Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 48# kabar Gembira#6


__ADS_3

"Aku yakin dia-" Ucapan Dyana terpotong sebab ponsel Frans berbunyi.


"Sudah abaikan saja." ujar Frans tanpa melihat siapa yang menelepon nya.


Dyana pun kembali ingin melanjutkan ucapannya yang terputus karena panggilan telepon Frans.


"Frans, aku rasa Marcus-" Ucapan Dyana kembali terputus.."Angkat saja dulu. Mana tau penting." Lanjut Dyana. Dia tidak bisa konsentrasi kalau ponsel Frans terus berbunyi


Dengan kesal Frans merogoh saku jas nya untuk mengambil ponsel tersebut. Dan ternyata yang menelpon adalah...


"Frans bisa ketemu sekarang?" ucap seorang pria.


Frans menjauhkan telpon itu dari telinganya dan melihat siapa yang menelepon nya. Nomor siapa ini? Frans merasa tidak mengenali nomor yang orang yang sedang menelpon nya itu.


"maaf salah sambung." ujar Frans, lalu mematikan telpon itu karena ia malas melayani si penelpon tanpa nama.


"Siapa Frans?" tanya Dyana yang heran melihat Frans mematikan telpon yang telah berdering dua kali itu begitu saja.


"Orang salah sambung." jawab Frans yang memang sedang malas berbicara dengan orang lain saat ini.


Kalau dipikir-pikir lagi mana mungkin itu adalah telepon salah sambung secara si penelpon dengan jelas menyebutkan nama Frans ketika berbicara tadi.


"Kita lanjut kan pembicara kita tadi-" Kali ini ucapan Frans yang terputus sebab ada seseorang yang menelepon ponsel Dyana.


"Frans.. maaf sebentar." Ucap Dyana mencoba meraih ponselnya yang ada di dalam tas di pangkuan nya dengan susah karena hanya satu tangannya lah yang saat ini dapat berfungsi dengan baik.


"izinkan aku membantu mu .." Tanpa menunggu jawaban dari Dyana, Frans mengambil tas itu dan merogoh nya. Mencari keberadaan benda kecil yang bergetar itu.


"ini .." serah Frans begitu mendapat ponsel itu pada Dyana. Frans sama sekali tidak melihat siapa yang menelepon Dyana.


"Kenzo...?" Gumam Dyana pelan.


"hallo Kenzo..." Sapa Dyana lembut.


"Dyana.. apakah Frans ada di sana?" Tanya Kenzo dengan nada sedikit kesal.


"Frans? Ya di ada di depan ku sekarang." jawab Dyana yang tidak tahu konteks masalahnya sekarang.

__ADS_1


"Katakan pada nya aku ingin bertemu dia saat ini juga. Minta dia kerumah ku. Dan satu lagi aku tidak suka ada orang yang menutup telpon dari ku sebelum aku selesai bicara." Dyana yang tidak tahu apa-apa malah jadi sasaran omelan Kenzo. Dan Kenzo menutup telpon itu.


"Ada apa?" tanya Frans yang melihat wajah Dyana mengkerut seperti abis kena marah seseorang.


"Frans.. mana ponsel mu!" Dyana mulai menstansfer amarah yang diberikan Kenzo tadi Frans. Dyana yakin amarah Kenzo tadi sebenarnya di alamatkan Kenzo kepada Frans bukan dirinya.


Tanpa banyak tanya Frans memberikan ponselnya pada Dyana.


"ini." Ujar Frans dan mengulurkan ponsel itu pada Dyana.


Dyana mengambil ponsel itu dari tangan Frans. Namun ketika ingin melihat nomor orang yang menelpon Frans tadi, Dyana terpaksa berhenti sebab Frans memakaikan kode pola pada ponsel nya.


"Frans...Kodenya." seru Dyana dengan wajah jengah sebab tidak percaya Frans memasang kode untuk ponsel yang Frans gunakan.


"Seperti ABG saja .." gumam Dyana pelan tapi masih dapat terdengar oleh Frans. Dan menunggu Frans menyebutkan kode ponselnya.


"I love you.."ucap Frans sambil menatap tajam pada Dyana, dan membuat wajah Dyana terasa diterpa angin tiba-tiba.


" Frans, please! Aku butuh kode ponsel mu.. Atau kalau kau tidak mau mengatakan nya pada ku .. kau sendiri saja yang membuka ponsel ini." Ujar Dyana yang jadi canggung karna Frans yang tiba-tiba bilang I LOVE PADA Nya.


