Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 34 #Saling tikam#10


__ADS_3

“Wanita sialan!! Kau merekam semua ini!!!” Ronald merampas bros itu kasar dari baju Jenny.


Tapi Jenny malah tertawa puas.”Percuma kau merampas dan menghancurkan kamera itu, sebab aku tidak sedang merekam tuan Ronald Diningrat!! Aku sedang live streaming!! Hahahahaha...”


“tuan!!!” Seru Bram cepat. Dia sadar kalau hal ini akan sangat berakibat buruk pada Ronald. “sebaiknya kau segera meninggalkan kota ini!!”bisik Bram pada Ronald.


Ronald menoleh pada Bram. Wajah nya Ronald terlihat sangat marah. Bagaimana mungkin dia bisa pergi meninggalkan semua jerih payahnya begitu saja di kota ini.


"lekas tuan! jika benar nyonya Jenny menyangkan ini secara live maka polisi pasti akan segera datang untuk menangkap tuan!!" tukas Bram yang sangat mengkhawatirkan tuannya.


"tapi...!!" Ronald benar-benar bingung harus berbuat apa.


"saya mohon tuan pergilah! selamatkan diri anda!!" teriak Bram yang masih meminta tuannya untuk pergi selagi masih ada waktu.


Dengan perasaan terpaksa Ronald pergi dari ruangan itu.


“kau urus wanita ini.” Seru Ronald lalu langsung keluar dari ruangan itu sebelum ada orang lain datang kesana.


Ronald terus melangkahkan kaki nya menjauh dari ruang kerjanya tadi. Tetapi kakinya tiba-tiba berhenti ketika ia melewati sebuah ruangan.. ya sebuah ruangan yang seharusnya sudah ia datangi sedari tadi kalau seandainya Jenny tidka berulah seperti itu.


Dengan tangan gemetar Ronald membuka ruangan itu...


*


*

__ADS_1


*


Beberapa saat sebelumnya di ruang rapat ...


Sekilas ruangan itu terlihat sangat sunyi, hanya lirikan-lirikan mata dari para dewan direksi saja yang terlihat seakan-akan sedang menunggu salah seorang dari mereka yang ada di ruangan itu untuk berkomentar tentang hal yang sedang mereka saksikan di layar ponsel mereka masing-masing.


Ya benar!!! Saat ini di ruangan rapat, semua orang pada sibuk melihat tayangan langsung yang disiarkan oleh Jenny di sebuah akun Youtube anonim secara live dari salah satu ruangan di perusahaan itu.


Apalagi kalau bukan drama pengakuan dosa Jenny dan Ronald.


“wah saya sungguh tidak menyangka akan mendapatkan jack pot seperti ini tuan!” Seru Jack, sambil berbisik pada Kenzo, takut Alesya yang duduk di sebelah Kenzo dapat mendengarkan ucapannya.


“Nyonya Jenny ini sungguh sangat luar biasa!!" Untuk sesaat nada suara Jack seakan kagum dengan perbuatan Jenny yang benar-benar di luar prediksi Jack dan Kenzo.


"Saya berani bertaruh tuan," ujar Jack pelan ala emak-emak rumpi di komplek dengan tukang sayur yang lewat. "nyonya Jenny pasti juga sudah membagikan link yang secara gaib muncul di grup dewan direktur ini kesemua group yang dia punya.” Ujar Jack sambil tersenyum, membayangkan kalau semua orang di kota A pasti sedang menonton tayangan langsung ini.


Kenzo hanya melihat Jack sambil tersenyum tipis. Bagaimana tidak, semua yang telah direncanakan oleh Kenzo seakan diberikan akses jalan Tol oleh Jenny sehingga Kenzo tidak perlu bersusah payah untuk melancarkan aksinya.


“sungguh mubasir aku menggunakan otak ku untuk berpikir merencanakan semua hal itu jika akhirnya Jenny malah membuka jalan seperti ini.”batin Kenzo. Tentu saja Kenzo tidak benar-benar kecewa akan hal ini. Dia malah sangat merasa senang dengan perbuatan Jenny yang telah memberikan potongan terbaik untuk pesta ini.


Kenzo menoleh pada Alesya. Istrinya terlihat sangat serius menonton siaran langsung Jenny dan Ronald.


Diperhatikannya raut wajah istrinya itu, mencoba menerka apa yang saat ini Alesya rasakan.


