Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 23#Semua di Kediaman Rodio#1


__ADS_3

Kenzo yang terbangun lebih awal segera membasuh wajahnya. Ia ingat ia harus melakukan sesuatu saat ini. Apalagi saat ini Alesya sedang tertidur pulas. Ini adalah saat yang tepat.


Kenzo mengambil laptop yang ia bawa dan membuka Laptop itu di atas meja di sebelah sofa panjang di kamar itu. Kenzo menarik meja itu agar berada pas di depannya. Setelah posisinya nyaman, kenzo mengeluarkan hardisk nya dan menyambungkan hardisk tersebut ke laptopnya itu dan memulai untuk melakukan sesuatu yang seharusnya telah ia lakukan dari semalam.


“Aku harus bisa melakukannya lebih cepat dari pada orang-orangnya Alesya.” Dengan cepat jari-jari Kenzo mulai mengetik di laptop itu.


Sedangkan di kota A, Jody juga sedang melakukan hal yang sama. Ia berusaha untuk membobol sistem keamanan perusahan milik ronald juga sistem keamanan bank tempat Jenny dan Agnes menyimpan uang mereka.


Tapi tidak seperti biasanya, kali ini Jody kesulitan untuk melewati sistem keamanan milik perusahan Ronald. “Apa mereka memang sengaja memasang sistem keamanan khusus untuk menjaga kerahasian perusahaan mereka?” Ujar Jody masih sibuk memasukan angka-angka yang merupakan kombinasi kode rahasia yang ia gunakan untuk mencoba masuk ke sistem keuangan perusahaan Ronald.


“Great!!” Seru nya ketika hal terakhir yang ia lakukan terlihat mulai mencoba memasuki sistem keamanan perusahaan Ronald.


“Sambil menunggu ini berhasil aku akan mempersiapkan bukti-bukti transaksi fiktif yang akan aku insert ke laporan keuangan mereka. Lalu aku akan mensinkronisasikan semua itu dengan bukti transaksi bank milik Jenny dan Agnez!” Gumam Jody dengan wajah senang sebab usahanya sejak kemaren sudah mulai berjalan sesuai dengan rencana


Sama halnya dengan Kenzo. Saat ini Kenzo juga sedang mencoba memasuki sistem keamanan milik perusahan Ronald. Namun tidak seperti Jody, sebenarnya hal ini sangat mudah bagi Kenzo. Kendalanya saat ini adalah bagaimana ia dapat bekerja dengan leluasa tanpa disadari oleh Alesya. Kenzo sedikit ragu meninggalkan laptopnya di atas meja begitu saja. Takut kalau Alesya jangan-jangan memahami hal yang sedang ia lakukan.


Kenzo membuka isi drive nya dan menginstal sesuatu ke laptopnya.


“Semoga dengan begini dia tidak bisa membuka kunci layar laptop ini.” Kenzo pun meninggalkan laptopnya dan pergi mandi.


Ketika Kenzo selesai mandi dia melihat istrinya masih tertidur pulas. “Biar saja dia beristirahat sejenak.” Pikir Kenzo kemudian mengambil baju nya di dalam lemari dan memakainya.


Kenzo melihat sejenak ke laptopnya yang ada di atas meja. Kemudian Kenzo melihat jam tangan yang ia kenakan. “Paling tidak itu membutuhkan waktu lima jam untuk dapat menerobos masuk.” Gumam Kenzo dalam hati kemudian keluar dari kamar nya dan Alesya.


Kenzo berjalan menuju kamar Skala.


“hi daddy,.. “Sapa Skala yang sedang bermain kucing di depan kamarnya.


“Wah apakah ini kucing mu Ska?” Tanya Kenzo sambil mengambil kucing gembul berwarna putih abu-abu itu.


“itu kucing kakek. Nama Ciyo.” Jawab Skala.


“Jadi kakek mu suka kucing?”


