Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#15


__ADS_3

#Flash back on


Sementara Ameera, Rahardian dan Ronald menunggu di ruang tamu kamar hotel itu, Aldion buru-buru memasang pakaiannya. Dia tidak memperdulikan Jenny yang tanpa malu-malu memasang pakaiannya di tempat yang sama dengan Aldion.


Aldion sungguh merasa jijik dengan keberadaan Jenny yang di sekitarnya.


Saat ini, Aldion hanya ingin segera meninggalkan kamar itu dan menyusul Ameera dan ayah mertuanya di ruang tamu guna menjelaskan semua yang terjadi walaupun sebenarnya Aldion juga tidak tahu pasti apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya, Ameera dan Jenny malam itu.


“Duduklah.” Ujar Rahardian dengan suara beratnya yang terdengar tenang.


Aldion menarik nafas dan duduk di tempat yang Rahardian perintahkan.


“Katakan pada ku, apa yang sebenarnya terjadi?” rahardian menatap lekat pada mata Aldion.


Aldion mellihat Ameera sekilas lalu dia mulai menjelaskan semua hal itu pada ayah mertuanya.


“Sejujurnya aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang ada di dalam ingatan ku ialah semalam aku masuk ke dalam kamar ku dan Ameera. Aku melihat Ameera tertidur di atas ranjang kami. Dan aku-“ Aldion menghentikan kata-katanya.


“Lanjutkan.”Perintah Rahardian.


“Aku melakukan malam pertama ku bersama Ameera semalam.” Sambung Aldion.


Ameera langsung mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk. “Apa? Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak bersama mu tadi malam. Dan aku tidak melakukan itu dengan mu Aldion.” Bantah Ameera.


“Kau tidak sadar ketika aku melakukan itu Ameera!” Seru Aldion. Sebab ia sangat yakin dengan segala hal yang ada di dalam kepala nya ini. Aldion adalah tipe orang yang walaupun mabuk ia tidak akan melupakan apa yang ia lakukan.


“kau mungkin minum terlalu banyak semalam Aldion.” Ronald pun ikut menimpali perkataan Ameera. Seakan-akan ingin membiarkan Rahardian berpikir kalau Aldion mabuk dan salah masuk kamar. Kamar yang ia kira adalah kamarnya bersama Ameera ternyata itu adalah kamar nya Jenny.


“Aku akui bahwa aku minum banyak semalam Ronald tapi aku tidak sampai semabuk itu hingga tidak bisa membedakan yang mana Ameera dan yang mana Jenny.” Bela Aldion.


“Kalau begitu jelaskan, bagaimana kau bisa masuk ke kamar tunangan ku!” Ujar Ronald.

__ADS_1


“A-ku...Aku!!” Aldion terlihat bingung. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana dia bisa berada di kamar Jenny.


“Cih!! Kau tidak bisa menjawabnya kan! Itu tandanya kau semalam mabuk berat Aldion hingga kau salah mengenali kamar dan masuk ke dalam kamar tunangan ku.” Ucap Ronald dan tatapan sinis pada Aldion.


“Tidak!! Itu tidak benar!!” Seru Aldion.


“Kalau itu tidak benar, maka aku bisa beranggapan bahwa kau memang sengaja masuk ke kamar tunangan ku! Atau jangan-jangan selama ini kau memang ada hubungan spesial dengan Jenny?” Ronald kini mulai memainkan taktik kotor berikutnya.


Ameera yang mendengar Ronald mengatakan hal tersebut memejamkan matanya. Sebab sepengetahuan Ameera memang itulah hal yang sebenarnya terjadi. Aldion dan Jenny saling mencintai. Jadi kalau hal ini memang terjadi maka mungkin memang seharus terjadi. Kalau tidak malam ini maka cepat atau lambat Ameera pasti akan menemukan Aldion tidur bersama Jenny sebab mereka memang saling mencintai.


“Aldion.. aku ingin bercerai.” Ujar Ameera tiba-tiba. Dia sudah tidak sanggup untuk berdebat lebih lama di dalam ruangan ini. Lagi pula perceraian adalah hal yang terbaik untuk mereka saat ini.


“Tidak!! Aku tidak ingin bercerai!!” Tolak Aldion.


“kau sudah menghabiskan malam mu bersama Jenny dan kau harus bertanggung jawab untuk hal itu Aldion!!!” Ujar Ameera. Kini nada suara Ameera sedikit lebih tinggi dari biasanya.


“Berapa kali aku katakan!! Aku tidak menghabiskan malam ku bersama wanita itu!! Aku menghabiskan malam ku bersama mu Ameera!!!” terang Aldion untuk meyakinkan Ameera.


“Aku bersumpah demi orang tua ku!! Aku tidak berbohong!!! Sambung Aldion.


“Jenny aku mohon, tolong katakan sesuatu!! Kalau tidak hubungan mu dan Ronald akan hancur!!” Akhirnya Aldion terpaksa memohon Jenny untuk angkat bicara mengenai hal ini.


“Aku harus berkata apa Aldion! Karena semuanya memang benar adanya. Semalam kau datang ke kamar ku dalam keadaan mabuk. Kau menghampiri ku. Aku sudah mengatakan bahwa aku bukan Ameera dan kau salah masuk kamar.” Jenny mulai memaparkan kebohongan yang sudah ia karang sejak beberapa hari yang lalu.


“Aku bahkan menarik mu untuk keluar dari kamar ku. Tapi kau malah mendorong ku ke tempat tidur-“ Jenny sengaja berhenti sejenak untuk menambahkan efek dramatisir pada ceritanya.


