
#Flash back on
“Aku sangat mencintai diri mu Ameera. Sangat!! Maafkan aku yang sudah menjadi sangat egois untuk tidak membiarkan mu hidup bersama dengan laki-laki yang kau cintai.” Aldion terus saja menggerutu tidak jelas.
“Aku tahu.. setelah aku melakukan ini pada mu kau pasti akan membenci ku. Tapi bagi ku lebih baik bagi ku untuk menerima semua kebencian mu pada ku dari pada aku harus hidup tanpa diri mu Ameera.” Aldion pun tanpa menunda lebih lama melaksanakan malam pengantinnya dengan Ameera. Dan setelah itu, Aldion pun tertidur pulas.
Keesokan pagi nya...
Aldion yang mendengar sayup-sayup suara orang yang semakin lama terdengar semakin keras merasa bingung. “Suara apa ini?” Pikir Aldion, yang masih belum sepenuh nya terjaga.
Aldion pun membuka matanya berlahan dan dia sangat terkejut sebab ada banyak orang yang sedang melihatnya dengan berbagai macam pandangan. Ada yang memandang nya dengan tatapan marah, benci, cemooh bahkan jijik. Aldion sangat bingung. Terutama bagaimana cara orang-orang ini dapat masuk ke kamar nya. Jelas-jelas semalam ia mengunci kamar itu setelah ia masuk.
“akhirnya kau bangun juga.” Ujar Ronald.
“Apa yang kau lakukan di kamar ku!!” Seru Aldion marah. “Kenapa ada banyak sekali orang disini?” Aldion masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
“Kamar mu?” Seru salah seorang dari orang-orang yang berkerumun itu.
“Cih..! coba kau lihat dengan benar! Apa ini adalah kamar mu atau bukan!” Sahut orang yang lainnya.
Aldion langsung melihat sekelilingnya. Dan benar.. kamar ini terlihat berbeda dengan kamar yang ia masuki tadi malam. Aldion merasa bingung dengan keadaan yang aneh ini.
__ADS_1
Belum selesai Aldion dengan kebingungannya, mata Aldion kini menatap lurus ke depan. Dia melihat Ameera berdiri diantara orang-orang yang mengerumuninya itu. Aldion menatap lekat pada Ameera. “mengapa dia terlihat sedih?” gumam Aldion yang maih belum juga menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Aldion hendak bangkit dan mendekati Ameera. Dia tidak tahan melihat wajah cantik itu bersedih. Namun ketika ia hendak mendekati Ameera, tiba-tiba...
“Aldion!” Ujar Jenny sambil menahan Aldion.
Kontan Aldion langsung terkejut sebab suara Jenny berasal dari sampingnya. Dan tangan itu..tangan itu juga menahannya dari samping.
Aldion pun menolehkan kepalanya dan dia langsung terkejut melihat Jenny yang ada di ranjang yang sama dengan dirinya. Dan lebih parahnya tubuh Jenny hanya ditutupi oleh selimut. Semua orang di kamar itu pasti berpikiran sama dengan Aldion. Gadis itu pasti tidak ...
Kini Aldion paham mengapa semua orang memandangnya dengan tatapan hina pagi ini. Itu semua karena ia dan Jenny ada di kamar dan ranjang yang sama. Apalagi sepertinya Jenny tidak mengenakan apapun jua.
Tapi bagaimana itu bisa terjadi!! Aldion sangat yakin semalam ia masuk ke kamar nya dengan Ameera, namun bagaimana bisa ia berada di kamar ini bersama dengan Jenny. Aldion merasa ada sesuatu yang janggal.
Ameera yang sudah merasa tidak tahan mendengar semua hal itu terkulai lemas. Dan dengan cepat Ronald menangkap tubuh Ameera dan membawa nya ke kursi yang ada di kamar itu.
“Ameera, ayo duduk lah disini.” Ujar Ronald dengan lembut.
Ameera yang memang sudah dalam keadaan tertekan akhirnya mengikuti perkataan Ronal dan duduk di kursi yang ditunjuk oleh Ronald.
“Bubar semua nya!!!!” Tiba-tiba terdengar suara tuan Rahardian yang memecah kegaduhan di ruangan itu.
__ADS_1
“Aku minta semua orang keluar dan tunggu aku di kamar ku.” Seru Rahardian pada semua orang tu.
Mereka pun akhirnya bubar. Sebab Rahardian memang sosok yang sangat disegani di dalam keluarga.
Rahardian menarik nafas dalam dan menatap Aldion dan Jenny yang sedang berada di atas tempat tidur dengan pandangan yang mengerikan. “Aku beri kalian waktu 5 menit untuk berpakaian. Setelah itu temui aku di ruang tamu.” Ujar Rahadian pada Aldion dan Jenny.
Kemudian Rahardian berjalan ke arah Ameera yang terlihat duduk dengan lemas. Dia dapat melihat ada genangan air mata di kedua mata putrinya itu.
“Jangan menangis!”Ujar Rahardian sambl menyentuh pucuk kepala Ameera. “Ayo kita ke ruang tamu.” Ujar Rahardian pada Ameera.
Ameera pun mengangguk dan mengikuti ayahnya.
Ronald yang juga ada disamping Ameera mengikuti Ameera dan ayah Ameera dari belakang.
Sementara Ameera, Rahardian dan Ronald menunggu di ruang tamu kamar hotel itu, Aldion buru-buru memasang pakaiannya. Dia tidak memperdulikan Jenny yang tanpa malu-malu memasang pakaiannya di tempat yang sama dengan Aldion.
Aldion sungguh merasa jijik dengan keberadaan Jenny yang di sekitarnya.
Saat ini, Aldion hanya ingin segera meninggalkan kamar itu dan menyusul Ameera dan ayah mertuanya di ruang tamu guna menjelaskan semua yang terjadi walaupun sebenarnya Aldion juga tidak tahu pasti apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya, Ameera dan Jenny malam itu.
***bersambung
__ADS_1
Huhuhuhuu.. pada nungguin ya?? Tenang-tenang.. malam ini otor ttp akan upload sebanyak 3 part. Jadi kamuh-kamuh tetap mesti temanin otor malam ini ya... heheheh