Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 1 #Flash Back On (9 tahun lalu)# 7


__ADS_3

"Aku pergi dulu kek!" Kenzo pun meninggalkan ruangan itu, yang diikuti oleh asisten setia nya, Jack.


***


"sudah kau siapkan semua keperluan ku selama di kota A?" Tanya Kenzo, pada asisten pribadi nya yang duduk di samping supir.


"Sudah, tuan. Kita bisa berangkat setelah makan siang." Ujar Jack.


"Baiklah!" Kenzo memejamkan matanya, "Kita makan siang di restauran Kabin saja, Jack! Pastikan tidak ada orang lain di sana!" Instruksi Kenzo.


"Saya paham, tuan!" Jack segera menelpon pihak Restauran dan membooking semua kursi serta ruang VIP yang tersedia. Dilihatnya wajah bosnya dari kaca, terlihat Kenzo seperti sedang tertidur. Namun hanya Jack yang tahu kalau sudah beberapa hari ini, Kenzo tidak tidur sama sekali. Tuannya itu memikirkan gadis yang telah menghabiskan malam dengannya di hotel Grand XX. Gadis yang sampai saat ini tidak diketahui dimana rimba nya.


"Tuan! Kita sudah sampai!"Ucap Jack, pelan. Dan keluar dari mobil. Lalu dia membukakan pintu untuk tuannya.


Kenzo membuka matanya, dan keluar dari mobil.


Kenzo dan Jack masuk ke dalam restauran yang telah di booking oleh Jack untuk makan siang tuan Kenzo.


"Duduklah bersama ku, Jack!" Pinta nya pada Jack.


"Baik, tuan!" Jack menarik sebuah kursi yang ada di hadapan tuannya.


Hidangan pun mulai berdatangan. Kenzo dan Jack memulai makan siang mereka.


"Apa menurutmu, kakek akan menghukum paman ku?" Tanya Kenzo, sambil memotong steak dagingnya.


"Saya rasa, tuan besar akan menepati janjinya tuan. Setelah kematian ayah anda, saya perhatikan tuan besar juga menjaga jarak dengan tuan Marcus. Mungkin dia juga curiga kalau tuan Marcus adalah dalang kecelakaan tuan Robert. Namun, mungkin saja dia perlu bukti yang cukup untuk menjerat tuan Marcus. Karena bagaimana pun, tuan Marcus bukanlah anak kandung tuan Dayson. Tentu saja menuduh nya tanpa bukti yang kuat, akan banyak menimbulkan spekulasi dimasyarakat."Jelas Jack.


Kenzo hanya diam mendengarkan pendapat Jack. Dia tidak tahu harus berkata apa. Kenzo meminum anggur yang berada di hadapannya. "Apa mungkin kita bisa menemukan gadis itu nanti di kota A, Jack?" Kenzo memejamkan matanya. Menunggu jawaban dari Jack.


"Saya akan berusaha, tuan. Permasalahan, anda sendiri tidak mengingat wajah gadis itu. Dan cctv hotel pada malam kejadian itu sengaja di rusak oleh seseorang. Saya tidak tahu siapa yang merusak cctv tersebut. Apakah paman anda, Marcus? Atau ada pihak lain?" Jawab Jack, dengan wajar seriusnya.


"Pihak lain? Apa maksud mu Jack? Apakah ada pihak lain yang juga ingin mencelakai ku?" Kenzo benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja asisten sekaligus sekretaris pribadi nya sampaikan.


Jack menarik nafas pelan, "Saya merasa, malam itu bukan hanya anda yang akan dicelakai tuan. Tapi mungkin saja gadis yang bersama anda pada malam itu juga adalah korban sebuah rencana jahat. Buktinya, cctv ruangan anda ketika melakukan pemeriksaan pada perusahaan rekanan, semuanya lengkap. Bahkan ketika anda meninggalkan hotel itu. Namun saya tidak bisa menemukan satu cctv pun di hotel tersebut yang ada gambar gadis itu keluar masuk ruangan anda. Hanya anda yang keluar masuk kamar itu. Jadi menurut saya, ada yang berniat jahat terhadap gadis itu. Sehingga mereka merusak cctv untuk menghapus jejak mereka. Dan kalau memang seperti itu skenario yang terjadi pada malam itu, saya rasa... mungkin kita tidak akan pernah bisa menemukan gadis itu, tuan!" Jack mulai menjabarkan hasil analisis nya.


"Kenapa?" Tanya Kenzo, yang masih mencoba mencerna analisis dari Jack.