“Sebenarnya kakek tidak hanya menyukai kucing. Ada banyak hewan dekat taman belakang yang merupakan hewan peliharaan kakek. Ciyo hanya satu dari sekian banyak hewan kesayangannya.” Jawab Skala dengan raut wajah yang cukup misterius.


“Ayo aku bawa daddy ke taman belakang. Biasanya jam segini kakek sedang memberi makan Brown.” Skala menarik tangan Kenzo untuk mengikutinya.


Kenzo dan Skala pun berjalan melewati beberapa ruangan hingga akhirnya mereka berada di sebuah taman belakang rumah.


Kenzo melirik ke kiri dan ke kanan dengan raut wajah heran. “Ska, bukan kah kau bilang kakek mu punya banyak sekali hewan peliharaan? Kenapa di taman ini hanya ada beberapa batang pohon mangga dan anggur? Ini lebih mirip kebun dari pada tempat hewan peliharaan.”ujar Kenzo dengan nada mengejek.


“Kita belum sampai dad. Tapi aku bilang bahwa kakek punya banyak sekali hewan dekat taman belakang kan? Bukan di taman belakang kan? Ayo ikuti aku.” Skala berjalan di depan Kenzo.


Kenzo pun mengikuti Skala dari belakang sambil melihat isi taman belakang milik Aldion Rodio itu. Jika tadi ia hanya melihat batang mangga dan anggur, semakin ia berjalan masuk ke dalam taman itu ternyata ada lebih banyak lagi tumbuhan disana. Mulai dari buah-buahan hingga bunga yang berwarna warni pun dapat ia jumpai di taman itu. Dan semuanya tertata dengan rapi. Benar-benar taman yang sangat luas. Pikir Kenzo dalam hati.


Saking terpesonanya dengan taman itu Kenzo tidak sadar bahwa ia sudah sampai sebuah gerbang yang bertuliskan Zoo.


“Zoo?” Eja Kenzo dengan wajah bingung.


“Ayo masuk dad.” Skala menarik tangan Kenzo. “kakek pasti ada di dalam. Ini adalah jam makan sorenya brown.” Ujar Skala senang. Dia sudah sangat rindu dengan hewan-hewan peliharaan kakek nya. Terutama Brown.


Mata Kenzo langsung terbelalak begitu ia masuk ke dalam mini Zoo milik ayah mertua nya itu.


“Ska, apa itu yang kau panggil dengan Brown?”Seru Kenzo sambil menelan salivanya ketika melihat ayah mertuanya sedang mengulurkan seekor ayam yang sudah mati pada seekor aligator.


“Kenapa aku tidak pernah tau hobby unik dari keluarga ini sebelumnya?” Gumam Kenzo dalam hati.


“Hah!! Itu bukan Brown daddy. Itu pangki.”Jawab Skala riang dan berjalan mendekat pada Aldion yang terlihat bahagia memberikan makan hewan kesayangannya itu.


“Ska!” Kenzo mencoba mencegah Skala untuk mendekat. Dia takut aligator itu alih-alih akan menyerang anak nya. Namun ketika ia melihat Skala melangkah dengan penuh keyakinan dan wajah riang, dia yakin Skala pun pasti akrab dengan aligator yang bernama pangki itu. Akhirnya Kenzo tidak jadi mencegah Skala. “huft! Apa aku harus berkenalan dengan pangki juga?” ujar Kenzo pelan, saat ini wajah Kenzo tidak dapat di gambarkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Kenzo melihat aligator yang bernama pangki itu. “kalau itu pangki maka Brown pastilah bukan sejenis kucing persia atau angora.” Pikir Kenzo, yang sangat menyesal datang ke mini zoo milik Aldion Rodio itu.


“Daddy!! Ayo kemari!!” Ajak Skala penuh semangat. Anak ini entah benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau daddy nya tidak termasuk ke dalam list sahabat para hewan di sini.


Aldion Rodio yang mendengar Skala menyebutkan daddy langsung menyadari keberadaan Kenzo. Sebuah ide gila muncul di dalam benak pria tua itu.


