
Si sekretaris pun berdiri dan menuju ke ruangan Alesya. Di ketuknya pintu ruang bos nya itu pelan.
“masuk..” sahut Aleysa dari dalam.
Si sekretaris pun masuk dan mengatakan kepada Alesya bahwa ada seorang pria bernama Marcus ingin menemuinya.
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, Alesya yang tadi nya memang sudah berniat untuk menemui Marcus perihal misi yang ingin ia lakukan bersama Dyana, kini tidak perlu bersusah -susah untuk membuat janji temu dengan pria itu. Tanpa disangka-sangak Marcus sendiri yang datang menemuinya.
“suruh dia masuk.” Jawab Alesya pada sekretarisnya.
Si sekretaris pun keluar dari ruangan Alesya dan ingin mengabari ke Marcus bahwa bos nya menunggu Marcus di dalam ruangan direktur.
Hanya saja ketika si sekretaris keluar dari ruangan Alesya, si sekretaris hanya bisa terbengong sebab tamu yang tadi nya hanya ada satu kini sudah menjadi dua. Dan kedua pria itu saat ini sedang adu mulut.
“kenapa aku selalu bertemu dengan mu!!!!!!” Tukas Frans heran, mengapa ia bisa bertemu Marcus di sini, di perusahaan Alesya. Ada urusan apa pria ini dengan Alesya. Bukankah Alesya adalah istri Kenzo, dan Kenzo sangat membenci Marcus. Tapi lihatlah, pria ini malah ada di pintu masuk ruang direktur yang notabene adalah ruangan istri musuh besarnya. Dalam pikiran Frans hanya ada dua hal. Sungguh besar nyali pria ini atau sungguh bodoh pria ini.
__ADS_1
“seharusnya aku yang bertanya demikian!! Mengapa setiap kali ada tempat yang aku kunjungi selalu ada kau disana! Apa kau ini memang mengikuti ku atau apa?” Ujar Marcus yang juga tidak habis pikir mengapa Frans bisa muncul di hari yang sama dan saat yang sama pula dengan nya.
“jangan katakan kalau si Frans -Frans ini juga ingin bertemu dengan Alesya!!” gumam Marcus dalam hati.
"Aku ingin bertemu Dyana, dia ingin bertemu Dyana! sekarang saat aku ingin bertemu Alesya, dia pun ada disini dan ingin bertemu Alesya." batin Marcus.
“memang nya siapa dirimu!! Seharusnya kau yang tidak diizinkan untuk menampakkan wajah mu di sini sebab kalau sampai Kenzo tahu kau ada disini, maka habislah riwayat mu.” Ujar Frans, asal.
“apa yang kalian berdua lakukan tuan?” seru si sekretaris, membuat kedua pria itu berhenti untuk berbicara.
“hei apa kau buta tuan Aksena!! Apa kau tidak bisa lihat kalau ada yang terlebih dahulu datang ke sini!!” Ucap Marcus marah sebab Frans seenaknya ingin menyerobot hak temu itu dari nya.
Frans hanya melihat Marcus dengan tatapan sinis untuk sesaat lalu tidak menghiraukan Marcus lagi dan melanjutkan pembicaraannya dengan si sekretaris.
Marcus yang tidak ingin membiarkan frans sampai mengambil kesempatan berjumpa dengan Alesya tentu saja ikut nimbrung bicara dengan si sekretaris. Hal ini membuat sekretaris Alesya menjadi pusing. Sudah tidak jelas baginya siapa lagi yang berbicara dan siapa lagi yang **** dia dengar. Dia ingin mengatakan bahwa Marcus sudah di perbolehkan masuk tapi karena Frans menyerocos terus tidak ada hentinya maka mau fokusnya terbelah dan dia pun akhirnya berteriak keras untuk menghentikan kedua orang pria itu berdebat hal yang tidak jelas.
__ADS_1
“Hentikan!!!!!!!!” teriak si sekretaris hingga terdengar ke ruangan Alesya.
Alesya yang mendengar sekretarisnya berteriak tentu saja sangat terkejut. Apa yang yang terjadi sehingga sekretaris nya sudah mulai menjerit pada hari pertama ia bekerja.
Alesya langsung keluar dari ruangannya untuk melihat kondisi di luar ruangan itu dan betapa terkejutnya Alesya melihat Frans dan Marcus berada di kiri dan kanan sekretarisnya.
Alesya melihat kedua itu dengan tatapan tidak percaya. Momen ini mengingatkannya ketika ia baru saja pulang dari kota J dan begitu ia sampai di depan rumah nya dan Kenzo, ia juga di suguhi oleh pemandangan serupa. Yakni pemandangan dua orang pria yang saling ribut di depan sebuah pintu. Beda nya kali ini mereka ribut di depan pintu ruang kerja Alesya sedangkan beberapa saat yang lalu mereka ribut di depan pintu rumah Alesya.
“Takdir apa yang sebenarnya mengikat kedua orang ini?” Gumam Alesya dalam hati sambil terus melihat Marcus dan Frans bergantian. Alesya hanya bisa menarik nafas dalam untuk kejadian yang baru saja ia saksikan ini.
“untung Kenzo sudah kembali ke perusahaan nya sejam yang lalu. Kalau tidak..huft!!” seru Alesya dalam hati.
***bersambung...
jangan lupa like.. komen dan vote sayang...
__ADS_1