"Saya khawatir kalau gadis itu sudah dibereskan oleh orang yang sama yang merusak cctv itu." Kata Jack, dengan sangat berhati-hati. "Tapi ini hanya spekulasi saya saja, tuan. Karena sampai saat ini, saya dan orang-orang kita tidak dapat menemukan keberadaan gadis tersebut. Apalagi, tuan hanya mengatakan satu ciri dari gadis tersebut, yakni memiliki tanda bintang di punggung kirinya.Itu sangat sulit sekali tuan, kecuali kami membuka semua pakaian wanita di kota A!" Jelas Jack asal.


"Aku akan tetap mencarinya. Kecuali aku sudah menemukan mayatnya, baru aku akan berhenti."


Jack tidak menimpali perkataan tuannya. Karena dia tahu watak Kenzo. Tidak akan ada orang yang dapat menyuruh nya berhenti melakukan sesuatu kecuali dirinya sendiri yang ingin berhenti untuk melakukan hal tersebut.


Kenzo dan Jack pun selesai makan siang. Mereka pun meninggalkan restauran tersebut. Kini Kenzo dan Jack dalam perjalanan menuju kota A menggunakan pesawat pribadi Kenzo.


Sekitar jam 5 sore, Kenzo dan Jack sudah berada di kota A. Perjalanan yang seharusnya ditempuh untuk waktu yang lama akhirnya hanya ditempuh dalam waktu kurang sadri setengah jam dengan menggunakan pesawat pribadi tersebut.


"Apakah kita langsung menuju mansion tuan Ronald, tuan Kenzo?" Tanya Jack, sambil mengemudikan mobil mewah milik tuan Kenzo yang ada di Kota A. Sebenarnya Kenzo memiliki sebuah Villa mewah di kota A, hanya saja dia belum mau kembali ke Villa itu. Karena Villa itu akan mengingatkan ia dengan mendiang ayahnya. Dulu sebelum ayah nya meninggal, ayah nya selalu membawa Kenzo berlibur di kota A. Tepatnya ke Villa itu untuk menghabiskan quality time bersama sebab ayah dan ibu Kenzo sangat sibuk berkeliling dunia untuk urusan bisnis keluarga sehingga Kenzo sering kali ditinggal bersama pamannya Marcus.


Itulah sebabnya Kenzo sangat dekat dengan Marcua sebelum kecelakaan yang mengakibatkan kedua orang tua Kenzo meninggal dunia.

__ADS_1


Villa itu terletak di tepi pantai dengan pemandangan yang indah. Di sana jugalah Kenzo bertemu dengan seorang gadis kecil, sang dewi penyelamat nya. Dulu ketika sedang bermain di pantai, Kenzo pernah diselamatkan oleh seorang gadis kecil ketika kakinya terseret oleh ombak pantai. Andaikan gadis kecil itu tidak menarik tangan Kenzo mungkin Kenzo sudah digulung ombak dan diseret ke dalam lautan.


Kenzo benar-benar tidak percaya, dua kali hidupnya nyaris tamat, namun keduanya diselamatkan oleh wanita. Apakah dirinya sebagai pria memang sungguh tidak berguna atau bagaimana! Tiba-tiba Kenzo tersenyum mengingat takdir hidupnya.


"Tuan?" Seru Jack, membuyarkan lamunan Kenzo.


"Hemm.. " Jawab Kenzo singkat.


"Apakah kita langsung ke mansion tuan Ronald, atau tuan ingin berjalan-jalan terlebih dahulu." Jack bertanya sekali lagi kemana tujuan tuannya


"Kita keliling-keliling saja dulu Jack! Sudah lama aku tidak melihat kota ini. Mana tahu kita bisa bertemu dengan si gadis berbintang itu disini!" Kata Kenzo, dengan ekspresi datarnya


"Baik tuan." Jack mengemudikan mobil itu ke beberapa tempat yang banyak dikunjungi orang. Dalam pikiran Jack, semakin banyak orang maka semakin besar kesempatan untuk bertemu dengan gadis itu.Tapi tentu saja jika gadis itu memakai baju dengan model terbuka belakang. Kalau tidak, walaupun Jack dan Kenzo benar memang bertemu dengan gadis itu, Kenzo sekalipun tidak akan bisa mengenali


****


Sementara di Mansion Ronald, terlihat Jenny, ibu tiri Alesya sedang duduk dan berbincang dengan seorang kakek tua disalah satu sofa diruang tamu, di mansion itu.


Ya, dia adalah tuan Puji. Hari ini dia datang untuk mengajak Alesya mencoba gaun pengantin dan mencari cincin pernikahan. Seharusnya, besok dia akan mengajak Alesya namun karena besok tuan Puji harus ke Jepang untuk sebuah perjalanan bisnis maka dia mempercepat rencananya mengajak Alesya mencoba gaun pengantin dan mencari cincin pernikahan mereka.


Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya Alesya turun dengan sebuah tas di bahunya. Hari ini Alesya tidak menggunakan high heels. Dia lebih memilih menggunakan sepatu sneakers yang dipadu padankan nya dengan celana jean dan kaus hitam polos miliknya. Tidak lupa dipakainya semua perhiasan yang diberikan oleh tuan Puji ketika makan malam waktu itu.


"Kau cantik sekali, Alesya!" Puji tuan Puji, pada calon istrinya.


"Benar, Alesya! Kau kelihatan sangat cantik!" Jenny tidak mau diam, dia sengaja memuji-muji anak tirinya tersebut.


Alesya memasang wajah bahagia dan melihat ibu tiri dan si tua bangka "Terima kasih tuan," Jawab Alesya, sambil menahan rasa mual di perutnya.


Jenny terkejut melihat perlakuan tuan Puji. Lalu dia tersenyum penuh Kemenangan. "Lihatlah neraka mu dengan jelas Alesya!" Gumam Jenny dalam hati.


Sedangkan Alesya, dengan pasrah, demi kesuksesan rencana pelariannya, ia terpaksa menerima semua perlakuan menjijikan lelaki tua bangka ini. "Tentu tuan." Jawabnya dengan tersenyum yang menyimpan sebuah rencana pelarian yang besar.


"Tapi saya akan lebih senang, jika kita pergi mencari cincin pernikahan kita dulu. Agar saya bisa sekaligus mencoba nya dengan gaun pengantin saya, tuan!" Pinta Alesya pada si tua bangka.


"Hahaha..terserah pada mu saja sayang!" Jawab tuan Puji. "Baiklah Nyonya Jenny, kami pergi dulu. Aku bawa dulu putri cantik mu ini.


" Tolong tuan jaga dengan baik putri kesayangan ku ini!" Seru Jenny dengan wajah bagaikan seorang ibu peri.


"Jangan khawatir nyonya Jenny." Tuan Puji dan Alesya pun keluar dari mansion tuan Ronald.


Terlihat tiga buah mobil mewah berjejer di halaman mansion itu.


Alesya menduga ini pasti mobil tuan Puji dan pengawal-pengawalnya. Dia menelan salivanya. "Bagaimana aku bisa kabur dengan pengawalan yang ketat ini!" Batinnya. Dia harus cepat- cepat memutar otaknya.


Tuan Puji melihat raut wajah Alesya berubah. Kemudian dia bertanya kepada gadis muda yang dijadikannya istri itu, " Ada apa sayang? Apakah mobilnya kurang mewah?" Tanya tuan Puji.


Alesya langsung menemukan cara untuk mengusir semua pengawal si kakek tua.


"Sayang!" Ujar Alesya, geli pada ucapannya sendiri tapi tetap harus di ucapannya. "Apakah hari ini adalah kencan pertama kita? atau hanya aku yang berpikir kalau hari ini adalah kencan pertama kita?" Kata Alesya, manja. Walaupun sebenarnya, dia sungguh merasa jijik dengan semua perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya.


"Kau memanggilku apa, Alesya?" Tanya tuan Puji tidak percaya dengan apa yang didengar oleh telinganya yang sudah sepuh.

__ADS_1


'SAYANG! Kalau tidak memanggil mu sayang, apakah aku harus memanggil mu, suami ku?" Ujar Alesya, dengan mengimut-imut kan wajahnya. "Tapi kita kan belum menikah, sayang!! Jadi aku belum bisa memanggilmu, suami ku!"


Tuan Puji merasa naik ke langit ke tujuh ketika mendengar semua ucapan Alesya,!


Alesya yang sedang digandeng nya saat ini, sangat berbeda dengan Alesya yang malu-malu yang dia temui ketika makan malam.


"tidak!! tidak!! tidak! aku sangat senang kau memanggilku sayang! Jadi apa rencana mu untuk kencan kita, sayang?" Tanya Tuan Puji dengan hati berbunga-bunga.


" Aku mau kita jalan-jalan berdua! Berdua saja sayang! Bagaimanapun aku belum pernah pacaran! Jadi aku ingin merasakan nya sekali seumur hidup ku sebelum aku menikah." Bujuk Alesya, manja.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menyuruh semua pengawal ku menjauh! " Ujar tuan Puji.


"Kalau begitu, itu bukan pacaran namanya! Mana ada pacaran diawasi? Bagaimana kalau nanti kita berciuman? Pasti mereka akan melihat kita kan? Aku tidak suka dilihat orang!" Alesya sengaja memberikan hayalan-hayalan manis kepada kakek tua ini, agar dia mau untuk membubarkan pengawal nya.