“Kenz! Ayo kemari.” Seru Aldion dengan sebuah senyum yang sudah dapat Kenzo ketahui makna nya.


“mengapa pria tua ini mendadak terkesan sangat ramah pada ku?” Gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo kembali menelan salivanya, ia sudah bisa membaca apa yang akan Aldion lakukan padanya.


“ini lah mengapa aku membenci reptiler?”ujarnya penuh penyesalan. “kadang mereka sama liciknya dengan hewan peliharaannya.” Meski merasa berat untuk terus berjalan namun karena tidak ada jalan untuk muncul, Kenzo terpaksa menyeret dirinya untuk mendekat pada ayah mertuanya yang licik itu.


“Kebetulan kau ada disini Kenz!” Ujar Aldion masih dengan senyuman smirk nya.


Kenzo sengaja hanya membalas perkataan ayah mertuanya dengan sebuah senyuman. Dia sudah mewanti-wanti dirinya untuk tidak menawarkan bantuan apapun pada ayah mertua nya itu saat ini.


“Kau coba mengelak anak muda? Coba saja kalau kau bisa.”Seru Aldion dalam hati.


“Aku butuh bantuan mu Kenz. Ayo ikut aku.” Aldion mengarahkan kursi roda nya menuju ke suatu tempat di dalam zoo ini.


Kenzo menarik nafas panjang dan menghelakan nya dengan berat. Lalu ia melihat tajam ke arah Skala seolah berkata, “kau benar-benar sudah menjebak ku dalam masalah besar bocah nakal!!”


Skala yang menyadari maksud tatapan daddy nya langsung tersenyum. Ia baru menyadari bahwa ia baru saja berbuat kesalahan karena membawa daddy nya ke tempat ini. “maafkan aku daddy.” Gumam Skala pelan dan berjalan mengikuti daddy nya.


“Nah Kenzo, kenalkan ini adalah Brown!!” Seru Aldion dengan bangga memperkenalkan anaconda berwana hijau sepanjang 4 meter dengan berat hampir 60 kilogram yang terletak dalam sebuah akuarium kaca yang sangat besar.


Kenzo langsung menelan salivanya melihat ular yang besar dengan warna hijau gelap itu. “Hai Brown.” Sapa Kenzo pelan, sambil meringis.


“Apa dia sudah makan kek?” tanya Skala.


“sayang nya belum Ska. Aku tadi meminta Bob untuk memberikan Brown makan tapi Bob masih sibuk mengurusi Manny yang baru saja bertelur.” Jawab Aldion dengan santainya.


“Kalau Pangki adalah aligator dan Brown adalah green anaconda, maka manny bisa saja hiu? Boa? Komodo betina? Kura-kura purba? Atau tarantula betina? Siapa yang tahu siapa manny sebenarnya.” Rintih Kenzo dalam hati.


“Kalau begitu biar aku saja yang memberikan Brown makan. Lagi pula aku sudah lama tidak memberikannya makan.” Ungkap Skala.


“jangan Ska..! Brown baru saja ganti kulit beberapa hari yang lalu. Dia masih sangat sensitif. Sebaiknya aku meminta ayah mu saja untuk memberikan Brown makan. Aku yakin ayah mu tidak takut ular bukan? Lagian bukankah Brown terlihat sangat lucu dan imut?” ujar Aldion.


Bulu kuduk Kenzo langsung berdiri mendengar ia harus memberi makan seekor anaconda yang sedang dalam keadaan sensitif itu. “Mudah-mudahan aku masih bisa melihat istri ku setelah ini.” Kenzo berjalan mendekat ke arah Aldion.


“Heem.. kira-kira Brown yang imut dan lucu ini makanan kesukaannya apa ayah?” Kenzo mencoba bergurau dengan sang ayah mertua sekaligus menguji apakah kadar humornya masih berfungsi dengan baik dalam situasi seperti saat ini atau tidak.