Frans yang tahu perubahan sikap Dyana malah tertawa kecil. Frans bahkan menutup mulutnya agar tidak tertawa.


"I Love you .." Ulang Frans sambil masih menahan tawanya..


"Frans Aku-" Dyana tidak bisa menerus ucapan nya sebab Frans dengan cepat memotong pembicaraan Dyana.


"Kode ponsel itu I love you .." sebut Frans sambil menuliskan huruf I,L dan U di tangan Dyana. Yang kalau di pola kan sebenarnya hanya menjadi huru U saja.


"kau mengerjai ku!" sungai Dyana begitu tahu kode ponsel Frans hanya huruf U saja.


Frans tertawa puas telah membuat Dyana kesal .. "paling tidak aku sudah pernah menyatakan perasaan ku pada nya. Walaupun dia tidak menyadari itu." ujar Frans dalam hati dan mengakhiri tertawa nya dengan sebuah senyum hangat sambil melihat Dyana yang sibuk melakukan sesuatu dengan ponsel Frans.


"Lihat ini. Ini adalah kontak Kenzo. Kau harus mengingat nya. Jangan sampai hal tadi terulang lagi. Kenzo tidak suka kau mematikan telponnya begitu saja." Terang Dyana.


"Jadi yang tadi itu Kenzo?" Tanya Frans yang terlihat sangat tidak peduli.


"Benar! yang menelpon diri mu tadi itu adalah Kenzo. Dan dia marah kau mematikan telponnya." tukas Dyana.

__ADS_1


"Jadi dia menelpon ku hanya untuk marah?" Tanya Frans dengan nada acuh.


"Tentu saja tidak!!" Jawab Dyana cepat. " Kenzo ingin bertemu dengan mu..Dia meminta mu untuk datang ke kediaman nya sekarang." Jelas Dyana.


"Aku tidak mau. Aku tidak ada urusan dengan keponakan mu yang sombong itu." Frans sungguh malas jika harus berbicara dengan Kenzo. Semenjak hubungan Kenzo dan Marcus membaik sudah pasti Kenzo ada di pihak Marcus.


"Baiklah..Kalau begitu katakan saja langsung pada nya. Dyana pun menelpon Kenzo menggunakan ponsel Frans yang ada di tangan nya.


"hei! Apa yang kau lakukan!!" Seru Frans panik tapi sudah terlambat sebab ponsel itu sudah tersambung dan suara Kenzo sudah terdengar.


"Emm... " Kenzo ucap begitu telpon itu tersambung.


Dyana langsung meng-loud speaker kan panggilan itu. "Kenz..." ujar Dyana.


"ya..." Jawab Kenzo singkat.


"Frans mengatakan dia tidak ada urusan dengan mu. Jadi dia tidak ingin datang memenuhi undangan mu." kaduh Dyana pada Kenzo.


"Apakah bibi menghidupkan speaker ponsel ini?" Tanya Kenzo, meyakinkan kalau apa yang akan ia katakan selanjutnya di dengar dengan jelas oleh Frans.


"Aku sudah menghidupkan speaker ini dari tadi" Jawab Dyana.


"Frans.. Kalau kau masih berencana untuk menikah dengan bibi ku, maka datanglah ke kediaman ku dalam satu jam ini." Kenzo langsung mematikan telpon itu tanpa mau mendengar jawaban yang Frans berikan.


"Apakah maksud Kenzo tadi, dia akan merestui aku menikahi mu jika aku datang ke kediaman nya sekarang?" Tanya Frans sambil mengulang kembali perkataan Kenzo.


Dyana mengangkat bahunya." Aku rasa aku tidak mendengar nya berkata seperti itu." Jawab Dyana.


"Nanti kita bicara lagi. Aku harus segera ke rumah Kenzo sekarang." Frans pun buru-buru meninggalkan Dyana dan pergi dari rumah nya


****


"Kenz!! Apa maksud perkataan mu tadi?" Protes Marcus. "Apa itu artinya kalau Frans datang kau akan mengizinkan Dyana dinikahi oleh Frans!" Seru Markus yang sangat marah mendengar statement dari keponakan nya tadi ketika berbicara dengan Frans?


"Mana ada aku bilang aku akan merestui dia menikah dengan Dyana . Aku hanya mengatakan kalau dia masih berencana untuk menikah dengan bibi ku, maka datanglah ke kediaman ku dalam satu jam ini. Kapan aku bilang akan memberikan restu ku!" Sebut Kenzo sambil tersenyum.


**bersambung. .

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2