
Keesokan hari nya...
“jadi Agnez dan Alesya adalah saudara? Dan Alesya adalah istrinya Kenzo? Ternyata dunia sangat sempit.” Gumam Marcus sambil tersenyum. “aku bahkan menggoda istri dari ponakan ku sendiri.” Ucap Marcus sambil menepuk jidat nya mengingat dia sudah dua kali berjumpa dengan Alesya di luar kantor dan bahkan sempat mengerjai wanita itu.
Seperti hal nya semua orang di kota A, Marcus pun ikut menyaksikan konferensi pers dan video super wow yang tayang secara live kemaren.
Tiba-tiba Marcus memiliki sebuah ide gila di dalam kepala nya. Dia mengambil ponselnya dan mencari nomor Alesya. Dia ingat dia ada menyimpan nomor istri keponakannya itu.
Marcus tersenyum melihat nomor yang muncul di layar ponselnya. “Aku harap kau dapat menolong ku Alesya.” Marcus pun berjalan menuju salah satu sudut di tempat tidur nya sambil men-dial nomor Alesya. Namun sayangnya Alesya tidak mengangkat panggilan dari Marcus. “apa dia masih sibuk?” Marcus melihat layar ponselnya. Lalu setelah berpikir cukup lama, Marcus memasukan ponselnya ke dalam saku celana nya.
“lebih baik aku menjumpai dia langsung! Aku yakin dia saat ini pasti sedang ada perusahaan keluarga Diningrat.” Ujar Marcus dan langsung keluar dari kamarnya sambil setengah berlari.
__ADS_1
Tak ingin buang-buang waktu, Marcus pun langsung pergi menuju perusahaan Diningrat. Jika perkiraan Marcus tidak meleset maka ia yakin Alesya pasti sedang ada di sana dan menjadi pimpinan baru perusahaan itu. Marcus tidak heran jika Alesya bisa mengambil alih perusahaan itu dengan sangat mudah, mengingat sepak terjang Kenzo yang tidak bisa disepelekan. Marcus tentu sangat menyadari seperti apa sosok Kenzo saat ini di dunia bisnis. Tidak ada satu hari pun perkembangan Kenzo yang terlewatkan oleh Marcus. Marcus sangat senang Kenzo dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik dalam dunia bisnis ini. Dia hanya menyayangkan, dia tidak ada di samping Kenzo saat Kenzo menjalani semua hal itu.
****
Setiba nya di perusahaan Diningrat...
“apakah nona Alesya ada? Bisakah saya bertemu dengan nona Alesya?” ujar Marcus pada wanita yang duduk di depan ruangan direktur yang menurut feeling Marcus pastilah sekretaris Alesya.
“ Kalau boleh saya tahu tuan ini siapa dan ada keperluan apa?” Tanya si sekretaris sopan.
Si sekretaris pun berdiri dan menuju ke ruangan Alesya. Di ketuknya pintu ruang bos nya itu pelan.
__ADS_1
“masuk..” sahut Aleysa dari dalam.
Si sekretaris pun masuk dan mengatakan kepada Alesya bahwa ada seorang pria bernama Marcus ingin menemuinya.
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, Alesya yang tadi nya memang sudah berniat untuk menemui Marcus perihal misi yang ingin ia lakukan bersama Dyana, kini tidak perlu bersusah -susah untuk membuat janji temu dengan pria itu. Tanpa disangka-sangka Marcus sendiri yang datang menemuinya.
“suruh dia masuk.” Jawab Alesya pada sekretarisnya.
Si sekretaris pun keluar dari ruangan Alesya dan ingin mengabari ke Marcus bahwa bos nya sudah menunggu Marcus di dalam ruangan direktur.
Hanya saja ketika si sekretaris keluar dari ruangan Alesya, si sekretaris hanya bisa terbengong sebab tamu yang tadi nya hanya ada satu kini sudah menjadi dua. Dan kedua pria itu saat ini sedang adu mulut.
__ADS_1
“kenapa aku selalu bertemu dengan mu!!!!!!
***bersambung...