“kau jangan khawatir Kenz. Brown hingga sore kemaren belum pernah sekali pun memakan manusia.” Jawab Aldion sambil tersenyum, “ Tapi entah lah kalau sore ini.” Lanjut Aldion, sengaja untuk membuat Kenzo menjadi takut.


“Kau bisa menolong ku kan?” tanya Aldion sekali lagi.


“akan ku coba.” Jawab Kenzo sambil menarik nafas dalam. “Apa yang mesti aku lakukan?” Tanya Kenzo, cemas.


“kau tidak akan menyuruh ku untuk menyuapi ular yang imut dan lucu itu kan?” seru Kenzo sambil bercanda.


“kalau kau mau melakukan itu maka akan sangat baik menurut ku. Sebab semenjak ganti kulit kemaren Brown kehilangan nafsu makannya. Mungkin saja kalau kau yang menyuapi nya dia akan lebih bersemangat untuk makan.” Jelas Aldion, sengaja meluruskan perkataan Kenzo yang sebenarnya tahu itu hanyalah gurauan belaka.


Wajah Kenzo langsung berubah seketika. “Dia pasti sangat menginginkan aku berakhir di perut anaconda itu!” Seru Kenzo dalam hati.


Skala yang melihat perang kata-kata antara ayah dan kakeknya langsung berinisiatif untuk menjadi penengah.


“Daddy, kau hanya perlu membuka pintu kandang itu dan menunggu sebentar hingga beberapa pengerat keluar. Lalu menutup pintu itu lagi.” Skala menunjukan sebuah kandang kecil di dalam kandang kaca yang menyerupai Aquarium besar itu.


Kenzo kembali menelan saliva nya. Membuka pintu kandang kecil itu berarti dia harus masuk ke dalam akuarium raksasa itu dimana ada seekor anaconda yang sedang menatap malas pada kehidupannya sendiri.

__ADS_1


Kenzo menarik nafas panjang. “Tenang lah Kenzo! Lihat lah itu hanya lah seekor anaconda!! Dia bukan bapakconda, jadi dia tidak lebih dari seekor baby snake.” Kenzo mencoba menyemangati diri nya yang sebenarnya sudah getar getir sedari tadi.


“kau bisa menolong ku Kenz?” tanya Aldion Sekali lagi.


“ Tentu saja.” Jawab Kenzo dengan wajah yang sudah mulai memucat.


“Baik lah.” Aldion mempersilahkan Kenzo untuk masuk ke dalam akuarium raksasa itu dari pintu yang ada di sebelah kirinya.


Akurium itu sangat besar dan dindingnya yang terbuat dari kaca itu juga sangat tinggi.


Sambil berjalan menuju pintu masuk akuarium itu Kenzo berkata pada dirinya sendiri, “Apakah kucing sudah kurang diminati saat ini?”


Kenzo pun masuk ke dalam akuarium itu. Dipandangnya anaconda yang bernama Brown itu untuk memastikan ular itu masih berada di tempatnya.


“Daddy, jangan takut! Sebab Brown dapat merasakan rasa takut mu.” Seru Skala dari luar Akuarium.


Peringatan Skala bukannya membuat keadaan menjadi lebih baik sebab saat ini rasa takut kenzo menjadi lebih besar dari sebelumnya.


“Aku harus cepat keluar dari sini.” Seru Kenzo dalam hati. Dengan cepat Kenzo membuka pintu kandang kecil yang ada di dalam akuarium raksasa itu. Kemudian beberapa ekor hewan pengerat mulai keluar dari kandang itu.


“Daddy, sudah cukup.” Seru Skala.


Mendengar Skala mengatakan hal itu Kenzo langsung menutup pintu kandang kecil itu. Namun ketika Kenzo sedang menutup pintu kandang kecil itu terlihat Brown sedang berjalan ke arahnya.


Kenzo sangat panik melihat ular malas berjalan ke arah nya. Seakan-akan ia sengaja ingin ingin menyapa Kenzo yang sudah dengan baik hati memberikan cemilan sore untuknya.


Kenzo mempercepat gerakannya. Dia merasa antara dia dan Brown tidak akan bisa membangun hubungan persahabatan until jannah.