“Kau mengatakan kalau kau tahu aku bukanlah Ameera. Kau katakan kalau kau sengaja datang ke kamar ku.” Lanjut Jenny pelan.


“Kau jangan berbohong Jenny!!!!!” bentak Aldion pada Jenny. “Tega nya kau mengarang semua cerita bohong itu!!!!” Amarah Aldion sudah sangat memuncah saat ini. Dia bahkan hampir kehilangan kontrol diri nya dan hendak memukul Jenny.


“Jangan pernah berpikir kau dapat memukul sahabat ku Aldion!!!” Seru Ameera yang dengan cepat berdiri di depan Jenny demi melindunginya dari tamparan Aldion.

__ADS_1


“Kau seharusnya minta maaf pada jenny dan Ronald!” Seru Ameera kembali. “Dan Kau seharusnya bertanggung jawab pada Jenny!” Ujar Ameera sambil menatap Aldion dengan matanya yang sudah penuh dengan air mata.


“Tapi aku tidak melakukan semua yang ia katakan!! Aku bersumpah Ameera!” Ujar Aldion, wajah nya terlihat sangat frustasi.


“Aldion! Kalau benar kau menghabiskan malam pertama mu dengan ku mengapa begitu aku bangun pagi ini pakaian ku masih lengkap! Dan aku tidak merasakan apapun kalau memang kau melakukannya dengan ku!!” ucap Ameera sambil menangis.


“aku juga tidak tahu bagaimana semua ini dapat terjadi! Tapi aku yakin seseorang telah mempermainkan kita Ameera!”


“Ayah! Aku sungguh ingin bercerai. Aku tidak bisa hidup dengan pria yang sudah tidur dengan sepupu sekaligus sahabat ku!!” Ujar Ameera pada sang ayah. Lalu Ameera pun pergi meninggalkan kamar itu. Ronald yang melihat Ameera pergi tdak tinggal diam. Ini adalah saat -saat yang di tunggu oleh Ronald. Disaat-saat putus asa begini Ronald harus bisa menempatkan dirinya sebagai tempat sandaran bagi Ameera sehingga jalan untuk mendapatkan Ameera menjadi lebih mudah untuk ia raih.


“Ameera aku mohon!!!” Seru Aldion. Tapi Ameera tetap saja pergi meninggalkan ALdion begitu saja.


“Aldion! Aku sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Walaupun sesungguhnya aku percaya dengan semua ucapan mu. Kau adalah seseorang yang jujur yang pernah aku kenal. Namun hal buruk bisa saja terjadi dalam hidup ini Aldion. Dan mungkin saja semalam di luar kesadaran mu kau memang sudah melakukan kesalahan. Sebagai lelaki sejati maka kau harus bertanggung jawab untuk kesalahan mu itu. Maka ceraikan lah Ameera dan menikahlah dengan Jenny.” Ujar Rahardian yang sedari tadi sengaja untuk lebih banyak diam untuk melihat sejauh mana Ameera dan Aldion menyelesaikan masalah mereka.


“TIdak ayah!! Aku tidak bisa menceraikan Ameera. Aku tidak mau!!!” Seru Aldion mengiba pada Rahardian.


“Tapi kau dengar sendirikan ALdion kalua Ameera sudah tidak ingin untuk mempertahankan rumah tangga kalian yang satu hari saja belum genap.” Tekan Rahardian.


“Ameera melakukan semua itu bukan karena dia memikirkan dirinya sendiri Aldion. Aku yakin Ameera memutuskan untuk bercerai bukan hanya karena dia merasa tersakiti tapi dia mempertimbangkan nama baik Jenny, nama baik mu,nama baik keluarga ku dan nama baik keluarga mu. Maka turuti saja perkataan Ameera sebab untuk saat ini hanya itulah jalan yang terbaik yang dapat kita lakukan.” Bujuk Rahardian.


Aldion menarik nafas dalam. Walapun hatinya tidak mau melakukan itu tapi kalua memang itu adalah keputusan akhir Ameera maka apa lagi yang dapat ia lakukan. Hanya saja untuk menikahi Jenny dia tidak akan melakukannya. Dia tidak merasa menyentuh Jenny sama sekali. Jadi dia tidak akan mengambil tanggung jawab untuk hal yang ia Yakini tidak ia lakukan.


“Baiklah ayah. Jika itu yang Ameera ingin kan. Jika Ameera memang tidak ingin Bersama dengan ku lagi dan memutuskan untuk bercerai, akan aku kabulkan. Tapi untuk permintaannya agar aku menikahi Jenny, sampai kapan pun aku tidak akan melakukannya. Sebab aku yakin Jenny pasti terlibat untuk semua hal buruk yang menimpa ku dan Ameera.”


Aldion pun pergi meninggalkan kamar itu. Dia langsung menelpon Damian dan meminta Damian menjemputnya.


Setelah Damian sampai, Damian yang tidak tahu apapun tentang kejadian malam itu sebab ia harus menemani Rose istrinya yang sedang sakit hanya bisa bingung Ketika di dalam mobil Aldion terlihat sangat hancur. Sahabatnya itu bahkan menangis dalam diamnya.


Damian terus saja menjalankan mobil itu tanpa tujuan sebab ia yakin yang dibutuhkan oleh Aldion saat ini bukanlah sebuah pertanyaan melainkan sebuah ketenangan.


Terlalu lama Bersama Aldion membuat Damian sudah sangat tahu tabiat sahabatnya ini. Jika Aldion sampai menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun seperti ini maka Aldion pasti sedang dalam masa-masa sulit. Jika tidak maka Aldion akan cendrung mengeluarkan emosinya.

__ADS_1


***bersambung


Ups.. masih ada satu up lagi lho malam ini... dont go anywhere


__ADS_2