
“Tidak pernah ada hal yang benar-benar terjadi dengan kebetulan di dunia ini. Semua nya pasti terjadi karena campur tangan, kalau tidak campur tangan manusia maka itu terjadi karena campur tangan tuhan.” Sindir Kenzo.
“aku hanya mengutarakan pendapat ku.”lanjut Kenzo. “aku tidak bermaksud yang lain.”
Polisi itu masih terlihat tidak senang dengan ucapan Kenzo. “mentang-mentang dia adalah orang kaya jadi bisa seenaknya dalam mengeluarkan perkataan dari mulutnya.” Gumam si polisi dalam hati.
“Baiklah, aku rasa sudah cukup. Katakan pada kapten Dio untuk menghubungi ku setelah ia menemukan tikus yang sedang dicari nya.” Kenzo pun berdiri dan memberikan kode kepada Alesya bahwa urusan mereka di sini sudah selesai.
"tikus? apakah maksud Kenzo Jenny?" pikir Alesya dalam.
Alesya yang memahami maksud kode yang diberikan oleh Kenzo akhirnya juga ikut berdiri.
“aku dan istri ku akan pulang. Terus kabari aku jika ada hal baru yang kalian temukan.” Ujar Kenzo pada si polisi.
“tuan, apakah tuan tidak ingin melihat jenazah tuan Ronald?” Tanya polisi itu sebelum Kenzo dan Alesya pergi meninggalkan ruang itu.
“apa kau sudah melihat ayah mu?” kenzo bertanya pada Alesya yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
“Aku sudah melihat nya tadi sebelum kau datang kesini.” Jawab Alesya, jujur apa ada nya.
“Heeem,.. baiklah kalau begitu.” Ujar Kenzo, lalu menoleh pada si polisi yang masih duduk di depannya.
“tidak. Aku tidak ingin melihat jenazahnya. Tapi kalau diizinkan aku minta data hasil autopsi jenazah tuan Ronald dikirimkan ke email ku.” Sambung Kenzo.
“aku akan menanyakan terlebih dahulu hal ini pada kapten Dio tuan Kenzo. Karena bagaimana pun ini adalah informasi milik kepolisian. Kami tidak dapat begitu saja membagikannya pada orang luar.” Ujar si polisi yang ternyata masih kesal dengan perkataan Kenzo tadi.
“ya, tentu saja. Silahkan kau katakan pada kapten Dio kalau aku meminta hasil autopsi itu. Aku bersedia menunggu hingga kau selesai melaporkan semuanya pada kapten Dio.”
Kenzo dan Aleysa pun pergi meninggalkan kantor polisi itu.
“Alesya dengan siapa kau kemari sayang?” tanya Kenzo pada istrinya.
“dengan monica.” Jawab Alesya.
“lalu dimana Monica? Aku tidak melihatnya saat masuk ke sini tadi.” Tanya Kenzo heran yang tidak melihat keberadaan Monica sama sekali di kantor polisi itu.
__ADS_1
“Dia hanya mengantar ku lalu kembali ke tempat kerja nya.” Alesya tidak dapat mengatakan pada Kenzo kalau Monica pergi mengikuti kapten Dio mencari keberadaan Jenny.
“Heem.. kalau begitu kau ikut pulang bersama ku.” Perintah Kenzo pada Alesya.
“Apa kau tidak akan kembali ke kantor kenz?” Alesya menghentikan langkah nya.
Kenzo yang melihat Alesya berhenti berjalan, akhirnya juga ikutan berhenti berjalan.
“Tidak sayang. Aku ingin segera pulang. Bukankah saat ini ada banyak sekali pertanyaan di dalam kepala mu yang ingin kau tanyakan pada ku? Aku akan menjawab semua pertanyaan mu dengan jujur setiba nya kita di rumah.” Ungkap Kenzo.
“Kenz.. aku tidak bermaksud mengatakan kalau kau telah menyembunyikan sesuatu dari ku hanya saja –“ Alesya menghentikan ucapannya. Dia tidak enak untuk meneruskan perkataannya.
“hanya saja kau heran mengapa aku bisa tahu tentang kematian ayah mu? Atau mungkin kau juga heran mengapa polisi malah menghubungi ku bukannya diri mu? Aku akan menjawab semua itu di rumah sayang. Jadi mari kita pulang sekarang.” Kenzo meraih tangan Alesya lembut dan mengaitkannya di lengannya.
“Baiklah.” Alesya pun mengikuti Kenzo keluar dari gedung kepolisian itu.
***bersambung...
__ADS_1