Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 9#Ternyata Dia...#5


__ADS_3

"Apa kau senang?" Tanya Kenzo mendadak.


"Aku? Senang? Untuk apa?" Ujar Alesya sambil menyembunyikan senyuman kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah nya.


"Untuk segala nya yang terjadi hari ini." Jawab Kenzo,ambigu.


"Segalanya? Apa yang dia maksudkan adalah kejadian semalam?" Gumam Alesya dalam hati, membuat wajah nya merona.


"Heem..aku tidak mengerti maksud mu." Jawab Alesya, gugup.


"Kau-" perkataan Kenzo harus terputus karena sebuah panggilan masuk dari Jack.


"Ya.Ada apa?" Seru Kenzo dari ponsel nya.


"Tuan.. tuan muda Skala tidak ada di kamar nya." Ujar Jack panik.


"Apa kau sudah memeriksa seluruh ruangan di kamar nya?"


"Sudah tuan."


"Apakah orang-orang kita tidak ada yang melihat Skala keluar dari kamar?"


"Tidak tuan. Mereka mengatakan bahwa tuan Skala sama sekali tidak ada keluar dari kamar nya. Mereka mengatakan tadi memang ada cleaning service yang masuk ke kamar tuan Skala tapi tidak lama setelah bersih-bersih mereka pun keluar." Lapor Jack.


Kenzo melirik pada Alesya yang sedang hikmat menikmati sarapan pagi nya.


"Aku tidak bisa mengabari kalau Skala hilang pada Alesya. Dia pasti akan panik." Pikir Kenzo.


"Tapi kalau aku tidak mengatakan padanya, dan akhirnya dia sadar Skala menghilang maka dia tidak kan memaafkan ku karena menyembunyikan kabar ini dari nya." Kenzo memandangi Alesya sembari masih mendengar Jack berceloteh panjang lebar.


"Jack.Kerahkan semua orang-orang kita. Periksa cctv. Terutama yang ada visual cleaning service itu." Perintah Kenzo.


Kenzo pun mematikan panggilan itu.


"Apa ada masalah Kenz?" Tanya Alesya, karena sedari tadi dia menyadari kalau Kenzo berbicara sambil melirik padanya.


"Alesya, apa Skala mengatakan sesuatu? Misalnya dia ada mengatakan dia ingin ke suatu tempat." Tanya Kenzo, dengan wajah serius.


"Ya.. Skala pagi tadi ada meminta izin pada ku untuk berjalan-jalan di sekitar resort. Dan aku mengizinkannya." Jawab Alesya dengan tenang.


"Huft! Syukur lah." ujar Kenzo lega.


"Memangnya ada apa Kenz?" Tanya Alesya bingung kenapa Kenzo terlihat sangat panik.


"Jack menelpon ku dan mengatakan Skala tidak ada di kamar. Dan pengawal yang aku minta mengawasi kamar nya tidak melihat dia keluar dari kamar itu. Tapi kalau dia memang sudah minta izin pada mu mungkin saja dia keluar ketika pengawal ku lengah. Aku akan menelpon Jack dan memintanya untuk mencari Skala di sekitar resort." Jelas Kenzo.


"Kenz.. aku rasa ada yang salah." Gumam Alesya.

__ADS_1


"Ya? Apa yang salah Alesya?"


"Aku tadi memang mengizinkan Skala untuk berjalan-jalan di sekitaran Resort hanya saja dengan syarat dia boleh pergi berkeliling resort apabila ditemani oleh Jack." Alesya menatap Kenzo, pancaran matanya memperlihatkan kepanikan.


"Kalau Jack yang mengabari mu Skala tidak ada di kamar nya, artinya Skala pergi seorang diri?" Suara Alesya menjadi lebih panik. "Skala tidak pernah melanggar perkataan ku Kenz."


"Apa sesuatu terjadi pada Skala??" Tanya Alesya mulai gelisah. Selera makannya langsung menghilang.


"Tenanglah dulu Alesya. Aku sudah memerintahkan orang-orang ku untuk mencari Skala dan memeriksa cctv. Kita pasti kan akan menemukannya." Kenzo berusaha menenangkan Alesya.


"Semoga benar kau hanya pergi berkeliling resort ini bocah nakal!"Batin Kenzo.


" No. Kenzo! aku gak bisa hanya diam di sini. Aku harus pergi mencari putra ku." Ujar Alesya panik dan berlari meninggalkan Kenzo.


Kenzo yang melihat Alesya berlari pergi langsung mengejarnya dan menahan tangan Alesya lalu menariknya ke dalam pelukannya. "Skala juga putra ku Alesya. Aku juga cemas dia menghilang!!" Ujar Kenzo sambil menenangkan Alesya yang mulai terisak.


"Dia hanya anak sambung mu Kenz. Tapi aku ibu kandungnya. Kau tidak akan mengerti perasaaan ku." Alesya akhirnya menangis di pelukan Kenzo.


"Tentu aku sangat mengerti perasaan mu Alesya." Gumam Kenzo sambil mengelus rambut Alesya.


"Aku yakin dia adalah putra ku. Putra kandung ku. Aku bisa merasakan itu." Ucap Kenzo dalam pikirannya. Tentu saja dia tidak dapat mengatakan semuanya saat ini pada Alesya. Kenzo perlu pendekatan dan langkah yang tepat untuk dapat menceritakan pada Alesya.. Karena kalau sampai salah, bisa-bisa Kenzo kehilangan mereka berdua.


"Aku mohon temukan dia Kenz!!" Ucap Alesya sambil menangis.


