Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 51# Pernikahan tom jer#1


__ADS_3

“Stephanie, tolong ambil kartu di saku jas ku!” Perintah Frans pada Stephanie. Untuk pertama kalinya kedua orang ini terlihat tidak seperti tom dan jerri.


Stephanie pun merogoh saku Frans dan mengambil kartu untuk akses masuk ke dalam kamar Frans di hotel itu.


Frans dengan hati-hati meletakkan tubuh sang ibu di atas tempat tidur. Lalu tanpa pikir panjang Frans segera menelpon Marcus. Hanya Marcus pilihan tercepat Frans saat ini untuk memeriksa keadaan sang ibu.


“Marcus, aku mohon maaf telah mengganggu mu! Tapi ku mohon datang lah ke kamar ku sekarang juga! Ibu ku pingsan.” Ujar Frans, panik.


Meskipun Marcus setuju untuk datang menemui Frans untuk memeriksa keadaan ibunya Frans, tidak berarti Frans lantas bisa bernafas lega sebab begitu dia melihat wajah Stephan, Frans jadi teringat sesuatu.


Frans menatap wajah Stephan yang terihat begitu datar, sama sekali tidak terlihat dia mengkhawatirkan Nania.


Lalu Frans menatap Stephanie. Wanita itu sedang terisak-isak di samping tempat tidur dimana Nania dibaringkan oleh Frans.


“Stephan, bisa kah kita bicara di luar.” Ujar Frans pada Stephan.

__ADS_1


Tapi pria itu hanya menatap Frans lalu memalingkan wajah nya tanpa menjawab apapun.


Frans menghela nafas nya kasar. Andaikan pria ini bukan lah anak kandung wanita yang telah membesarkannya penuh kasih sayang, Frans pasti sudah menonjok muka acuh tak acuhnya Stephan itu walau mungkin saja nyawa Frans akan langsung terkirim ke akhirat setelah itu.


“Ada hal yang harus kau ketahui tentang ibu Stephan.” Sekali lagi Frans mencoba membawa Stephan untuk berbicara.


“Tuan Aksena, dengar kan aku baik-baik. Pertama, wanita itu bukan lah ibu ku. Yang kedua, karena dia bukan lah ibu ku maka tidak ada hal yang harus aku ketahui tentang diri nya. Yang ketiga, aku mohon maaf jika kehadiran ku dan adik ku telah mengganggu mu. Tapi kau tidak perlu khawatir, setelah Stephanie tenang, aku akan membawa Stephanie pergi dan kami tidak akan muncul lagi di hadapan mu tuan Aksena.” Tukas Stephan dengan suara datarnya.


“Pria ini seperti nya sangat membenci ibu.” Gumam Frans.


“Took...”


“toooook..!”


Terdengar suara ketukan dari luar kamar Frans. Frans yakin itu adalah Marcus. Frans pun berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu itu untuk Marcus.

__ADS_1


Begitu pintu itu terbuka...


“Frans, bagaimana keadaan Nania?” Serobot Mary dengan wajah cemas.


“ibu masih belum sadarkan diri.” Ujar Frans yang melihat ada banyak sekali orang di depan pintu kamar nya kini.


Selain Marcus yang memang di telpon khusus oleh Frans, di depan kamar Frans saat ini juga ada Kenzo, Alesya, Dyana, Mary, Romano, Albert, Jack, Monica serta si kecil Skala.


Mata Frans melirik mereka satu persatu. Frans ragu untuk mempersilahkan mereka semua masuk sebab di dalam ruangan kamar Frans itu saat ini juga ada Stephan dan Stephanie. Frans yakin tidak ada satu orang pun yang ada di hadapan Frans saat ini mengenal Stephan dan Stephanie. Mereka pasti akan terkejut jika mengetahui siapa Stephan dan Stephanie sebenarnya seperti hal nya jika mereka tahu siapa Frans sebenarnya.


Kenzo dapat melihat kebingungan di mata Frans. Dengan sigap Kenzo meminta Marcus untuk masuk sedangkan yang lain diminta Kenzo untuk menunggu di kamar Kenzo dan Alesya yang kebetulan ada di depan kamar Frans.


“Paman, kau masuklah dulu dan perikan keadaan bibi Nania. Aku akan membawa yang lain menunggu di kamar ku saja.” Tunjuk Kenzo ke arah kamarnya yang ada di depan kamar Frans.


Frans melihat Kenzo dengan tatapan penuh terima kasih. Terkadang rival nya itu memang dapat di andalkan dalam keadaan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2