“kau baik-baik saja sayang?” Kenzo menyentuh tangan Aleysa. Tangan itu terasa sangat dingin.

__ADS_1


“kau lihat Kens? Itulah diri mereka yang sebenarnya.” Ucap Alesya, miris. Bagaimana tidak, Jenny dan Ronald adalah orang terdekat yang ibunya miliki tapi ternyata mereka berdua yang benar-benar sudah menusuk ibunya Alesya dari belakang.


"betapa teganya mereka pada mendiang ibu ku." gumam Alesya getir. Membayangkan betapa menderita nya ibunya sewaktu hidup. Ditipu oleh sepupu sekaligus sahabat nya sendiri hingga kehilangan suaminya bahkan nyawanya. Lalu direbut hartanya oleh pria yang ia kira akan membawa kebahagiaan untuk hidupnya.


“betapa buruknya nasib ibu ku Kens! Dikelilingi oleh orang-orang munafik seperti mereka.” Alesya menyeka air mata yang tanpa diduga sudah turun di pipinya.


Alesya menutup kedua matanya yang kini telah basah dengan air mata itu.


“hei!! Kenapa kau malah menangis sayang!!!” Kenzo memegang kedua tangan Aleysa yang sedang menyeka air mata nya.


Kenzo tahu meski Alesya sangat menanti kehancuran kedua orang ini tapi melihat kedua orang ini hancur tetap tidak akan membuat Alesya tidak bahagia. Sebab Kenzo yakin di dalam hati Alesya, Alesya sangat menyadari bahwa kehancuran kedua orang itu tidak akan pernah dapat mengembalikan kebahagiaan keluarganya.


“kau tau Kenz!! Jenny adalah orang yang sangat dekat dengan ibu. Bahkan ibu ku menganggapnya sebagai saudari kandungnya walaupun mereka sebenarnya hanya sebatas sepupu tapi.. tapi ibu ku tidak pernah menganggapnya seperti itu. Dia menyayangi Jenny sebagai saudarinya.” Alesya menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya yang tengah dipegang oleh Kenzo.


"tapi mengapa Jenny begitu tega berbuat buruk pada ibu ku Kenz? mengapa dia tidak bisa menjadi saudari yang baik bagi ibu ku!!" tangis Alesya pecah.


"Alesya! hidup itu ada baik dan buruk. Hitam dan putih. Tidak semua orang sebaik mendiang ibu mu. Dan dunia ini memerlukan orang-orang seperti Jenny dan Ronald untuk menjada keseimbangan nya. Kau tidak boleh mempertanyakan takdir seperti itu sayang." Kenzo berusaha memberikan pengertian kepada istrinya itu.


"tapi ketika tuhan menciptakan keanekaragaman itu, ketika tuhan menciptakan perbedaan-perbedaan itu, dia juga tidak lupa menciptakan perhitungan dosa dan pahala sehingga untuk siapa yang terlalu banyak berbuat dosa maka ia akan menanggung karmanya." lanjut Kenzo, penuh kelembutan menyampaikan semua hal itu pada Alesya.


“Hari ini kau lihat sendiri kan? Bagaimana mereka akhirnya saling menjatuhkan satu sama lain sebagai karma perbuatan buruk mereka dimasa lalu ALesya??” ujar Kenzo sambil mengelus lembut kepada Alesya.


“yang perlu kau ingat hanya satu sayang, mereka memang pantas untuk mendapatkan semua ini Aleysa. Dan semua ini adalah buah dari hal jahat yang mereka lakukan pada mu, ayah Aldion dan mendiang ibu Ameera. Mereka pantas mendapatkan semua ini.”Kenzo menarik Alesya ke dalam pelukannya.


“kau benar Kenz! Mungkin memang sudah takdir ibu ku bertemu dengan mereka di masa lalu, dan sudah takdir ku untuk menyaksikan mereka membayar semua perbuatan jahatnya pada ibu ku..” Ujar Alesya dari balik pelukan Kenzo.

__ADS_1


“tapi ini belum sepenuhnya berakhir nyonya Dayson!!” seru Kenzo lalu menarik tubuh Alesya berlahan. “masih ada satu takdir lagi yang harus kita ubah hari ini... " sebuah senyum muncul di wajah tampan Kenzo.


***bersambung..


__ADS_2