
######
“Pagi Skala!”Sapa Kenzo pada bocah kecil yang terlihat sibuk dengan tabletnya.
“Pagi Pa-ehm pagi daddy” Skala segera merubah panggilannya pada Kenzo ketika melihat mommy nya berada tak jauh dari Kenzo.
“Segera selesaikan sarapan mu.Aku akan mengantarkan kau ke sekolah pagi ini.” Ucap kenzo sambil meminum kopinya.
"Kita akan berangkat bersama!" Alesya segera menimpali perkataan Kenzo. Dia takut Kenzo lupa kalau pagi ini Alesya kembali bekerja di perusahan.
Kenzo menatap Alesya dengan tatapan tidak percaya kalau wanita ini benar-benar akan ke perusahaan bersama nya.
Alesya yang ditatap Kenzo malah memberikan senyuman terbaiknya pagi itu.
“Baiklah. Tapi boleh kah aku dijemput oleh supir saja pulang sekolah nanti?”Ujar Skala memecah pertengkaran telepati antara daddy dan mommy nya.
Kenzo sedikit terkejut dengan permintaan Skala. "Kenapa dia tidak mau di jemput oleh ku?" Pikir Kenzo dalam.
“kenapa?” tanya Kenzo akhirnya, sambil menatap Skala.
Skala yang sudah memprediksi Kenzo tidak akan semudah itu mengizinkannya pulang dengan supir telah mempersiapkan sebuah alasan.
“Aku akan singgah ke toko buku untuk membeli beberapa keperluan sekolah ku. Itu pasti akan memakan waktu lama dan akan sangat membosankan!”
__ADS_1
“Kalau begitu, mommy saja yang akan menjemputmu. Kebetulan jam pulang sekolah mu adalah jam istirahat dan makan siang mommy. Jadi mommy bisa menemani mu sedikit lebih lama.”Seru Alesya.
“Aku akan membiarkan supir untuk menjemput mu kali ini” Ujar Kenzo. “Karena aku baru ingat siang ini aku ada janji makan siang dengan tuan Aksena. Dan kau Alesya,kau akan ikut menemani ku.” Jelas Kenzo.
“Paman Kenzo dan mommy akan bertemu dengan tuan AKsena. Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Aku tidak perlu repot -repot pura-pura tersesat ke perusahaan Aksena hari in hanya untuk bertemu dengan pria yang mungkin saja adalah ayah ku. Aku hanya perlu cari cara agar aku bisa ikut bergabung dengan makan siang bisnis ini.” Skala terus memutas otaknya.
“Ada apa Skala?” tanya ALesya bingung melihat putranya yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Mommy, apa kau tahu dimana aku bisa menemukan buku tentang bisnis?”Skala mulai mencoba keberuntungannya.
“Ada banyak buku tentang itu di toko buku Skala. Tapi untuk apa kau buku itu. Kau itu masih sekolah dasar. Kau harus mencari bahan bacaan yang sesuai dengan usia mu!” Ujar Alesya heran.
“Mommy.. apa kau tidak lihat. Daddy ku saat ini adalah tuan Kenzo Dayson, seorang pengusaha sukses dan kaya raya. Walaupun aku hanya lah anak sambungnya tapi aku tidak ingin mempermalukannya di depan rekan bisnisnya dengan tidak tahu apapun tentang dunia bisnis.” Skala berusaha meyakinkan ibunya.
“Mereka akan memaklumi itu karena kau masih sangat kecil.” Timpal Alesya.
“Aku yakin pasti daddy dulu juga dididik sedari dini oleh kakek dan nenek maka daddy bisa menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.” Skala terus berusaha untuk meyakinkan ayah dan ibunya.
Kenzo yang sedari tadi memperhatikan Skala tentu saja tidak akan percaya dengan kata-kata manis bocah nakal ini.
“Aku tidak percaya dengan pujian mu bocah nakal!” Gumam Kenzo dalam hati.
“Benar! Keluarga sudah mendidik ku sedari kecil untuk dekat dengan dunia bisnis. Bahkan seusia Skala aku sudah ikut mendampingi ayah ku dalam jamuan bisnis.” Ujar Kenzo bangga. Dia sengaja membuat Skala berpikir dia telah masuk ke dalam scenario yang Skala ciptakan.
__ADS_1
"Gotcha!! " Seru Skala dalam hati sambil tersenyum pada Kenzo.
Berlahan Skala merubah air wajahnya. Kini dia memasang raut wajah penuh kesedihan.
“Coba ayah kandung ku masih ada dan sesukses daddy pasti dia juga akan mengajak ku mempelajari dunia bisnis melalui perjamuan-perjamuan bisnis.” Ujar Skala, iba.
“Apa kau sungguh-sungguh ingin belajar bisnis Skala?” Tanya Kenzo seakan-akan dia peduli dengan pedih hati bocah sekolah dasar itu. Pada hal saat itu Kenzo sedang memikirkan sebuah keuntungan untuk nya dengan mengikutsertakan Skala dalam jamuan makan siang bersama Irfran Aksena.
“Kenz..!” Alesya mencoba mencegah Kenzo untuk melanjutkan perkataannya. Alesya mengira Kenzo mungkin merasa iba pada Skala sehingga berencana membawa Skala ke perusahan pulang dari sekolah bahkan mungkin saja Kenzo akan mengajak Skala ikut serta dalam jamuan makan siang Bersama Irfrans Aksena.
“Tidak apa-apa Alesya. Bagaimana pun saat ini Skala adalah putra ku dan benar yang dikatakannya, dia harus menguasai tentang bisnis untuk menjaga nama baik ku.”Kilah Kenzo.
“Ternyata mudah sekali memanipulasi mu paman Kenzo.” Batin Skala.
“Keberadaan mu selama perjamuan nanti akan menjadi kartu AS bagi ku untuk membuat Frans kalah telak.” Batin Kenzo.
Skala dan Kenzo saling senyum memikirkan rencana mereka masing-masing. Hanya Alesya yang tersenyum miris mengingat kejadian makan malam semalam akan terulang lagi siang ini.
"Oo Tuhan, aku tidak akan kenyang pada acara makan-makan ini. Mungkin lebih baik aku makan di rumah saja." Ujar Alesya dalam penuh rasa kesal.
😊😊😊😊
masih ada kah yang menunggu kelanjutan karya otor yang satu ini? ayoo yang masih setia menunggu kelanjutan perjuangan Kenzo... like dan komen nya dunk.. biar otor gk merasa sendirian disini..
__ADS_1
##
apalah otor tanpa diri mu cintooo, 😊😊😊😊😊