Kenzo langsung keluar dari akuarium itu dengan wajah pucat dan jantung yang berpacu sangat cepat. Ini benar-benar hal gila yang pernah ia lakukan seumur hidupnya dalam keadaan sadar. Salah-salah membaca situasi bisa-bisa dia yang akan menjadi menu makan sore anaconda yang bernama Brown ini.


Melihat Kenzo yang terlihat pucat keluar dari rumah nya di Brown, Aldion dengan santai berkata, “ ayah mu boleh juga Ska.” Aldion pun pergi dan meninggalkan Skala dan Kenzo begitu saja.


Kenzo hanya bisa melihat Aldion yang semakin menjauh. “Pria tua ini benar-benar menguji ku dengan segala cara.” Gumam Kenzo masih belum dapat menormalkan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang.


“Are you oke dad?” tanya Skala sambil memegang tangan Kenzo, dan membuat Kenzo terkejut.


Kenzo reflek menarik tangannya, namun begitu ia menyadari yang memegang tangannya adalah Skala ia langsung meminta maaf. “ maaf kan aku Ska.” Ujar Kenzo, yang terlihat tidak dalam keadaan baik itu.


“No daddy, Aku lah yang seharusnya meminta maaf karena membawa mu ke tempat ini. Aku terlalu bersemangat untuk bertemu dengan semua hewan peliharaan ku dan kakek di mini zoo ini. Sampai lupa kalau kau baru pertama kali ke tempat seperti ini.” Ucap Skala dengan wajah penuh penyesalan.


“Tidak apa-apa Ska. Paling tidak aku tahu hewan apa saja yang disukai oleh kakek mu jadi kalau suatu saat aku ingin membelikan nya seekor hewan peliharaan aku sudah tahu harus memberikannya hewan jenis apa.” Jawab Kenzo asal.


“Kita kembali ke rumah saja daddy? Atau kau masih mau melihat hewan-hewan peliharaan kakek yang lain?” tawar Skala pada Kenzo.


“No thank you Ska. Aku memilih bermain dengan kucing yang tadi saja.” Jawab Kenzo. Kini ia sudah mulai bisa mengatur nafasnya berlahan.


“baiklah kalau begitu.” Ujar Skala dan membawa Kenzo keluar dari mini zoo milik kakek nya itu.


Ketika Skala, Kenzo dan Aldion sedang sibuk dengan urusan mereka bersama si Brown, ternyata Alesya sudah bangun. Dia melihat sekelilingnya namun ia tidak dapat menemukan sosok Kenzo disana.


“Kemana Kenzo?” Gumam Alesya pelan.


Alesya melihat Laptop Kenzo terbuka di atas meja. “Apa Kenzo ada kerjaan yang harus dia selesaikan?” Alesya jarang melihat Kenzo bekerja menggunakan laptop jika di rumah. Selama ini Kenzo selalu menyelesaikan segala pekerjaannya di kantor dan ketika ia pulang ke rumah ia jarang mengerjakan hal-hal yang terkait dengan kantor. Lagi pula Alesya yakin semua hal-hal penting yang harus Kenzo tangani sudah Kenzo selesaikan. Dan proposal-proposal kerja sama yang baru masuk beberapa hari sebelum mereka berangkat sudah diserahkan pada Jack untuk diperiksa. Jadi untuk apa Kenzo membawa laptop saat ini? Alesya berjalan mendekat untuk melihat laptop Kenzo namun ketika ia hendak menyentuh mouse laptop itu tiba-tiba-


“Monica?” Ujar Alesya ketika ponsel nya berbunyi.


Semenjak ia memutuskan untuk merubah rencana balas dendam bersama Jody dan Monica, Alesya sengaja memasang nada dering khusus untuk Jody dan Monica.


“Ya, ada apa Monica?” tanya Alesya, sambil memastikan tidak ada siapa-siapa di ruangan itu selain dirinya.


***Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan vote..


__ADS_2