Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Ujian cinta#1


__ADS_3

Suasana di dalam mobil itu pun menjadi cukup aneh setelah Kenzo dan Alesya terang-terangan mengatur kencan Jack dan Monica. Bahkan setibanya mereka di depan pintu rumah mereka setelah mengantar pulang Monica dan Jack, Kenzo dan Alesya pun masih terus tertawa karena ulah usil mereka di dalam mobil tadi pada Monica dan Jack.


“kau ini tuan Dayson sangat usil sekali.” Ujar Alesya sambil melepaskan pegangan tangan Kenzo sebab dia ingin melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah.


“Jahil? Aku?" ujar Kenzo sambil menunjuk hidungnya.


"Nyonya Dayson!! coba kau ingat-ingat kembali, diri ku atau diri mu yang jahil nyonya Dayson?” Kenzo membalikkan perkataan Alesya sebab seingat Kenzo, dia tidak sendirian ketika menjahili Monica dan Jack tadi.


“Hei!! tuan Dayson!! bisa-bisa nya kau ingin membawa serta diri ku dalam kejahatan mu tadi?” Ujar Alesya sambil menyipitkan matanya dan melipat tangannya di dada begitu Kenzo mengatakan secara tidak langsung kalau Alesya adalah partner in crime nya.


“Wah.. kau pasti ingin cuci tangan setelah melakukan semua kejahatan itu kan Nyonya Dayson!! Aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu nyonya Dayson! Kau sudah menjadi partner ku dalam perbuatan itu maka kau harus bertanggung jawab untuk hal itu, paling tidak sampai kita mendengar mereka merencanakan kencan mereka berikut nya.” Jawab Kenzo sambil kembali menggandeng tangan Alesya untuk masuk ke dalam rumah.


“rencana mu memang benar-benar luar biasa tuan Dayson! Aku sama sekali tidak pernah terpikir untuk menjodohkan mereka berdua tapi kau... dalam sekejap mata dan dengan sedikit menggunakan otoritas mu sebagai bos berhasil membuka langkah pertama untuk hubungan kedua jomblo abadi itu.” Aleysa benar-benar kagum sekaligus tidak menyangka kalau Kenzo punya ide segila itu.

__ADS_1


“ Lihat lah! Dari sini saja aku bisa menyadari kalau kau masih belum mengenal dengan baik suami ini nyonya Dayson!!” Ujar Kenzo pada Alesya yang berjalan disampingnya.


“tentu saja dia tidak mengenal mu dengan baik Kenz! Sebab hanya aku yang mengenal diri mu seutuhnya.” Celetuk seorang wanita yang entah dari mana muncul nya tiba-tiba ikut nimbrung pembicaraan Kenzo dan Alesya. Tidak hanya itu, wanita itu juga langsung memeluk Kenzo di depan Alesya.


Alesya langsung merasa aneh dengan situasi yang baru saja terjadi. Siapa wanita ini? Berani-beraninya dia memeluk Kenzo sedangkan Alesya masih berdiri kokoh di sebelah Kenzo. Apa dia menganggap Alesya hanya pajangan belaka.


“Heeem.. kapan kau datang Mai?” Ujar Kenzo, sambil berusaha melepaskan pelukan Mai dari dirinya.


“Mai? Heeem tunggu! Aku seperti pernah mendengar nama itu.” Pikir Alesya dalam. Diperintahkan nya setiap petugas-petugas di dalam otaknya untuk mengecek segala sesuatu yang berkaitan dengan seseorang yang bernama Mai. Dia benar-benar merasa dia pernah mendengar nama Mai. Tapi dimana? dan kapan? Aleysa benar-benar tidak dapat mengingat nya.


“hah.. iya maafkan aku! aku sudah mencoba mengingat-ingat dimana atau kapan aku mendengar nama Mai. Ternyata kejadiannya baru semalam. Aku benar-benar pelupa.” Ujar Alesya yang akhirnya ingat kalau Dyana ada bercerita semalam bahwa adik tiri nya yang bernama Mai akan datang.


“Mai kenalkan ini istri ku Alesya.” Ujar Kenzo pada Mai.

__ADS_1


“kenapa Kenzo memanggil Mai ini dengan nama nya saja? Tapi memanggil Dyana dengan sebutan bibi? Bukankah mereka berdua adalah bibinya?” Pertanyaan-pertanyaan lain juga muncul di benak Alesya sebab sedari tadi Alesya mendengar Kenzo terus memanggil Mai dengan nama nya.


“Mailani...” Mai mengulurkan tangannya pada Alesya. Tapi wajahnya sama sekali tidak tersenyum sedikit pun ketika melihat ke arah Alesya. Malah Alesya merasakan kalau ada yang aneh dari tatapan Mailani padanya.


"tatapan apa itu?"batin Alesya. Yang masih belum bisa mendefinisikan makna dari tatapan mata Mailani pada nya.


Alesya yang tidak berpikiran aneh-aneh tentang Mai pun menyalami Mai dengan tersenyum ramah lalu menyebutkan namanya. “Alesya..”


Mai langsung menarik tangannya cepat setelah Alesya menyalaminya.


***bersambung..


haai.. mulai dari bab ini otor anjurkan untuk bawa bantal yang bisa dijadikan samsak tinju ya.. sebab otor yakin kamuh-kamuh membutuhkannya sebagai pelampiasan ketika membaca bab dengan judul #badai ini...

__ADS_1


#otor udah mulai memperingati ini ya.. kalau otor akan.... 😏😏😏😏


__ADS_2