"Aku berjanji aku akan menemukan Skala. Sebaiknya aku antar kau ke kamar sekarang." Kenzo menghapus air mata yang mengalir di pipi wanita cantik itu.


Mereka berdua pun berjalan menuju kamar mereka. Selama berjalan mereka tidak saling berbicara, mereka terlalu sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


"Apa kah ini perbuatan Agnez dan ibunya? Kalau mereka sampai bernai menyentuh putra ku, akan ku hancurkan keluarga Diningrat!!" Gumam Alesya dalam hatinya.


Kenzo pun sama saat ini dia sedang berpikir siapa yang mampu berbuat demikian pada Skala. Siapa yang mempunyai motif untuk melakukan ini semua.


"Aku yakin Agnez dan ibu nya ada di balik hilang Skala. Mereka memiliki akses di resort. Motif mereka untuk menculik Skala pun sangat kuat. Akan ku habisi mereka kalau mereka berani membuat bocah nakal itu menangis!" Gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo membuka pintu kamar dan mengantar Alesya masuk ke dalam kamar.


Lalu Kenzo mengambilkan segelas air untuk Alesya. "Minumlah dulu supaya kau bisa tenang. "


Alesya mengambil air dari tangan Kenzo. Saat ini dia benar-benar merasa tidak berdaya. Dia tidak menyangka sesuatu yang buruk akan menimpa putra nya.


"Beristirahat lah. Aku akan pergi menemui Jack untuk melihat perkembangan pencarian Skala." Ujar Kenzo.


"Aku ikut dengan mu Kenz." Pinta Alesya sambil menarik tangan Kenzo.


"Tidak.Kau tetap di sini. Percayakan semuanya pada ku Alesya. Aku pasti akan membawa Skala kembali pada mu. Kau bisa pegang semua kata-kata ku." Kenzo menggenggam tangan Alesya yang memegang lengan nya.


Entah mengapa Alesya merasa sedikit lega melihat tatapan laki-laki ini.

__ADS_1


"Baiklah.Aku akan di sini dan menunggu kabar dari mu. Tapi aku mohon segera temukan putra ku Kenzo. Aku mohon. Aku tidak bisa hidup tanpa Skala."


Air mata kembali mengalir di pipinya.


Kenzo menghapus air mata itu dan mengecup kepala Alesya. "Sudah aku katakan dia juga anak ku. Aku pasti akan menemukannya."


Alesya mengangguk dan melepaskan tangan Kenzo.


Kenzo menatap Alesya sesaat sebelum akhirnya dia meninggalkan kamar itu.


"Kalian berjaga di sini!Jangan biarkan siapapun masuk menemui istri ku." Perintah Kenzo dengan wajah dinginnya.


Kenzo mengeluarkan ponsel. Sambil berjalan dia menekan nomor satu untuk menghubungi Jack.


"Apa kau sudah menemuka Skala?" Tanya Kenzo.


"Sudah tuan. Dugaan mu benar. Cleaning service yang masuk ke kamar tuan muda itu lah yang telah menculiknya." Jelas Jack.


"Dimana mereka sekarang?"


"Mereka membawa tuan muda yang tidak sadarkan diri keluar dari resorts. Aku sedang melacak mereka dari cctv jalanan. Saat ini mereka berada di jalan arah keluar kota B.."


"Aku akan langsung ke bawah. Segera kirimkan lokasi terkini mereka ke ponsel ku. Aku sendiri yang akan menghajar mereka karena telah berani menculik putra ku." Ujar Kenzo dengan suara datar namun menimbulkan roman mencekam bagi orang yang mendengarkan nya.


"Tuan Kenzo benar-benar sudah yakin tuan muda adalah putra nya. Apa aku tetap harus melakukan tes DNA itu?" Batin Jack.


"Baiklah tuan." Jawab Jack.


"Aku akan meminta orang-orang kita untuk mengikuti mu." Ujar Jack lagi.


"Tidak perlu. Aku bisa menghabisi mereka dengan tangan ku sendiri. Kau selidiki siapa dalang di balik penculikan putra ku."


"Putra ku?Apa aku tidak salah dengar? Tuan Kenzo sudah beberapa kali memanggil tuan muda Skala dengan sebutan Putranya. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa tuan Kenzo begitu yakin tuan muda Skala adalah putra nya?Jack bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi semalam. Karena sebelumnya Jack yakin tuannya selalu memanggil tuan muda nya dengan sebutan Skala atau bocah nakal. Tapi barusan dia menyebut bocah nakal itu dengan sebutan putra nya? Pagi ini dia juga memerintahkan Jack untuk melakukan tes DNa untuk dirinya dan Skala.


"Baiklah tuan. Aku akan selidiki siapa dalang dari penculikan ini. Walaupun aku yakin nona Agnez dan nyonya Jenny pasti ada kaitannya dengan hal ini. Mereka memang tidak ada habisnya menggangu nyonya Alesya." Ujar Jack.


"Kau pasti kan dulu hal itu. Kalau terbukti mereka yang berani bermain-main dengan keselamatan putra ku, aku sendiri yang aka menghancurkan kedua wanita ular itu."Gumam Kenzo lalu mematikan ponselnya.


Kini Kenzo tengah menuju parkiran mobil. Dia akan mengejar kedua penjahat busuk itu.


Dibukanya pintu mobilnya dan diambilnya sebuah pistol dari bawah kursinya.


" Berdoa lah agar tidak bertemu dengan ku lagi di kehidupan mendatang." Ujar Kenzo sambil memeriksa peluru di pistolnya."


####


Hai zeyeng.. jangan lupa untuk like and komen ya.. dan jangan lupa untuk give your vote untuk otor...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2