubit pipi Skala.


“kalau begitu mengapa kakek ku dari tadi sibuk menyuruhku untuk mengganti pakaian ku?” Ucap Skala, membuat semua orang bingung dan berpikir apakah Skala tidak tahu kalau mereka akan pulang ke kota A hari ini?


Diantara wajah-wajah yang bingung itu hanya wajah Kenzo dan Alesyalah yang tersenyum mendengar penuturan Skala.


“Ska..” panggil Rose, istri Damian pada Skala. “apakah mommy mu tidak mengatakan pada mu kalau hari ini kalian akan pulang ke kota A setelah sarapan pagi? Tanya Rose hati-hati.


“heeem.. tentu saja mommy mengatakan hal itu pada ku. Tapi apakah mommy dan daddy tidak mengatakan pada kalian kalau yang pulang ke kota A itu hanya mereka berdua?” Sekarang giliran Skala yang bertanya pada semua orang di ruangan itu.


“apa................?????” seru semua orang bersamaan.


***bersambung


hayooo pada nungguin ya.. tenang.. seperti biasa kita up tiga bab malam ini.. jadi kamu harus tetap di sini ya.. sebab masih ada dua bab lagi nih....


mana like nya?? like dulu donk...

__ADS_1


__ADS_2