Tuan Puji yang mendengar semua kata-kata indah Alesya langsung menyuruh pengawal nya pulang. Kini hanya tinggal dia, Alesya dan supir pribadi nya.


Setelah melihat semua duri yang akan menyulitkan rencana pelarian dirinya sudah hilang, Alesya tersenyum bahagia. Tuan Puji yang tidak tahu mengapa Alesya terlihat sangat bahagia hanya bisa menebak bahwa kencan perdana mereka lah yang telah melahirkan senyuman di wajah gadis itu.


Mereka pun pergi ke toko perhiasan termahal di kota itu. Saat sedang asik memilih cincin pernikahan, tiba-tiba Alesya mengatakan kalau dia ingin pergi ke toilet. Tuan Puji mengizinkan Alesya untuk ke toilet.


Namun setelah beberapa lama, Alesya tidak kembali. Tuan Puji mulai panik, karena ia ingat perkataan ibu tiri Alesya ketika berbincang di rumah tadi siang. Kalau ia harus berhati-hati, bisa saja Alesya melarikan diri. Seketika itu juga tuan Puji ingin menyusul Alesya ke toilet, tapi gadis itu muncul dan segera meminta maaf pada tuan Puji karena ia lama di toilet. Ada banyak sekali orang yang mengantri katanya. Akhirnya tuan Puji tenang, karena ternyata Alesya tidak berniat untuk kabur.


Alesya yang tadi sebenarnya sempat melihat wajah panik tuan Puji, tersenyum kecil.Ia yakin bahwa ia mulai berhasil mendapatkan kepercayaan si kakek tua. Kini ia hanya perlu untuk berbuat hal yang sama, sekali lagi. Agar tuan Puji percaya bahwa dia tidak ada niatan kabur.


Sejam sudah mereka memilih cincin pernikahan. Sebenarnya bukan sebuah cincin dengan model yang cantik yang dicari oleh Alesya, tapi sebuah cincin dengan harga yang sangat mahal lah yang sedang dicarinya. Alesya berencana akan menjual cincin itu bersama dengan perhiasan lainnya, untuk modal hidupnya nanti.


Setelah mendapatkan sebuah cincin dengan kriteria yang diinginkan oleh Alesya, mereka pun meninggal kan toko perhiasan itu. Kini mereka menuju butik tempat Alesya akan mencoba baju pengantin. Tidak butuh waktu lama bagi Alesya untuk memilih gaun pengantin nya, ia langsung menyetujui baju yang pertama kali ia coba. Dalam hatinya, Alesya berkata "Toh, tidak akan aku pakai juga baju ini."


Ketika mereka sedang membicarakan detail tambahan pada gaun itu, Alesya kembali meminta izin keluar. Ia ingin membeli sesuatu di supermarket di depan butik. Tuan Puji sedikit keberatan membiarkan Alesya pergi sendiri, namun Alesya berhasil meyakinkannya. Alesya menyebrangi jalan, lalu masuk ke supermarket. Alesya sengaja agak lama di dalam supermarket itu, untuk membuat tuan Puji cemas. Dia berdiri disalah satu sudut toko sambil melihat ke arah butik, ketika ia melihat tuan Puji akan menyusulnya, Alesya langsung keluar dari supermarket. Dia berjalan tenang, dan tersenyum. Ditangan nya terlihat beberapa barang belanjaan. Tuan Puji yang melihat Alesya kembali dengan tersenyum, akhirnya benar-benar percaya, kalau gadis itu tidak seperti yang ibu tiri si gadis katakan.


"Apa itu Alesya?" Tanya tuan Puji.


"Ooh.. ini. Ini beberapa cemilan yang aku beli untuk nonton nanti, sayang. Bukan kah ini kencan? Kalau begitu tidak akan lengkap kalau tidak pergi nonton." Jawab Alesya, meyakinkan.


" Ya.. aku sangat suka ide mu, Alesya!"


"Tapi aku ingin kita pergi makan dulu sayang, aku lapar setelah mencoba gaun tadi!" Alesya sengaja ingin mengisi tenaganya dulu sebelum memulai aksinya.


"Baiklah, ayo kita ke Restauran Malik" Ajak tuan Puji pada Alesya.


Namun Alesya menolak ajakan tuan Puji, dia ingin makan di tempat yang biasa. Alasannya, supaya kencan mereka terasa berbeda. Walaupun sempat menolak awalnya, namun akhirnya tuan Puji pun setuju.


Mereka pun pergi makan ke restauran biasa. Di sana ada banyak sekali orang, dari semua orang di sana ada dua pria yang sangat mencolok!


****bersambung


Oo. Oo.. Oo.. siapakah dua pria ini? tunggu up otor selanjutnya


jangan lupa like, komen and vote ya..


see you..!! 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2