
“apa ada yang ingin kau sampaikan pada ku Ska?”tanya Kenzo sambil membuka selimut yang menutup muka Skala.
Muka Skala berlahan muncul dari balik selimut itu. Dia menoleh pada mommy nya terlebih dahulu baru setelah itu dia menoleh pada Kenzo. Dalam hati Skala sungguh berharap Kenzo akan memahami alasannya untuk menetap di kota J bersama Aldion, sang kakek dan memberikannya izin untuk melakukan hal itu.
“daddy,..”Seru Skala dengan wajah yang terlihat serius..
Kenzo menatap lekat putranya itu, entah mengapa kini jantung Kenzo tiba-tiba berdetak kencang. “ada apa ini?”pikir Kenzo dalam hati.
“daddy..” seru Skala sekali lagi.
Kenzo melihat Skala dan Alesya bergantian, perasaannya semakin bertambah tidak enak. Apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Skala pada nya.
“Heem.. mommy mengatakan pada ku bahwa kita akan pulang besok pagi ke kota A.” Lanjut Skala sambil mencoba menata dengan benar setiap kalimat yang akan dia ucapkan pada Kenzo.
“ya, jika kakek mu mengizinkan hal itu maka kita akan pulang ke kota A besok pagi.” Jawab kenzo. Rasa penasaran masih seliweran di kepala nya saat ini.
“sayang apakah kau sudah menyampaikan hal itu pada ayah? Dan apakah ayah sudah mengizinkan jika kita pulang besok?” Kenzo bertanya pada Alesya sebab Alesya memang belum mengabarinya apakah Aldion Rodio sudah setuju tentang rencana kepulangan mereka besok pagi.
“heem.. ayah sudah tahu dan beliau tidak mempermasalahkan hal itu.” Jawab Alesya sambil mengalihkan pandangannya dari Kenzo. Airmata kini sudah tidak dapat Alesya tahan sama sekali.
__ADS_1
“apa kau merasa keberatan tentang rencana ini Ska? Mungkin kau ingin kita lebih lama berada disini?” tanya Kenzo pada putranya. Kenzo menebak mungkin Skala tidak ingin terlalu cepat untuk kembali ke kota A, secara Skala sudah lama tidak berjumpa dengan kakek nya.
“Heem... daddy, heem aku rasa aku-“ Skala terlihat ragu untuk menyampaikan rencananya. Dia melihat Alesya beberapa kali. Tapi sang ibu saat ini sedang memalingkan mukanya agar tidak ada yang tahu bahwa ia sedang menitikkan air mata saat ini.
“Aku akan tinggal bersama kakek di kota J.”Ucap Skala dan langsung men-zonk kan pikiran Kenzo saat itu itu juga.
“apa maksudnya tinggal bersama kakeknya di kota J?”pikir Kenzo dalam hati.
“apa maksud mu nak?” kenzo berusaha untuk lebih memahami maksud perkataan Skala.
“daddy, aku memutuskan untuk tinggal bersama kakek disini, di kota J.” Ulang Skala. “aku tidak akan ikut dengan kalian pulang ke kota A.” Lanjut Skala.
Kenzo langsung menarik nafas panjang menghembuskan nya berlahan sembari mencerna niatan hati Skala.
“ia daddy. Aku merasa saat ini kakek sangat membutuhkan diri ku. Aku dan kakek sangat dekat. Aku bisa merasakan kekosongan dimatanya ketika ia melihat ku. Seakan-akan dia akan sendirian setelah menerima pernikahan daddy dan mommy.” Jelas Skala.
“Ooh putra ku!! Kenapa hati mu begitu lembut!!” kenzo langsung memeluk putranya itu. Dia memang tahu kalau Skala adalah anak yang baik, tapi rela berjauhan dengan orangtuanya demi menutupi ruang kosong di hati sang kakek, membuat Kenzo merasa putranya benar-benar sudah dewasa sebelum waktunya.
“apa yang harus ku katakan pada mu Ska?”Ujar Kenzo sambil menitikkan air matanya.
__ADS_1
Seharusnya dia tahu, tidak mungkin tiba-tiba Skala yang ia kenal sangat mandiri ujuk-ujuk datang ke kamarnya dan bermanja-manja selayaknya anak kecil normal lainnya. Harus nya Kenzo tahu itu adalah rangkaian rencana Skala.
“aku akan sangat merindukan mu boy!!” Ucap Kenzo dan mencium pucuk kepala Skala.
“jadi kau mengizinkan ku untuk tinggal bersama kakek disini dad?” tanya Skala sekali lagi.
“apakah kalau aku menjawab tidak, kau akan menuruti perkataan ku tanpa memasang wajah sedih mu nanti?” Tanya Kenzo pada putranya.
“terima kasih dad! You are the best daddy ever!!” ucap Skala dan memeluk ayahnya.
“and you are the best boy that I have ever!!” Seru Kenzo yang kini memperat pelukannya pada Skala.
“mommy!! Aku tahu kau pasti sedang menangis kan!!” Ujar Skala pada Alesya. Kini Skala melepaskan pelukan Kenzo dan menarik tubuh Alesya agar berbalik dan melihat ke arahnya.
“kalian bisa datang kapan saja. Dan dengan ada nya aku disini aku yakin kalian pasti akan lebih sering berkunjung kemari.” Ujar Skala.
Kenzo dan Aleysa langsung memeluk putra mereka. Perasaan haru menyelimuti kamar itu malam ini. Aleysa tidak berhenti menangis sebab harus berpisah dengan putranya sedangkan Kenzo berusaha terlihat tegar walaupun di dalam hatinya ia sangat sedih harus berpisah dengan putranya yang sangat ia sayangi itu.
*******bersambung...
__ADS_1
Cukup ya untuk malam ini.. besok kita sambung lagi.. semalam dini hari huhuhuhu...
yuck.. like dulu.. abis itu komen.. dan terakhir votes.. 😘😘😘